Bantu Perjuangan Pak Suhanda Rawat 450 ODGJ

Category Kesehatan
KOTA BEKASI
NU Care-LAZISNU Kota Bekasi

Terkumpul

Rp. 21.374.220,00

Dana Dibutuhkan

Rp. 100.000.000,00

Open Goal
8 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

ODGJ banyak ditemui di sekitar kita. Mereka sama halnya dengan kita, manusia yang membutuhkan tempat untuk berteduh dan makan untuk menyambung hidup.

Sebagai manusia yang tergerak hati untuk membantu sesama, yang sedang menderita gangguan kejiwaan agar terlepas dari penderitaan dan keterbelakangan, Yayasan Galuh didirikan oleh veteran perang yang bernama Gendu Mulatif pada tahun 1982 di Jl. Bambu Kuning IX RT.03/02 Kampung Sepatan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Hingga kemudian, Yayasan terdaftar dan berbadan hukum pada tahun 1994. Sejak awal berdiri hingga saat ini, yayasan telah menampung, membina, dan menyelamatkan banyak ODGJ menuju kesehatan jiwa dan kehidupan yang normal.

Yayasan Galuh adalah salah satu yayasan atau panti rehabilitasi yang menampung ratusan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Bekasi. Menurut UU Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, ODGJ merupakan orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang  dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Pelayanan yang terbaik telah dilakukan oleh Yayasan Galuh secara mandiri dan swadaya. Bahkan dengan sukacita telah melayani masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Saat ini, terdapat 450 ODGJ yang sedang dalam penanganan dan perawatan kesehatan. Jumlah yang tak sedikit tentu membutuhkan biaya untuk bisa terus memberikan asupan makan 3x sehari dan gizi secukupnya. Hal inilah yang kemudian menjadi kendala tersendiri karena kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda negeri.

NU Care-LAZISNU Kota Bekasi tergerak untuk membantu dan melakukan pendampingan.

“Beberapa kunjungan yang telah kami lakukan untuk menggali sejauh mana proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Yayasan. Tentu saya pribadi sangat trenyuh, tatkala melihat ratusan ODGJ yang berasal dari berbagai daerah dan lintas-agama disatukan dalam satu wadah perbaikan kejiwaan. Tentu konsumsi dan nutrisi menjadi sisi perhatian lebih bagi kami. Yayasan Galuh tak boleh berjuang seorang diri, kita harus dampingi dan bantu sepenuh hati. Semoga ini menjadi refleksi untuk kita membantu sesama,” ucap Muiz selaku Ketua NU Care-LAZISNU Kota Bekasi.       

Yayasan Galuh sekarang dipimpin oleh Pak Suhanda (67 tahun) dan ditemani oleh sang istri, Cicih (58 tahun). Menurut kesaksian bapak 6 anak ini bahwa sejak empat tahun terakhir, tepatnya tahun 2017-2021 keuangan Yayasan mengalami sepi pemasukan dari donatur.

Hal itu, menurutnya, diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 hingga sekarang.

Pak Suhanda berprofesi sebagai pedagang, dan dirinya mengaku tidak mampu jika harus menggantungkan pengelolaan Yayasan dari hasil saku pribadi tanpa bantuan dari donatur.

“Kami sangat berharap ada donatur tetap yang sudi untuk mensuplai makanan pasien setiap hari, baik dari pemerintah, Ormas, dan sebagainya. Dalam waktu dekat, kami juga membutuhkan bantuan berupa THR untuk perawat yang mengabdi di Yayasan yang berjumlah 60 orang. Saya pribadi sedih dengan kondisi saat ini, mengingat pemasukan kami baru ada Rp 1.500.000 untuk honor para perawat dengan total kebutuhan Rp 75.000.000. Siapa pun yang merelakan harta dan dukungannya bagi kami, semoga Allah selalu memudahkan jalannya,” ungkap Pak Suhanda.

Apa yang dilakukan Pak Suhanda adalah sebuah perjuangan untuk menghidupi dan melayani pasien ODGJ di Yayasan Galuh Bekasi. Yayasan Galuh telah menampung 450 ODGJ, dengan jumlah 140 wanita dan 310 pria, di mana kebutuhan makan per hari yaitu 150 kg beras (Rp 1.500.000).

Ya, perjuangan Pak Suhanda harus didukung oleh kita bersama, agar Yayasan Galuh tetap dapat melakukan perawatan dan mengembalikan kehidupan ODGJ menjadi manusia pada umumnya.     

Mari, #SahabatPeduli kita sisihkan rezeki kita untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di Yayasan Galuh. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 3 May 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Kota Bekasi
Akun Terverifikasi

Total
1 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Perjuangan Pak Suhanda Rawat 450 ODGJ

Bantu Perjuangan Pak Suhanda Rawat 450 ODGJ

Terkumpul Rp. 21.374.220,00
Dana Dibutuhkan Rp. 100.000.000,00
NU Care-LAZISNU Kota Bekasi Akun Terverifikasi

ODGJ banyak ditemui di sekitar kita. Mereka sama halnya dengan kita, manusia yang membutuhkan tempat untuk berteduh dan makan untuk menyambung hidup.

Sebagai manusia yang tergerak hati untuk membantu sesama, yang sedang menderita gangguan kejiwaan agar terlepas dari penderitaan dan keterbelakangan, Yayasan Galuh didirikan oleh veteran perang yang bernama Gendu Mulatif pada tahun 1982 di Jl. Bambu Kuning IX RT.03/02 Kampung Sepatan, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Hingga kemudian, Yayasan terdaftar dan berbadan hukum pada tahun 1994. Sejak awal berdiri hingga saat ini, yayasan telah menampung, membina, dan menyelamatkan banyak ODGJ menuju kesehatan jiwa dan kehidupan yang normal.

Yayasan Galuh adalah salah satu yayasan atau panti rehabilitasi yang menampung ratusan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Bekasi. Menurut UU Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, ODGJ merupakan orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang  dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Pelayanan yang terbaik telah dilakukan oleh Yayasan Galuh secara mandiri dan swadaya. Bahkan dengan sukacita telah melayani masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Saat ini, terdapat 450 ODGJ yang sedang dalam penanganan dan perawatan kesehatan. Jumlah yang tak sedikit tentu membutuhkan biaya untuk bisa terus memberikan asupan makan 3x sehari dan gizi secukupnya. Hal inilah yang kemudian menjadi kendala tersendiri karena kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda negeri.

NU Care-LAZISNU Kota Bekasi tergerak untuk membantu dan melakukan pendampingan.

“Beberapa kunjungan yang telah kami lakukan untuk menggali sejauh mana proses rehabilitasi yang dilakukan oleh Yayasan. Tentu saya pribadi sangat trenyuh, tatkala melihat ratusan ODGJ yang berasal dari berbagai daerah dan lintas-agama disatukan dalam satu wadah perbaikan kejiwaan. Tentu konsumsi dan nutrisi menjadi sisi perhatian lebih bagi kami. Yayasan Galuh tak boleh berjuang seorang diri, kita harus dampingi dan bantu sepenuh hati. Semoga ini menjadi refleksi untuk kita membantu sesama,” ucap Muiz selaku Ketua NU Care-LAZISNU Kota Bekasi.       

Yayasan Galuh sekarang dipimpin oleh Pak Suhanda (67 tahun) dan ditemani oleh sang istri, Cicih (58 tahun). Menurut kesaksian bapak 6 anak ini bahwa sejak empat tahun terakhir, tepatnya tahun 2017-2021 keuangan Yayasan mengalami sepi pemasukan dari donatur.

Hal itu, menurutnya, diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020 hingga sekarang.

Pak Suhanda berprofesi sebagai pedagang, dan dirinya mengaku tidak mampu jika harus menggantungkan pengelolaan Yayasan dari hasil saku pribadi tanpa bantuan dari donatur.

“Kami sangat berharap ada donatur tetap yang sudi untuk mensuplai makanan pasien setiap hari, baik dari pemerintah, Ormas, dan sebagainya. Dalam waktu dekat, kami juga membutuhkan bantuan berupa THR untuk perawat yang mengabdi di Yayasan yang berjumlah 60 orang. Saya pribadi sedih dengan kondisi saat ini, mengingat pemasukan kami baru ada Rp 1.500.000 untuk honor para perawat dengan total kebutuhan Rp 75.000.000. Siapa pun yang merelakan harta dan dukungannya bagi kami, semoga Allah selalu memudahkan jalannya,” ungkap Pak Suhanda.

Apa yang dilakukan Pak Suhanda adalah sebuah perjuangan untuk menghidupi dan melayani pasien ODGJ di Yayasan Galuh Bekasi. Yayasan Galuh telah menampung 450 ODGJ, dengan jumlah 140 wanita dan 310 pria, di mana kebutuhan makan per hari yaitu 150 kg beras (Rp 1.500.000).

Ya, perjuangan Pak Suhanda harus didukung oleh kita bersama, agar Yayasan Galuh tetap dapat melakukan perawatan dan mengembalikan kehidupan ODGJ menjadi manusia pada umumnya.     

Mari, #SahabatPeduli kita sisihkan rezeki kita untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di Yayasan Galuh. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya