Wujudkan Impian Amir Miliki Tangan Palsu

Category Kesehatan
KABUPATEN DOMPU
PB PMII

Terkumpul

27.954.049

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Nahas! Amir harus kehilangan kedua tangannya ketika sedang membantu warga merenovasi masjid.

Niat baik Amirudin untuk ikut bakti sosial merenovasi masjid, dua tahun lalu, ternyata menghadapkannya pada musibah yang merenggut kedua tangannya. Pemuda berumur 29 tahun tersebut waktu itu sedang bertugas menyiram bajesting atau cor-coran yang berada di atap masjid.

“Waktu itu semua warga sedang sibuk dengan kegiatan dan bagiannya masing-masing. Nah, kebetulan karena posisi saya ada di atap masjid dan harus menyiram cor-coran, makanya saya disitu berinisiatif untuk mengambil air dengan menggunakan alat besi agar tidak bolak-balik. Nahasnya, besi yang saya pegang itu mengenai kabel yang beraliran listrik tinggi,” jelas Amirudin.

Amir tersengat listrik bertegangan tinggi dan seketika dirinya terpental jatuh dari ketinggian 5 meter. Warga langsung melarikannya ke Puskesmas Soriutu, kemudian siangnya ke RSUD Dompu, hingga sore harinya harus dirujuk ke RSUP Mataram, NTB.

Sahabatnya, Adi Darmawan, menyayangkan kejadian tersebut,

“Iya, alhamdulillahnya Amir masih bisa selamat, walaupun dia harus mengikhlaskan kedua tangannya untuk diamputasi. Alhamdulillah keadannya sekarang sudah membaik. Walaupun begitu, saya merasa kasihan sama dia. Semoga banyak orang yang mau membantu mewujudkan impian dia untuk punya tangan palsu,” harap Adi.

Diketahui bapak dari Amir, Arsyad dan ibunya, Aminah hanya bekerja sebagai seorang petani yang hidup dengan sangat sederhana, sehingga cukup sulit untuk memenuhi impian Amir memiliki tangan palsu.

“Saya secara pribadi mengikhaskan apapun yang telah terjadi pada diri saya. Namun jika memang ada bantuan keikhlasan dari sahabat, saudara, dan semua pihak, saya sangat berterimakasih banyak. Semoga amal jariyah kita bisa bernilai ibadah, sehingga saya pun bisa bangkit kembali dari semua ini,” ucap Amir, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PMII Dompu.

Mari sahabat semua, kita bantu wujudkan impian Amir untuk miliki tangan palsu, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 13 January 2021 oleh:
PB PMII
Akun Terverifikasi

Total
2 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Wujudkan Impian Amir Miliki Tangan Palsu

Wujudkan Impian Amir Miliki Tangan Palsu

Terkumpul 27.954.049
Dana Dibutuhkan 50.000.000
PB PMII Akun Terverifikasi

Nahas! Amir harus kehilangan kedua tangannya ketika sedang membantu warga merenovasi masjid.

Niat baik Amirudin untuk ikut bakti sosial merenovasi masjid, dua tahun lalu, ternyata menghadapkannya pada musibah yang merenggut kedua tangannya. Pemuda berumur 29 tahun tersebut waktu itu sedang bertugas menyiram bajesting atau cor-coran yang berada di atap masjid.

“Waktu itu semua warga sedang sibuk dengan kegiatan dan bagiannya masing-masing. Nah, kebetulan karena posisi saya ada di atap masjid dan harus menyiram cor-coran, makanya saya disitu berinisiatif untuk mengambil air dengan menggunakan alat besi agar tidak bolak-balik. Nahasnya, besi yang saya pegang itu mengenai kabel yang beraliran listrik tinggi,” jelas Amirudin.

Amir tersengat listrik bertegangan tinggi dan seketika dirinya terpental jatuh dari ketinggian 5 meter. Warga langsung melarikannya ke Puskesmas Soriutu, kemudian siangnya ke RSUD Dompu, hingga sore harinya harus dirujuk ke RSUP Mataram, NTB.

Sahabatnya, Adi Darmawan, menyayangkan kejadian tersebut,

“Iya, alhamdulillahnya Amir masih bisa selamat, walaupun dia harus mengikhlaskan kedua tangannya untuk diamputasi. Alhamdulillah keadannya sekarang sudah membaik. Walaupun begitu, saya merasa kasihan sama dia. Semoga banyak orang yang mau membantu mewujudkan impian dia untuk punya tangan palsu,” harap Adi.

Diketahui bapak dari Amir, Arsyad dan ibunya, Aminah hanya bekerja sebagai seorang petani yang hidup dengan sangat sederhana, sehingga cukup sulit untuk memenuhi impian Amir memiliki tangan palsu.

“Saya secara pribadi mengikhaskan apapun yang telah terjadi pada diri saya. Namun jika memang ada bantuan keikhlasan dari sahabat, saudara, dan semua pihak, saya sangat berterimakasih banyak. Semoga amal jariyah kita bisa bernilai ibadah, sehingga saya pun bisa bangkit kembali dari semua ini,” ucap Amir, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum PMII Dompu.

Mari sahabat semua, kita bantu wujudkan impian Amir untuk miliki tangan palsu, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya