Dukung Program Pengobatan Bibir Sumbing untuk Anak-Anak Duafa!

Category Kesehatan
KOTA JAKARTA PUSAT
Muslimat NU

Terkumpul

780.000

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
308 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) menggagas penggalangan bantuan bagi anak-anak dengan kelainan bibir sumbing dan lelangit. Menurut data Kementerian Kesehatan RI ada tiga keadaan jenis sumbing, yakni bibir sumbing dan lelangit, sumbing lelangit, dan bibir sumbing. Dan etnik Asia adalah etnik yang paling banyak mengidap bibir sumbing dan lelangit. Angka kejadian kasus bibir sumbing di Indonesia sebanyak 7.500 kelahiran setiap tahunnya.

Dari angka tersebut, sebagian besarnya dialami oleh keluarga duafa. Dilansir dari Detik Health, penyebab bibir sumbing dan lelangit antara lain karena genetik dan paparan zat berbahaya saat masa kehamilan seorang ibu.

Selain bibir sumbing dan lelangit itu berdampak pada penampilan area wajah, juga berdampak pada gangguan berbagai organ tubuh anak seperti perkembangan gigi dan mulut, proses makan dan minum, proses berbicara (sengau) dan psikososial pada anak. Anak dengan kelainan bibir sumbing tidak hanya membutuhkan operasi pembedahan, namun juga terapi dan pengobatan lain untuk menghilangkan berbagai dampak yang ditimbulkan dari bibir sumbing.

Indonesia sudah memiliki acuan pengobatan dan terapi pasien bibir sumbing, di Pusat Layanan Sumbing Terpadu, Cleft Craniofacial Center Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Semua layanan kesehatan tersebut menjadi tanggungan BPJS Kesehatan, kecuali layanan orthodonti (reposisi gigi).

YKMNU Pusat bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU PBNU menginisiasi program bantuan bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing. Program ini melayani dan membantu pasien sumbing dari kelurga duafa dan dari luar Jakarta untuk bisa mengakses layanan Cleft Craniofacial Center RSCM.

Bantuan yang nantinya diberikan di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan, edukasi cara pemberian nutrisi, rujukan BPJS, transportasi, rumah singgah, makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pasien selama pasien berobat.

Program ini berkolaborasi dengan Pusat Layanan Sumbing Terpadu, Cleft Craniofacial Center RSCM-FKUI guna mengakomodir kebutuhan pasien bibir sumbing dan lelangit yang belum mendapat penanganan dokter serta membantu keluarga duafa dalam pemberian nutrisi dan gizi.

Selama program ini berjalan, pasien dan keluarga duafa mendapat fasilitas tinggal di Rumah Singgah Syarifah Zuraida, Jl. C No. 34 RT/RW 004/001, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang diberdayakan YKMNU Pusat.

Mari kita dukung program kolaborasi ini agar anak-anak dari keluarga duafa bisa mendapatkan layanan operasi dan pengobatan bibir sumbing dengan mudah. Dan anak-anak bisa kembali sehat. Caranya:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 16 February 2024 oleh:
Muslimat NU
Akun Terverifikasi

Total
1 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Dukung Program Pengobatan Bibir Sumbing untuk Anak-Anak Duafa!

Dukung Program Pengobatan Bibir Sumbing untuk Anak-Anak Duafa!

Kebutuhan Dana 100.000.000

Dana Terkumpul 780.000

Donatur

308 Hari lagi

Muslimat NU

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) menggagas penggalangan bantuan bagi anak-anak dengan kelainan bibir sumbing dan lelangit. Menurut data Kementerian Kesehatan RI ada tiga keadaan jenis sumbing, yakni bibir sumbing dan lelangit, sumbing lelangit, dan bibir sumbing. Dan etnik Asia adalah etnik yang paling banyak mengidap bibir sumbing dan lelangit. Angka kejadian kasus bibir sumbing di Indonesia sebanyak 7.500 kelahiran setiap tahunnya.

Dari angka tersebut, sebagian besarnya dialami oleh keluarga duafa. Dilansir dari Detik Health, penyebab bibir sumbing dan lelangit antara lain karena genetik dan paparan zat berbahaya saat masa kehamilan seorang ibu.

Selain bibir sumbing dan lelangit itu berdampak pada penampilan area wajah, juga berdampak pada gangguan berbagai organ tubuh anak seperti perkembangan gigi dan mulut, proses makan dan minum, proses berbicara (sengau) dan psikososial pada anak. Anak dengan kelainan bibir sumbing tidak hanya membutuhkan operasi pembedahan, namun juga terapi dan pengobatan lain untuk menghilangkan berbagai dampak yang ditimbulkan dari bibir sumbing.

Indonesia sudah memiliki acuan pengobatan dan terapi pasien bibir sumbing, di Pusat Layanan Sumbing Terpadu, Cleft Craniofacial Center Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Semua layanan kesehatan tersebut menjadi tanggungan BPJS Kesehatan, kecuali layanan orthodonti (reposisi gigi).

YKMNU Pusat bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU PBNU menginisiasi program bantuan bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing. Program ini melayani dan membantu pasien sumbing dari kelurga duafa dan dari luar Jakarta untuk bisa mengakses layanan Cleft Craniofacial Center RSCM.

Bantuan yang nantinya diberikan di antaranya adalah pemeriksaan kesehatan, edukasi cara pemberian nutrisi, rujukan BPJS, transportasi, rumah singgah, makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pasien selama pasien berobat.

Program ini berkolaborasi dengan Pusat Layanan Sumbing Terpadu, Cleft Craniofacial Center RSCM-FKUI guna mengakomodir kebutuhan pasien bibir sumbing dan lelangit yang belum mendapat penanganan dokter serta membantu keluarga duafa dalam pemberian nutrisi dan gizi.

Selama program ini berjalan, pasien dan keluarga duafa mendapat fasilitas tinggal di Rumah Singgah Syarifah Zuraida, Jl. C No. 34 RT/RW 004/001, Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang diberdayakan YKMNU Pusat.

Mari kita dukung program kolaborasi ini agar anak-anak dari keluarga duafa bisa mendapatkan layanan operasi dan pengobatan bibir sumbing dengan mudah. Dan anak-anak bisa kembali sehat. Caranya:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur