Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim

Category Ramadhan
KOTA JAKARTA PUSAT
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

16.930.212

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Kejadian bencana alam dan non-alam seperti pandemi Covid-19 telah merenggut ribuan nyawa sehingga menambah jumlah anak-anak menjadi yatim. Mereka tentu membutuhkan perhatian khusus, mulai dari kebutuhan makan, kesehatan, pendidikan serta tempat tinggal yang layak agar anak-anak bisa terus menjalani kehidupannya hingga usianya beranjak dewasa.

Cerita datang dari keluarga Sri Sunarsih asal Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Sri Sunarsih seorang diri merawat 3 anaknya yang menjadi yatim setelah kepergian suaminya. Hidup menjanda dengan kehidupan yang serba terbatas. Bahkan kedua anaknya terpaksa putus Sekolah Dasar karena tidak ada biaya lagi untuk menyambung pendidikan.

“Jangankan biaya sekolah ya, untuk makan sehari-hari saja kami masih sulit. Mau mengandalkan saudara juga tidak mungkin. Adik saya menderita gangguan jiwa. Saya terus bersabar dan pasrahkan ke Gusti Allah,” ucap Sri Sunarsih, kepada Tim NU Care-LAZISNU Banyumas saat tim menyambangi rumahnya.

Keterbatasan penglihatan menjadi kendala tersendiri bagi Bu Sri dalam bekerja. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 semakin memperparah kondisi kehidupan keluarganya.

Senasib sepenanggungan dengan Bu Sri, ananda Rizal Saputra (13 thn) pun, harus berjuang seorang diri merawat kakak dan kakeknya di Dusun Tengah, Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Mbah Zahri, kakek dari Rizal dulu seorang pedagang. Akan tetapi, karena usia yang tak lagi muda membuat Mbah Zahri berhenti bekerja. Sementara Ilham, saudara laki-laki dari Rizal mengalami lumpuh, dan cacat tangan serta kaki kanannya setelah diamputasi akibat tertabrak kereta.

Beban kehidupan yang ditanggung Rizal bisa dibilang sangat berat, terlebih di usianya yang masih sangat muda. Di sela rutinitasnya bersekolah di bangku kelas 6 SD, Rizal harus membagi waktu untuk belajar, memasak, memandikan kakaknya, hingga membantu segala kebutuhan kakek dan kakaknya.

“Kami berharap, banyak para dermawan yang peduli terhadap penderitaan Rizal dan keluarganya,” harap Ketua NU Care-LAZISNU Sampang, Zainuddin, yang tempo hari mengunjungi kediaman Rizal.

NU Care-LAZISNU menginisiasi program “Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim” dalam rangka memfasilitasi para donatur yang ingin menyantuni-menghidupi anak yatim melalui beberapa pilihan bantuan antara lain:

  • Bantuan Paket Makanan Buka Puasa dan Sahur
  • Paket Vitamin
  • Bingkisan Ramadhan
  • THR

Mari bersama turut peduli dan saling berbagi dalam program “Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim”. #SahabatPeduli bisa ikut kontribusi dalam program ini dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 9 April 2021 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
59 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim

Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim

Terkumpul 16.930.212
Dana Dibutuhkan 100.000.000
NU CARE-LAZISNU Akun Terverifikasi

Kejadian bencana alam dan non-alam seperti pandemi Covid-19 telah merenggut ribuan nyawa sehingga menambah jumlah anak-anak menjadi yatim. Mereka tentu membutuhkan perhatian khusus, mulai dari kebutuhan makan, kesehatan, pendidikan serta tempat tinggal yang layak agar anak-anak bisa terus menjalani kehidupannya hingga usianya beranjak dewasa.

Cerita datang dari keluarga Sri Sunarsih asal Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Sri Sunarsih seorang diri merawat 3 anaknya yang menjadi yatim setelah kepergian suaminya. Hidup menjanda dengan kehidupan yang serba terbatas. Bahkan kedua anaknya terpaksa putus Sekolah Dasar karena tidak ada biaya lagi untuk menyambung pendidikan.

“Jangankan biaya sekolah ya, untuk makan sehari-hari saja kami masih sulit. Mau mengandalkan saudara juga tidak mungkin. Adik saya menderita gangguan jiwa. Saya terus bersabar dan pasrahkan ke Gusti Allah,” ucap Sri Sunarsih, kepada Tim NU Care-LAZISNU Banyumas saat tim menyambangi rumahnya.

Keterbatasan penglihatan menjadi kendala tersendiri bagi Bu Sri dalam bekerja. Ditambah kondisi pandemi Covid-19 semakin memperparah kondisi kehidupan keluarganya.

Senasib sepenanggungan dengan Bu Sri, ananda Rizal Saputra (13 thn) pun, harus berjuang seorang diri merawat kakak dan kakeknya di Dusun Tengah, Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Mbah Zahri, kakek dari Rizal dulu seorang pedagang. Akan tetapi, karena usia yang tak lagi muda membuat Mbah Zahri berhenti bekerja. Sementara Ilham, saudara laki-laki dari Rizal mengalami lumpuh, dan cacat tangan serta kaki kanannya setelah diamputasi akibat tertabrak kereta.

Beban kehidupan yang ditanggung Rizal bisa dibilang sangat berat, terlebih di usianya yang masih sangat muda. Di sela rutinitasnya bersekolah di bangku kelas 6 SD, Rizal harus membagi waktu untuk belajar, memasak, memandikan kakaknya, hingga membantu segala kebutuhan kakek dan kakaknya.

“Kami berharap, banyak para dermawan yang peduli terhadap penderitaan Rizal dan keluarganya,” harap Ketua NU Care-LAZISNU Sampang, Zainuddin, yang tempo hari mengunjungi kediaman Rizal.

NU Care-LAZISNU menginisiasi program “Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim” dalam rangka memfasilitasi para donatur yang ingin menyantuni-menghidupi anak yatim melalui beberapa pilihan bantuan antara lain:

  • Bantuan Paket Makanan Buka Puasa dan Sahur
  • Paket Vitamin
  • Bingkisan Ramadhan
  • THR

Mari bersama turut peduli dan saling berbagi dalam program “Ramadhan Bangkit bersama Anak Yatim”. #SahabatPeduli bisa ikut kontribusi dalam program ini dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya