Bantu Kayla Sembuh dari Kelenjar Getah Bening

Category Kesehatan
KABUPATEN CILACAP
NU CARE-LAZISNU Cilacap

Terkumpul

7.935.500

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Di umurnya yang baru menginjak 7 tahun, Makayla Zahra Assidik harus menderita penyakit kelenjar getah bening. Anak dari pasangan Sidik Fatoni (33) dan Ari Febrian Fitri (26) yang beralamat di Dusun Cibungur, Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah ini, awalnya jatuh saat sedang bermain dengan teman-temannya.

Tak diduga, selang sehari setelah Kayla terjatuh, di lehernya timbul benjolan yang membengkak. Sidik yang panik melihat sang anak terus kesakitan, akhirnya membawa Kayla ke tukang urut. Selepas diurut, rasa nyerinya perlahan hilang tapi tidak dengan bengkaknya. Melihat kondisi anaknya yang tidak membaik, Sidik pun membawanya ke dokter spesialis anak di Majenang, Cilacap. Kembali dari dokter, kondisi Kayla tidak ada perubahan.

Kondisi Kayla saat sedang menjalankan perawatan. (Dok. LAZISNU PCNU Cilacap)

Berbagai cara dilakukan oleh Sidik, salah satunya dengan membawa Kayla ke dokter spesialis bedah di RSU Wiradadi Husada di Banyumas. Dan benar saja, leher Kayla bukan sekadar bengkak. Dokter mendiagnosa, Kayla menderita penyakit kelenjar getah bening. 

“Kayla sudah berobat selama tiga bulan. Awalnya kami berobat di RSU Wiradadi Banyumas kemudian dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta karena penyakit yang diderita anak saya berhubungan dengan (penyakit) keganasan,”  ucap Sidik

Sampai di RSU Sardjito Jogjakarta tepatnya bulan Juli, kondisi Kayla semakin drop. Guna memastikan penyakit yang diidap Kayla, pihak rumah sakit melakukan prosedur medis berupa Bone Marrow Puncture (BMP) yang mengumpulkan dan memeriksa sumsum tulang untuk mendeteksi penyakit kelainan darah seperti leukimia atau limfoma. Hasilnya, ternyata benar, Kayla menderita tumor kelenjar getah bening limfoma.

Kayla dengan infus di tubuhnya. (Dok. LAZISNU PCNU Cilacap)

Menindaklanjuti pengobatan, Kayla pun mendapat tindakan radioterapi selama 5 (lima) kali berturut-turut. Kemudian menjalani kemoterapi selama 15 minggu.

“Kemo minggu pertama anak saya ngedrop, mengalami keluhan, mual-mual dan sariawannya parah, sampai luka. Kayla sampai tidak mau makan dan kemudian demam,” ujar Fitri, Ibu dari Kayla bercerita dengan pilu.

Dua minggu berikutnya, Kayla menjalani perawatan yang membutuhkan transfusi darah merah sebanyak 4 kantong dan darah putih sebanyak 3 kantong. “Sekarang sedang menjalani kemoterapi minggu ke-5, di Jogja. Kira-kira sudah 3 bulan lebih sejak bulan Juli,” imbuhnya.

Terlahir sebagai anak dari keluarga yang kurang mampu, pengobatan Kayla jelas menemui banyak hambatan. Keluarga merasa kesulitan untuk membayar pengobatan Kayla. Jangankan untuk operasi, untuk kehidupan sehari-hari pun keluarganya kesulitan. Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh (berdagang sohun) yang dititipkan di warung terdekat di desanya, dengan penghasilan Rp70 ribu per hari.

“Penghasilan saya ya cuma dari penjualan sohun. Itu pun kalau ada warung yang pesan saja. Selama anak saya di Rumah Sakit, saya ikut merawatnya. Jadi saat ini, saya tidak bisa bekerja sama sekali,” ucap Sidik sembari menghela nafasnya yang terasa sangat berat.

Seperti anak-anak sebayanya yang sehat dan lincah, tentu itulah yang diharapkan oleh Sidik dan Fitri. Namun apadaya, kondisinya berbeda dengan apa yang diharapkan. Saat ini Kayla membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya sampai selesai, yang membuat mereka harus terus memutar otak.

Demi mengurangi beban Sidik dan Fitri, NU Care-LAZISNU Cilacap mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk berpartisipasi dan berdonasi, membantu Kayla agar dapat menjalani perawatan dengan semestinya dan dapat sembuh seperti sedia kala, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya

    Kontributor: Asrita A
    Editor:  Putri Azmi Millatie/ Wahyu Noerhadi
Penggalangan dana dimulai 30 September 2022 oleh:
NU CARE-LAZISNU Cilacap
Akun Terverifikasi

Total
6 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Kayla Sembuh dari Kelenjar Getah Bening

Bantu Kayla Sembuh dari Kelenjar Getah Bening

Kebutuhan Dana 50.000.000

Dana Terkumpul 7.935.500

Donatur

0 Hari lagi

NU CARE-LAZISNU Cilacap

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Di umurnya yang baru menginjak 7 tahun, Makayla Zahra Assidik harus menderita penyakit kelenjar getah bening. Anak dari pasangan Sidik Fatoni (33) dan Ari Febrian Fitri (26) yang beralamat di Dusun Cibungur, Desa Wanareja, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah ini, awalnya jatuh saat sedang bermain dengan teman-temannya.

Tak diduga, selang sehari setelah Kayla terjatuh, di lehernya timbul benjolan yang membengkak. Sidik yang panik melihat sang anak terus kesakitan, akhirnya membawa Kayla ke tukang urut. Selepas diurut, rasa nyerinya perlahan hilang tapi tidak dengan bengkaknya. Melihat kondisi anaknya yang tidak membaik, Sidik pun membawanya ke dokter spesialis anak di Majenang, Cilacap. Kembali dari dokter, kondisi Kayla tidak ada perubahan.

Kondisi Kayla saat sedang menjalankan perawatan. (Dok. LAZISNU PCNU Cilacap)

Berbagai cara dilakukan oleh Sidik, salah satunya dengan membawa Kayla ke dokter spesialis bedah di RSU Wiradadi Husada di Banyumas. Dan benar saja, leher Kayla bukan sekadar bengkak. Dokter mendiagnosa, Kayla menderita penyakit kelenjar getah bening. 

“Kayla sudah berobat selama tiga bulan. Awalnya kami berobat di RSU Wiradadi Banyumas kemudian dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta karena penyakit yang diderita anak saya berhubungan dengan (penyakit) keganasan,”  ucap Sidik

Sampai di RSU Sardjito Jogjakarta tepatnya bulan Juli, kondisi Kayla semakin drop. Guna memastikan penyakit yang diidap Kayla, pihak rumah sakit melakukan prosedur medis berupa Bone Marrow Puncture (BMP) yang mengumpulkan dan memeriksa sumsum tulang untuk mendeteksi penyakit kelainan darah seperti leukimia atau limfoma. Hasilnya, ternyata benar, Kayla menderita tumor kelenjar getah bening limfoma.

Kayla dengan infus di tubuhnya. (Dok. LAZISNU PCNU Cilacap)

Menindaklanjuti pengobatan, Kayla pun mendapat tindakan radioterapi selama 5 (lima) kali berturut-turut. Kemudian menjalani kemoterapi selama 15 minggu.

“Kemo minggu pertama anak saya ngedrop, mengalami keluhan, mual-mual dan sariawannya parah, sampai luka. Kayla sampai tidak mau makan dan kemudian demam,” ujar Fitri, Ibu dari Kayla bercerita dengan pilu.

Dua minggu berikutnya, Kayla menjalani perawatan yang membutuhkan transfusi darah merah sebanyak 4 kantong dan darah putih sebanyak 3 kantong. “Sekarang sedang menjalani kemoterapi minggu ke-5, di Jogja. Kira-kira sudah 3 bulan lebih sejak bulan Juli,” imbuhnya.

Terlahir sebagai anak dari keluarga yang kurang mampu, pengobatan Kayla jelas menemui banyak hambatan. Keluarga merasa kesulitan untuk membayar pengobatan Kayla. Jangankan untuk operasi, untuk kehidupan sehari-hari pun keluarganya kesulitan. Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh (berdagang sohun) yang dititipkan di warung terdekat di desanya, dengan penghasilan Rp70 ribu per hari.

“Penghasilan saya ya cuma dari penjualan sohun. Itu pun kalau ada warung yang pesan saja. Selama anak saya di Rumah Sakit, saya ikut merawatnya. Jadi saat ini, saya tidak bisa bekerja sama sekali,” ucap Sidik sembari menghela nafasnya yang terasa sangat berat.

Seperti anak-anak sebayanya yang sehat dan lincah, tentu itulah yang diharapkan oleh Sidik dan Fitri. Namun apadaya, kondisinya berbeda dengan apa yang diharapkan. Saat ini Kayla membutuhkan biaya yang banyak untuk pengobatannya sampai selesai, yang membuat mereka harus terus memutar otak.

Demi mengurangi beban Sidik dan Fitri, NU Care-LAZISNU Cilacap mengajak seluruh #SahabatPeduli untuk berpartisipasi dan berdonasi, membantu Kayla agar dapat menjalani perawatan dengan semestinya dan dapat sembuh seperti sedia kala, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya

    Kontributor: Asrita A
    Editor:  Putri Azmi Millatie/ Wahyu Noerhadi

Kabar Terbaru

Belum ada kabar terbaru

Donatur