Bantu Perjuangan Dakwah Ustad Bachroni di Lereng Gunung Bromo

Category Ekonomi
KABUPATEN PROBOLINGGO
NU Care-LAZISNU Jatim

Terkumpul

5.950.347

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Ustad Bachroni, begitu ia biasa disapa oleh masyarakat sekitar. Pria dengan nama lengkap Muhammad Bachroni ini sudah 15 tahun lebih menjadi mubalig atau da’i dan juga guru ngaji. Dia ditemani sang istri (Chusnul Chotimah), berjuang dalam syiar Islam di Dusun Tersono, Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Melalui TPQ dan Madrasah Diniyah, tahun demi tahun dilaluinya untuk mencerdaskan kehidupan dan pemahaman agama anak-anak warga Suku Tengger, yang mendiami dataran tinggi kawasan Gunung Bromo.

Kondisi kehidupan yang berada di lereng gunung, membuat Ustad Bachroni harus bekerja lebih ekstra dalam berjuang. Bahkan akhir-akhir ini, dia berpikiran untuk menyerah dan turun gunung untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini disinyalir karena keterbatasan ekonomi dan penghasilan seadanya. 

Namun dia berhasil mengenyahkan pikirannya, dan kembali ke prinsip serta tekadnya, demi menjalankan amanah dari gurunya dalam dakwah Islam, meski di tengah situasi dan kondisi apapun.

"Kondisi tempat alhamdulillah udah ada, walaupun kurang memadai untuk santri sekitar 60 sampai 65 anak. Kemudian udah ada juga yang mewakafkan tanah, tapi belum ada biaya untuk membangunnya. Dan tempat itu sekarang dijadikan tempat sholawat untuk jamaah perempuan," kata Ustad Bachroni

Kondisi serupa ternyata tak hanya dialami oleh Ustad Bachroni. Menurut penuturannya, ada belasan sahabatnya yang juga berprofesi sebagai mubalig dan guru ngaji, yang harus berjuang dengan medan terjal dan curam di kawasan lereng Gunung Bromo.

Kendaraan motor menjadi satu-satunya transportasi yang digunakan untuk naik-turun gunung, dengan ongkos dari kantong pribadi. Hal tersebut menjadi kendala baginya sebagai seorang mubalig di pelosok dusun yang penghasilannya tak menentu dan tak seberapa.

“Untuk penghasilan tambahan, saya dan istri berjualan makanan ringan ke anak-anak santri. Meskipun hasilnya tak seberapa, ya alhamdulillah kami sangat bersyukur,” tutur Ustad Bachroni, bapak dari tiga anak ini.

Ia pun berharap dukungan dari semua pihak, mengingat jumlah santri yang terus bertambah. Sementara kapasitas tempat dan fasilitas mengaji pun perlu ditambah.

#SahabatPeduli, jangan biarkan Ustad Bachroni dan sahabat-sahabatnya yang juga mubalig dan guru ngaji, menyerah dalam berdakwah dan mengajar ngaji untuk anak-anak Suku Tengger. Beratnya perjuangan dakwah mereka di daerah pegunungan dan pelosok dusun mungkin akan terasa ringan jika kita turut mendoakan dan membantu menyiapkan dana untuk mereka.

Dengan begitu, mereka bisa fokus untuk mendidik anak-anak Suku Tengger, para mualaf, dan kaum muslim yang ada di lereng Gunung Bromo serta beberapa daerah pelosok lainnya. Donasi dari kita akan sangat bermanfaat bagi mereka. Yuk berdonasi!

Adapun donasi yang terhimpun dari penggalangan dana ini nantinya akan digunakan untuk:

1. Bantuan kesejahteraan dan transportasi para guru ngaji
2. Pengadaan mushaf al-Qur’an dan buku-buku agama
3. Bantuan sarana-prasarana dan perbaikan bangunan TPQ/Madrasah Diniyah

Mari bantu perjuangan Ustad Bachroni dan belasan mubalig lainnya, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 17 February 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Jatim
Akun Terverifikasi

Total
3 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Perjuangan Dakwah Ustad Bachroni di Lereng Gunung Bromo

Bantu Perjuangan Dakwah Ustad Bachroni di Lereng Gunung Bromo

Terkumpul 5.950.347
Dana Dibutuhkan 50.000.000
NU Care-LAZISNU Jatim Akun Terverifikasi

Ustad Bachroni, begitu ia biasa disapa oleh masyarakat sekitar. Pria dengan nama lengkap Muhammad Bachroni ini sudah 15 tahun lebih menjadi mubalig atau da’i dan juga guru ngaji. Dia ditemani sang istri (Chusnul Chotimah), berjuang dalam syiar Islam di Dusun Tersono, Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Melalui TPQ dan Madrasah Diniyah, tahun demi tahun dilaluinya untuk mencerdaskan kehidupan dan pemahaman agama anak-anak warga Suku Tengger, yang mendiami dataran tinggi kawasan Gunung Bromo.

Kondisi kehidupan yang berada di lereng gunung, membuat Ustad Bachroni harus bekerja lebih ekstra dalam berjuang. Bahkan akhir-akhir ini, dia berpikiran untuk menyerah dan turun gunung untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini disinyalir karena keterbatasan ekonomi dan penghasilan seadanya. 

Namun dia berhasil mengenyahkan pikirannya, dan kembali ke prinsip serta tekadnya, demi menjalankan amanah dari gurunya dalam dakwah Islam, meski di tengah situasi dan kondisi apapun.

"Kondisi tempat alhamdulillah udah ada, walaupun kurang memadai untuk santri sekitar 60 sampai 65 anak. Kemudian udah ada juga yang mewakafkan tanah, tapi belum ada biaya untuk membangunnya. Dan tempat itu sekarang dijadikan tempat sholawat untuk jamaah perempuan," kata Ustad Bachroni

Kondisi serupa ternyata tak hanya dialami oleh Ustad Bachroni. Menurut penuturannya, ada belasan sahabatnya yang juga berprofesi sebagai mubalig dan guru ngaji, yang harus berjuang dengan medan terjal dan curam di kawasan lereng Gunung Bromo.

Kendaraan motor menjadi satu-satunya transportasi yang digunakan untuk naik-turun gunung, dengan ongkos dari kantong pribadi. Hal tersebut menjadi kendala baginya sebagai seorang mubalig di pelosok dusun yang penghasilannya tak menentu dan tak seberapa.

“Untuk penghasilan tambahan, saya dan istri berjualan makanan ringan ke anak-anak santri. Meskipun hasilnya tak seberapa, ya alhamdulillah kami sangat bersyukur,” tutur Ustad Bachroni, bapak dari tiga anak ini.

Ia pun berharap dukungan dari semua pihak, mengingat jumlah santri yang terus bertambah. Sementara kapasitas tempat dan fasilitas mengaji pun perlu ditambah.

#SahabatPeduli, jangan biarkan Ustad Bachroni dan sahabat-sahabatnya yang juga mubalig dan guru ngaji, menyerah dalam berdakwah dan mengajar ngaji untuk anak-anak Suku Tengger. Beratnya perjuangan dakwah mereka di daerah pegunungan dan pelosok dusun mungkin akan terasa ringan jika kita turut mendoakan dan membantu menyiapkan dana untuk mereka.

Dengan begitu, mereka bisa fokus untuk mendidik anak-anak Suku Tengger, para mualaf, dan kaum muslim yang ada di lereng Gunung Bromo serta beberapa daerah pelosok lainnya. Donasi dari kita akan sangat bermanfaat bagi mereka. Yuk berdonasi!

Adapun donasi yang terhimpun dari penggalangan dana ini nantinya akan digunakan untuk:

1. Bantuan kesejahteraan dan transportasi para guru ngaji
2. Pengadaan mushaf al-Qur’an dan buku-buku agama
3. Bantuan sarana-prasarana dan perbaikan bangunan TPQ/Madrasah Diniyah

Mari bantu perjuangan Ustad Bachroni dan belasan mubalig lainnya, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya