Bantu Leha, Difabel Tanpa Tangan dan Kaki Dapatkan Hidup Layak

Category Kesehatan
KABUPATEN SAMPANG
NU Care-LAZISNU Sampang

Terkumpul

855.000

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
58 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Siti Sholeha (10) mungkin tak seberuntung anak sebayanya. Anak ketiga dari pasangan Mufarrohah (37) dan Abdus Salam (47) ini harus berlapang dada menerima nasib karena fisiknya tidak seperti anak normal lainnya. Saat ini, ia tinggal bersama keluarganya di Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Pulau Madura Jawa Timur dalam kondisi perekonomian yang jauh dari kata sejahtera.

Leha bersender di dinding rumahnya yang terbuat dari kayu berlantaikan tanah

Leha, begitulah ia biasa disapa. Leha adalah anak difabel yang baru berumur 10 tahun. Selain tidak punya tangan dan kaki sejak lahir, dia juga tidak bisa berbicara seperti orang pada umumnya. Jangankan berjalan, duduk pun dia harus bersandaran. Ketika ingin berjalan, dia akan menggelindingkan tubuhnya. Tak jarang hal itu membuat kepalanya terbentur benda-benda keras yang ada di sekitarnya. 

Leha memiliki dua saudara. Kakak sulungnya, Mohammad Sahrul (17) terpaksa putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayainya. Himpitan ekonomi ini, membuat kakaknya bertekad untuk mengadu nasib ke Pulau Jawa guna membantu kebutuhan orang tuanya.

Leha digendong sang ayah di pelataran rumahnya

Abdus Salam, ayah dari Leha, hanyalah seorang buruh tani berpenghasilan antara Rp200.000 s/d Rp450.000 per bulan. Namun, karena penyakit asma yang dideritanya, beliau tidak bisa bekerja setiap hari. Sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga dan fokus merawat Leha.

Makanan yang biasa dikonsumsi keluarga miskin ini adalah nasi dengan sayur bayam. Hal ini dikarenakan sayur bayam biasa tumbuh di pekarangan rumah dengan sendirinya.

Sehari-hari Leha menjalani hidup dengan penuh kemalangan, dan tempat tinggalnya jauh dari kata layak. Dinding rumahnya sebagian besar terbuat dari bambu dan seng. Tentu dengan kondisi rumah yang hanya beralaskan tanah, Leha tidak memungkinkan bebas bermain di sana. Sehingga Leha terpaksa seringkali diungsikan ke rumah tetangga yang berlantai plester semen agar tubuhnya tidak kotor dan terluka.

Selain menggulingkan badannya, ia juga tampak kesulitan ketika ingin makan atau minum. Dia berupaya keras mengambil minuman atau makanan. Ketika gagal memasukkan makanan ke mulutnya, biasanya dia menangis dengan keras.

Seperti teman sebayanya, dia juga tentu senang bermain. Tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan, hanya bermain dengan botol minuman dan bekas bungkus bedak. Hal ini cukup untuk melihat senyum riang di wajahnya. Menurut keterangan dari ayahnya, ketika melihat teman-temannya bermain, Leha menangis karena juga ingin bermain.

“Saat ini, tidak ada yang bisa saya lakukan selain pasrah dan menerima ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Hidup yang penuh kekurangan ini kami terima dengan hati ikhlas dan lapang dada,” ucap Abdus Salam sembari mengusap air mata.

Masa depan Leha tentu masih panjang, pun kebutuhan di masa depannya yang juga akan terus bertambah seiring pertumbuhannya. Ayahnya yang tidak dapat bekerja penuh waktu karena asma, tentu membuatnya semakin sulit untuk mendapatkan fasilitas anak berkebutuhan khusus.

Untuk itu, LAZISNU PBNU ingin mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk membantu Leha dengan iuran pengadaan alat bantu seperti tangan dan kaki palsu. Selain itu, kita juga perlu bantu keluarga Pak Abdus Salam dengan bantuan modal usaha guna meningkatkan taraf perekonomian keluarga, agar Leha juga mendapatkan kelayakan hidup yang sesuai dengan keadaannya. #SahabatPeduli dapat membantu keluarga ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 22 June 2022 oleh:
NU Care-LAZISNU Sampang
Akun Terverifikasi

Total
14 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Leha, Difabel Tanpa Tangan dan Kaki Dapatkan Hidup Layak

Bantu Leha, Difabel Tanpa Tangan dan Kaki Dapatkan Hidup Layak

Kebutuhan Dana 50.000.000

Dana Terkumpul 855.000

Donatur

58 Hari lagi

NU Care-LAZISNU Sampang

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Siti Sholeha (10) mungkin tak seberuntung anak sebayanya. Anak ketiga dari pasangan Mufarrohah (37) dan Abdus Salam (47) ini harus berlapang dada menerima nasib karena fisiknya tidak seperti anak normal lainnya. Saat ini, ia tinggal bersama keluarganya di Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Pulau Madura Jawa Timur dalam kondisi perekonomian yang jauh dari kata sejahtera.

Leha bersender di dinding rumahnya yang terbuat dari kayu berlantaikan tanah

Leha, begitulah ia biasa disapa. Leha adalah anak difabel yang baru berumur 10 tahun. Selain tidak punya tangan dan kaki sejak lahir, dia juga tidak bisa berbicara seperti orang pada umumnya. Jangankan berjalan, duduk pun dia harus bersandaran. Ketika ingin berjalan, dia akan menggelindingkan tubuhnya. Tak jarang hal itu membuat kepalanya terbentur benda-benda keras yang ada di sekitarnya. 

Leha memiliki dua saudara. Kakak sulungnya, Mohammad Sahrul (17) terpaksa putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayainya. Himpitan ekonomi ini, membuat kakaknya bertekad untuk mengadu nasib ke Pulau Jawa guna membantu kebutuhan orang tuanya.

Leha digendong sang ayah di pelataran rumahnya

Abdus Salam, ayah dari Leha, hanyalah seorang buruh tani berpenghasilan antara Rp200.000 s/d Rp450.000 per bulan. Namun, karena penyakit asma yang dideritanya, beliau tidak bisa bekerja setiap hari. Sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga dan fokus merawat Leha.

Makanan yang biasa dikonsumsi keluarga miskin ini adalah nasi dengan sayur bayam. Hal ini dikarenakan sayur bayam biasa tumbuh di pekarangan rumah dengan sendirinya.

Sehari-hari Leha menjalani hidup dengan penuh kemalangan, dan tempat tinggalnya jauh dari kata layak. Dinding rumahnya sebagian besar terbuat dari bambu dan seng. Tentu dengan kondisi rumah yang hanya beralaskan tanah, Leha tidak memungkinkan bebas bermain di sana. Sehingga Leha terpaksa seringkali diungsikan ke rumah tetangga yang berlantai plester semen agar tubuhnya tidak kotor dan terluka.

Selain menggulingkan badannya, ia juga tampak kesulitan ketika ingin makan atau minum. Dia berupaya keras mengambil minuman atau makanan. Ketika gagal memasukkan makanan ke mulutnya, biasanya dia menangis dengan keras.

Seperti teman sebayanya, dia juga tentu senang bermain. Tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan, hanya bermain dengan botol minuman dan bekas bungkus bedak. Hal ini cukup untuk melihat senyum riang di wajahnya. Menurut keterangan dari ayahnya, ketika melihat teman-temannya bermain, Leha menangis karena juga ingin bermain.

“Saat ini, tidak ada yang bisa saya lakukan selain pasrah dan menerima ketentuan dari Yang Maha Kuasa. Hidup yang penuh kekurangan ini kami terima dengan hati ikhlas dan lapang dada,” ucap Abdus Salam sembari mengusap air mata.

Masa depan Leha tentu masih panjang, pun kebutuhan di masa depannya yang juga akan terus bertambah seiring pertumbuhannya. Ayahnya yang tidak dapat bekerja penuh waktu karena asma, tentu membuatnya semakin sulit untuk mendapatkan fasilitas anak berkebutuhan khusus.

Untuk itu, LAZISNU PBNU ingin mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk membantu Leha dengan iuran pengadaan alat bantu seperti tangan dan kaki palsu. Selain itu, kita juga perlu bantu keluarga Pak Abdus Salam dengan bantuan modal usaha guna meningkatkan taraf perekonomian keluarga, agar Leha juga mendapatkan kelayakan hidup yang sesuai dengan keadaannya. #SahabatPeduli dapat membantu keluarga ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur