Bantu Sifa, Balita dengan Kelainan Anus dan Langit-langit Mulut

Category Kesehatan
KABUPATEN KLATEN
NU Care-LAZISNU Klaten

Terkumpul

12.439.000

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
20 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Terlahir prematur di usia kandungan 37 minggu dengan berat kurang dari 2 kilogram, Kayla Geby Sifabella (1 tahun 9 bulan) lahir dengan kelainan anus buntu, paru-paru, dan langit-langit mulut yang berlubang (palatum). Kondisi paru-parunya yang bermasalah ini membuat Sifa harus berada di inkubator hingga 2 minggu dari hari kelahirannya.

Kondisi Sifabella dengan kantong plastik (colostomy bag) di perutnya

Ibunya, Agnes Restu Yunani (25) mengatakan bahwa di umurnya yang masih hitungan hari (3 hari), Sifa terpaksa harus melakukan tindakan operasi di bagian perut sebagai jalan keluar untuk buang air besar (BAB).

“Waktu itu, umurnya baru 3 hari, Sifa harus dioperasi untuk mempermudah jalan BAB-nya, karena anak saya ini terlahir tanpa anus atau kata dokter disebut kelainan Atresia ane. Dilanjut saat umur 6 bulan, ada tindakan pembuatan anus, dan 4 bulan kemudian dilakukan tindakan penutupan di bagian perut, karena sudah mau lewat jalannya (anus). Sayangnya, operasi tidak berjalan lancar karena ada penyempitan usus jadi dibuatkan kembali di perut (untuk jalan BAB, seperti semula). Namun, kondisi Sifa kritis dan harus masuk ruang ICU selama 3 hari dan total dirawat di rumah sakit selama 2 minggu,” ucap Agnes saat diwawancarai oleh Tim NU Care-LAZISNU Klaten via WhatsApp, pada 17 September 2021.

Walaupun sudah dioperasi, kondisi Sifa saat ini masih belum pulih. Perutnya masih terlihat kembung. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan usus sehingga harus dicarikan jalan keluar lewat perut ketika BAB.

“Sampai saat ini Sifa terus menggunakan kantong plastik khusus untuk BAB. Namanya kolostomi bag. Satu kantongnya itu seharga 60 ribu rupiah di apotek, untuk digunakan maksimal tiga hari,” sambungnya.

Tidak hanya bermasalah dengan anusnya yang tidak terbentuk, Sifa juga memiliki penyakit di langit-langit atas mulutnya (palatum). Sehingga ketika makan, makanannya terkadang keluar melalui hidung.

Sifabella terduduk lemas, tidak seaktif teman sebayanya

Menurut dokter yang mengatasi Sifa, kelainan di langit-langit mulutnya itu tidak hanya menyebabkan Sifa sulit untuk makan dan minum, tetapi juga menyebabkan dirinya akan telat bicara.

“Kata dokter, kelainan itu (palatum) bakal membuat Sifa telat bicara juga, dan harus segera dilakukan tindakan operasi sebelum umurnya dua tahun. Itu artinya tinggal tiga bulan lagi. Sampai saat ini, Sifa belum bisa melakukan tindakan karena terus-terusan demam. Padahal operasi perut dan anusnya juga belum selesai.” Pungkas Agnes.

Kedua orang tua Sifa sudah sekuat tenaga dan pikiran untuk memenuhi pengobatan Sifa, seperti untuk biaya obat hipotiroid (karena Sifa juga punya kelainan hipotiroid atau kurang aktifnya kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid), obat-obatan lainnya seperti suplemen makanan dan vitamin, kantong plastik (Colostomy Bag) dan kebutuhan susu.

Keduanya hanya mengandalkan gaji sebagai buruh proyek bangunan. Penghasilan sebagai buruh proyek ini tentunya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan anak keduanya ini. Hingga kini, Agnes dan suaminya, Maulana juga terpaksa harus tinggal bersama neneknya di Kelurahan Jombor, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, agar tidak terlalu jauh dengan rumah sakit ketika Sifa harus melakukan perawatan rutin.

Untuk itu, NU Care-LAZISNU mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk membantu Sifa agar dapat segera pulih dari penyakitnya; bertumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 20 September 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Klaten
Akun Terverifikasi

Total
1 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Sifa, Balita dengan Kelainan Anus dan Langit-langit Mulut

Bantu Sifa, Balita dengan Kelainan Anus dan Langit-langit Mulut

Kebutuhan Dana 100.000.000

Dana Terkumpul 12.439.000

Donatur

20 Hari lagi

NU Care-LAZISNU Klaten

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Terlahir prematur di usia kandungan 37 minggu dengan berat kurang dari 2 kilogram, Kayla Geby Sifabella (1 tahun 9 bulan) lahir dengan kelainan anus buntu, paru-paru, dan langit-langit mulut yang berlubang (palatum). Kondisi paru-parunya yang bermasalah ini membuat Sifa harus berada di inkubator hingga 2 minggu dari hari kelahirannya.

Kondisi Sifabella dengan kantong plastik (colostomy bag) di perutnya

Ibunya, Agnes Restu Yunani (25) mengatakan bahwa di umurnya yang masih hitungan hari (3 hari), Sifa terpaksa harus melakukan tindakan operasi di bagian perut sebagai jalan keluar untuk buang air besar (BAB).

“Waktu itu, umurnya baru 3 hari, Sifa harus dioperasi untuk mempermudah jalan BAB-nya, karena anak saya ini terlahir tanpa anus atau kata dokter disebut kelainan Atresia ane. Dilanjut saat umur 6 bulan, ada tindakan pembuatan anus, dan 4 bulan kemudian dilakukan tindakan penutupan di bagian perut, karena sudah mau lewat jalannya (anus). Sayangnya, operasi tidak berjalan lancar karena ada penyempitan usus jadi dibuatkan kembali di perut (untuk jalan BAB, seperti semula). Namun, kondisi Sifa kritis dan harus masuk ruang ICU selama 3 hari dan total dirawat di rumah sakit selama 2 minggu,” ucap Agnes saat diwawancarai oleh Tim NU Care-LAZISNU Klaten via WhatsApp, pada 17 September 2021.

Walaupun sudah dioperasi, kondisi Sifa saat ini masih belum pulih. Perutnya masih terlihat kembung. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan usus sehingga harus dicarikan jalan keluar lewat perut ketika BAB.

“Sampai saat ini Sifa terus menggunakan kantong plastik khusus untuk BAB. Namanya kolostomi bag. Satu kantongnya itu seharga 60 ribu rupiah di apotek, untuk digunakan maksimal tiga hari,” sambungnya.

Tidak hanya bermasalah dengan anusnya yang tidak terbentuk, Sifa juga memiliki penyakit di langit-langit atas mulutnya (palatum). Sehingga ketika makan, makanannya terkadang keluar melalui hidung.

Sifabella terduduk lemas, tidak seaktif teman sebayanya

Menurut dokter yang mengatasi Sifa, kelainan di langit-langit mulutnya itu tidak hanya menyebabkan Sifa sulit untuk makan dan minum, tetapi juga menyebabkan dirinya akan telat bicara.

“Kata dokter, kelainan itu (palatum) bakal membuat Sifa telat bicara juga, dan harus segera dilakukan tindakan operasi sebelum umurnya dua tahun. Itu artinya tinggal tiga bulan lagi. Sampai saat ini, Sifa belum bisa melakukan tindakan karena terus-terusan demam. Padahal operasi perut dan anusnya juga belum selesai.” Pungkas Agnes.

Kedua orang tua Sifa sudah sekuat tenaga dan pikiran untuk memenuhi pengobatan Sifa, seperti untuk biaya obat hipotiroid (karena Sifa juga punya kelainan hipotiroid atau kurang aktifnya kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid), obat-obatan lainnya seperti suplemen makanan dan vitamin, kantong plastik (Colostomy Bag) dan kebutuhan susu.

Keduanya hanya mengandalkan gaji sebagai buruh proyek bangunan. Penghasilan sebagai buruh proyek ini tentunya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pengobatan anak keduanya ini. Hingga kini, Agnes dan suaminya, Maulana juga terpaksa harus tinggal bersama neneknya di Kelurahan Jombor, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, agar tidak terlalu jauh dengan rumah sakit ketika Sifa harus melakukan perawatan rutin.

Untuk itu, NU Care-LAZISNU mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk membantu Sifa agar dapat segera pulih dari penyakitnya; bertumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur