Kaki Palsu untuk Pak Karim

Category Kesehatan
KOTA YOGYAKARTA
NU Care-LAZISNU D.I. Yogyakarta

Terkumpul

4.710.000

Dana Dibutuhkan

159.651.000

Open Goal
61 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Tak pernah terpikir sebelumnya, nasib Pak Karim, seorang pekerja borongan pabrik wig (rambut palsu) ini berubah drastis setelah kakinya membusuk dan harus diamputasi. Ya, saat itu nahas menimpanya, tepatnya pada tanggal 20 Mei 2022 lalu, Pak Karim yang berniat untuk menemani sang istri membeli masker, tertabrak motor yang melaju kencang dari arah yang berlawanan. Seketika itu juga kaki Pak Karim patah, pun sang istri juga mengalami luka berat.

Seminggu berlalu, kaki Pak Karim mulai menghitam dan tidak menunjukkan kesembuhan, hingga akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Namun, hasil vonis menyatakan bahwa kondisi kakinya membusuk dan harus segera diamputasi.

Minggu keempat, keputusan berat itu harus dia pilih. Dokter menyarankan agar kakinya dipotong di atas lutut, namun Pak Karim menolaknya karena akan mempersulit dia dalam mencari kaki palsu. Meski amputasi dengan area di bawah lutut resikonya begitu tinggi, tapi itulah yang dia pilih.

Kondisi Pak Karim dengan luka hasil amputasi yang telah mengering. (Dok. LAZISNU PWNU D.I. Yogyakarta)

Berkat ketelatenan perawat RSUD Wates Kulon Progo yang datang tiap dua kali sehari ke rumahnya, kemudian pada Agustus kemarin, luka hasil amputasi kakinya telah mengering.

Lukanya kini telah mengering, namun pengobatan itu ternyata menghabiskan uang jutaan rupiah, hingga akhirnya ia terpaksa menjual tanah. Istrinya yang luka-luka juga masih belum sembuh total, sehingga hingga saat ini di keluarganya tidak ada yang bisa bekerja. Pun anak-anaknya yang masih sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mau tidak mau, Pak Karim harus kembali mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya lagi. Namun, kakinya hanya tersisa satu, dan hal tersebut menghambatnya untuk bekerja. Dia pun berharap bisa mendapatkan bantuan kaki palsu agar dapat membantunya dalam memenuhi tanggung jawab sebagai pencari nafkah untuk menghidupi anak-istrinya.

Bagi #SahabatPeduli yang ingin membantu Pak Karim mendapatkan kaki palsu dapat ikut berdonasi melalui laman ini dengan cara:

1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Isi data diri
5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya


Kontributor: Tim LAZISNU PCNU DIY
Editor:  Putri Azmi Millatie/ Wahyu Noerhadi

Penggalangan dana dimulai 30 September 2022 oleh:
NU Care-LAZISNU D.I. Yogyakarta
Akun Terverifikasi

Total
3 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Kaki Palsu untuk Pak Karim

Kaki Palsu untuk Pak Karim

Kebutuhan Dana 159.651.000

Dana Terkumpul 4.710.000

Donatur

61 Hari lagi

NU Care-LAZISNU D.I. Yogyakarta

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Tak pernah terpikir sebelumnya, nasib Pak Karim, seorang pekerja borongan pabrik wig (rambut palsu) ini berubah drastis setelah kakinya membusuk dan harus diamputasi. Ya, saat itu nahas menimpanya, tepatnya pada tanggal 20 Mei 2022 lalu, Pak Karim yang berniat untuk menemani sang istri membeli masker, tertabrak motor yang melaju kencang dari arah yang berlawanan. Seketika itu juga kaki Pak Karim patah, pun sang istri juga mengalami luka berat.

Seminggu berlalu, kaki Pak Karim mulai menghitam dan tidak menunjukkan kesembuhan, hingga akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Namun, hasil vonis menyatakan bahwa kondisi kakinya membusuk dan harus segera diamputasi.

Minggu keempat, keputusan berat itu harus dia pilih. Dokter menyarankan agar kakinya dipotong di atas lutut, namun Pak Karim menolaknya karena akan mempersulit dia dalam mencari kaki palsu. Meski amputasi dengan area di bawah lutut resikonya begitu tinggi, tapi itulah yang dia pilih.

Kondisi Pak Karim dengan luka hasil amputasi yang telah mengering. (Dok. LAZISNU PWNU D.I. Yogyakarta)

Berkat ketelatenan perawat RSUD Wates Kulon Progo yang datang tiap dua kali sehari ke rumahnya, kemudian pada Agustus kemarin, luka hasil amputasi kakinya telah mengering.

Lukanya kini telah mengering, namun pengobatan itu ternyata menghabiskan uang jutaan rupiah, hingga akhirnya ia terpaksa menjual tanah. Istrinya yang luka-luka juga masih belum sembuh total, sehingga hingga saat ini di keluarganya tidak ada yang bisa bekerja. Pun anak-anaknya yang masih sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mau tidak mau, Pak Karim harus kembali mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya lagi. Namun, kakinya hanya tersisa satu, dan hal tersebut menghambatnya untuk bekerja. Dia pun berharap bisa mendapatkan bantuan kaki palsu agar dapat membantunya dalam memenuhi tanggung jawab sebagai pencari nafkah untuk menghidupi anak-istrinya.

Bagi #SahabatPeduli yang ingin membantu Pak Karim mendapatkan kaki palsu dapat ikut berdonasi melalui laman ini dengan cara:

1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Isi data diri
5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya


Kontributor: Tim LAZISNU PCNU DIY
Editor:  Putri Azmi Millatie/ Wahyu Noerhadi

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur