Gotong Royong Bangun Tempat Usaha untuk Ilham!

Category Ekonomi
KABUPATEN SAMPANG
NU Care-LAZISNU Sampang

Terkumpul

2.258.000

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
49 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Ilham adalah anak muda usia 18 tahun yang harus menanggung beban hidup yang begitu berat. Berbeda dengan pemuda lainnya, kondisinya fisik Ilham memiliki keterbatasan akibat tertabrak kereta api, 4 tahun silam.


Ilham sedang menyuapi kakeknya

Saat ini, Ilham tinggal bersama adiknya yang baru berumur 12 tahun dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan. Kehidupan keluarga ini bergantung pada belas kasih tetangga. Terkadang mereka harus makan nasi tanpa lauk karena tidak adanya uang.

“Untuk makan setiap hari biasanya kami menunggu kiriman dari tetangga, Pak. Sebelum saya makan, saya harus menyuapi kakek saya yang sakit, sisanya saya dan adik yang makan,” ucap Ilham saat disambangi tim dari NU Care-LAZISNU Sampang beberapa waktu lalu.

Usai ditinggal sang ayah yang meninggal dunia dan ditinggal kabur ibunya, Ilham lah yang harus menanggung biaya sekolah sang adik dan biaya berobat kakeknya yang sakit.

Demi bertahan hidup, Ilham sempat beternak ayam kampung yang jumlah dan harganya tidak seberapa. Biasanya dia menjual ayam setiap 3 bulan sekali. Ketika ayamnya sudah mulai besar, dia menjualnya dengan harga sekitar antara 40-60 ribu rupiah per ekor. 

Namun sepertinya cobaan terus menimpanya; ayam peliharaan yang selama ini menjadi tumpuan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, telah mati karena terkena wabah penyakit.

Tak menyerah, saat ini Ilham beralih menjadi penjual kerupuk keliling. Tiap pagi sampai sore, Ilham berjalan ngesot menyusuri jalanan kampung yang berbatu sambil menjajakan kerupuk yang digigitnya. Memang tidak banyak keuntungan yang didapat, yaitu antara Rp10.000 - Rp15.000 per hari. Tapi paling tidak dia sudah berusaha untuk hidupi keluarga tanpa meminta-minta.

Ilham mengesot ke tempat ia berjualan kerupuk di tepi jalan yang sepi

Ilham mungkin tidak seberuntung kita yang tak pernah pusing dan berpikir besok bisa makan atau tidak, ada lauknya atau tidak. Ilham tidak seberuntung kita yang bisa bersekolah, bekerja, dan melakukan aktivitas hari-hari dengan lancar.

Jadi, mari kita bantu Ilham dan keluarganya agar bisa dapatkan kehidupan yang layak, dengan membantu usahanya. Dengan gotong royong kita bersama bisa bangunkan tempat usaha di teras rumahnya, agar Ilham bisa berjualan tanpa perlu keliling jalanan dengan kondisinya yang demikian.

Saudara semua bisa membantu usaha Ilham dan keluarga, dengan menyalurkan donasi pada laman penggalangan dana ini. Caranya:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 20 January 2023 oleh:
NU Care-LAZISNU Sampang
Akun Terverifikasi

Total
17 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Gotong Royong Bangun Tempat Usaha untuk Ilham!

Gotong Royong Bangun Tempat Usaha untuk Ilham!

Kebutuhan Dana 50.000.000

Dana Terkumpul 2.258.000

Donatur

49 Hari lagi

NU Care-LAZISNU Sampang

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Ilham adalah anak muda usia 18 tahun yang harus menanggung beban hidup yang begitu berat. Berbeda dengan pemuda lainnya, kondisinya fisik Ilham memiliki keterbatasan akibat tertabrak kereta api, 4 tahun silam.


Ilham sedang menyuapi kakeknya

Saat ini, Ilham tinggal bersama adiknya yang baru berumur 12 tahun dan kakeknya yang sudah sakit-sakitan. Kehidupan keluarga ini bergantung pada belas kasih tetangga. Terkadang mereka harus makan nasi tanpa lauk karena tidak adanya uang.

“Untuk makan setiap hari biasanya kami menunggu kiriman dari tetangga, Pak. Sebelum saya makan, saya harus menyuapi kakek saya yang sakit, sisanya saya dan adik yang makan,” ucap Ilham saat disambangi tim dari NU Care-LAZISNU Sampang beberapa waktu lalu.

Usai ditinggal sang ayah yang meninggal dunia dan ditinggal kabur ibunya, Ilham lah yang harus menanggung biaya sekolah sang adik dan biaya berobat kakeknya yang sakit.

Demi bertahan hidup, Ilham sempat beternak ayam kampung yang jumlah dan harganya tidak seberapa. Biasanya dia menjual ayam setiap 3 bulan sekali. Ketika ayamnya sudah mulai besar, dia menjualnya dengan harga sekitar antara 40-60 ribu rupiah per ekor. 

Namun sepertinya cobaan terus menimpanya; ayam peliharaan yang selama ini menjadi tumpuan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, telah mati karena terkena wabah penyakit.

Tak menyerah, saat ini Ilham beralih menjadi penjual kerupuk keliling. Tiap pagi sampai sore, Ilham berjalan ngesot menyusuri jalanan kampung yang berbatu sambil menjajakan kerupuk yang digigitnya. Memang tidak banyak keuntungan yang didapat, yaitu antara Rp10.000 - Rp15.000 per hari. Tapi paling tidak dia sudah berusaha untuk hidupi keluarga tanpa meminta-minta.

Ilham mengesot ke tempat ia berjualan kerupuk di tepi jalan yang sepi

Ilham mungkin tidak seberuntung kita yang tak pernah pusing dan berpikir besok bisa makan atau tidak, ada lauknya atau tidak. Ilham tidak seberuntung kita yang bisa bersekolah, bekerja, dan melakukan aktivitas hari-hari dengan lancar.

Jadi, mari kita bantu Ilham dan keluarganya agar bisa dapatkan kehidupan yang layak, dengan membantu usahanya. Dengan gotong royong kita bersama bisa bangunkan tempat usaha di teras rumahnya, agar Ilham bisa berjualan tanpa perlu keliling jalanan dengan kondisinya yang demikian.

Saudara semua bisa membantu usaha Ilham dan keluarga, dengan menyalurkan donasi pada laman penggalangan dana ini. Caranya:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur