Bantu Dilan Sembuh dari Hidrosefalus!

Category Kesehatan
KABUPATEN JEPARA
NU Care-LAZISNU Jepara

Terkumpul

4.453.571

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Tentu hati Bu Fitriyani dan Pak Rohmat bersedih ketika tahu putranya yang baru lahir, Dilan, memiliki benjolan pada bagian kepalanya, yang tiap waktu kian membesar.

Dilan Caesar, adalah anak ke-3 dari pasangan Saidul Rohmat (35) dan Fitriyani (32) asal Desa Balong RT 01 RW 03, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Saat ini, usia Dilan belum genap 1 bulan.

Dokter menjelaskan bahwa benjolan di kepala Dilan adalah gejala penyakit Hydrocephalus (Hidrosefalus).

Hidrosefalus sendiri disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan di dalam otak. Akibatnya, cairan di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat. Banyaknya cairan yang menekan otak itu dapat menyebabkan kerusakan otak.

Kondisi ini memang paling sering terjadi pada bayi dan juga orang berusia lanjut.

Penanganan utama hidrosefalus yaitu dengan melakukan operasi, yang umumnya memasukkan selang (shunt) ke dalam ventrikel untuk mengalirkan kelebihan cairan. Ya, tujuannya untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak.

Menurut penuturan ayahnya, setiap hari Dilan tampak menahan sakit, merengek, namun tak menangis.

“Hanya sedikit air yang menetes dari matanya,” tutur Pak Rohmat, saat tim NU Care-LAZISNU mengunjungi kediamannya.

Pak Rohmat dan Bu Fitriyani sudah membawa buah hatinya ke Rumah Sakit Kariadi Semarang, untuk dilakukan perawatan intensif. Tetapi karena saat ini pihak RS pun memberlakukan protokol ketat kesehatan, Dilan harus menjalani Swab Test terlebih dulu.

Selain itu, Pak Rohmat sendiri mengaku memiliki kendala terkait biaya, terlebih untuk penanganan operasi Dilan. 

“Jujur penghasilan saya sebagai pegawai di kebun karet tak cukup untuk memenuhi kebutuhan perawatan dan biaya operasi Dilan,” ungkapnya.

Sampai di sini, Sahabat Peduli, mari kita bantu kebutuhan biaya perawatan dan operasi Dilan, agar Dilan bisa segera sembuh. Mari, Sahabat Peduli, kita donasikan sedikit rezeki kita dengan cara:

1.    Klik tombol “Donasi Sekarang”
2.    Masukkan nominal donasi
3.    Isi data diri
4.    Pilih metode pembayaran
5.    Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
6.    Dapatkan laporan via email

Penggalangan dana dimulai 30 September 2020 oleh:
NU Care-LAZISNU Jepara
Akun Terverifikasi

Total
3 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Dilan Sembuh dari Hidrosefalus!

Bantu Dilan Sembuh dari Hidrosefalus!

Terkumpul 4.453.571
Dana Dibutuhkan 100.000.000
NU Care-LAZISNU Jepara Akun Terverifikasi

Tentu hati Bu Fitriyani dan Pak Rohmat bersedih ketika tahu putranya yang baru lahir, Dilan, memiliki benjolan pada bagian kepalanya, yang tiap waktu kian membesar.

Dilan Caesar, adalah anak ke-3 dari pasangan Saidul Rohmat (35) dan Fitriyani (32) asal Desa Balong RT 01 RW 03, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Saat ini, usia Dilan belum genap 1 bulan.

Dokter menjelaskan bahwa benjolan di kepala Dilan adalah gejala penyakit Hydrocephalus (Hidrosefalus).

Hidrosefalus sendiri disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan di dalam otak. Akibatnya, cairan di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan dalam kepala meningkat. Banyaknya cairan yang menekan otak itu dapat menyebabkan kerusakan otak.

Kondisi ini memang paling sering terjadi pada bayi dan juga orang berusia lanjut.

Penanganan utama hidrosefalus yaitu dengan melakukan operasi, yang umumnya memasukkan selang (shunt) ke dalam ventrikel untuk mengalirkan kelebihan cairan. Ya, tujuannya untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak.

Menurut penuturan ayahnya, setiap hari Dilan tampak menahan sakit, merengek, namun tak menangis.

“Hanya sedikit air yang menetes dari matanya,” tutur Pak Rohmat, saat tim NU Care-LAZISNU mengunjungi kediamannya.

Pak Rohmat dan Bu Fitriyani sudah membawa buah hatinya ke Rumah Sakit Kariadi Semarang, untuk dilakukan perawatan intensif. Tetapi karena saat ini pihak RS pun memberlakukan protokol ketat kesehatan, Dilan harus menjalani Swab Test terlebih dulu.

Selain itu, Pak Rohmat sendiri mengaku memiliki kendala terkait biaya, terlebih untuk penanganan operasi Dilan. 

“Jujur penghasilan saya sebagai pegawai di kebun karet tak cukup untuk memenuhi kebutuhan perawatan dan biaya operasi Dilan,” ungkapnya.

Sampai di sini, Sahabat Peduli, mari kita bantu kebutuhan biaya perawatan dan operasi Dilan, agar Dilan bisa segera sembuh. Mari, Sahabat Peduli, kita donasikan sedikit rezeki kita dengan cara:

1.    Klik tombol “Donasi Sekarang”
2.    Masukkan nominal donasi
3.    Isi data diri
4.    Pilih metode pembayaran
5.    Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
6.    Dapatkan laporan via email