Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Category Dakwah & Kemanusiaan
KABUPATEN GROBOGAN
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

28.358.420

Dana Dibutuhkan

200.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Kemarau yang panjang dan tiba lebih awal membuat sejumlah daerah di Indonesia terdampak kekeringan ekstrem. Seperti di Jawa Tengah, kekeringan melanda 22 kabupaten/kota. Kondisinya makin parah dan meluas, khususnya di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan. Dilansir dari Media Indonesia, per 20 Agustus 2023, kekeringan di Blora dan Grobogan ini mengakibatkan lebih dari 600 ribu warga di 187 desa yang tersebar di 30 kecamatan terdampak, dan mengalami krisis air bersih.

Di Blora, sebanyak 424.831 warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang mengharuskan mereka mencarinya ke wilayah yang jauh, sebab sumber air di desa mulai dari sumur, sungai, saluran irigasi, juga bendungan telah mengering.

Di daerah sebelah barat Kabupaten Blora, yakni Kabupaten Grobogan, hal serupa dirasakan warga di 62 desa dari 16 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Warga di Grobogan harus menempuh jarak sekitar 8 km menuju sungai hanya untuk mendapatkan beberapa liter air, dengan menggali atau membuat sumur di tengah sungai dengan minimal kedalaman 60 meter.

Menanggulangi musibah kekeringan itu, LAZISNU Grobogan turut aktif membantu warga dengan menyalurkan air bersih. Ketua LAZISNU Grobogan, M Ghulam Dhofir Mansur menjelaskan pihaknya telah mendistribusikan bantuan 250 ribu liter air bersih untuk warga di beberapa wilayah Kabupaten Grobogan, termasuk di pondok pesantren.

Bersama LAZISNU di tingkat kecamatan, Fatayat NU, dan Banser, LAZISNU Kabupaten Grobogan telah menyalurkan bantuan air bersih kepada sekitar 2.700 warga dan santri di 22 desa, 7 kecamatan, dan 9 pesantren.

“Kekeringan semakin meluas di Kabupaten Grobogan. Banyak sekali keluhan datang dari warga terkait musibah ini. Mari kita gotong royong untuk saling membantu. Bantuan atau sedekah untuk air bersih dari saudara semua sangat penting untuk warga,” ajak Ghulam.

Masih di Jawa Tengah, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Boyolali, Sragen, dan Kabupaten Cilacap. Di Sragen, LAZISNU melalui Tim NU Peduli telah menyalurkan 80 ribu liter air bersih untuk warga di 6 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Sementara di Kabupaten Cilacap, kekeringan melanda 55,7 ribu warga di 50 desa yang tersebar di 14 kecamatan. LAZISNU Cilacap hingga saat ini telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 8 tahap, dengan jumlah 243,5 ribu liter.

Ketua LAZISNU Cilacap, H Wasbah Samudra Fawaid mengutip data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, memahami bahwa musibah kekeringan ini sebagai dampak dari El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan Januari 2024. Wasbah mengungkapkan, ada dua strategi atau program yang dilakukan NU Care-LAZISNU Cilacap.

Pertama, program jangka pendek adalah dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di berbagai titik. “Untuk mendistribusikan air, kami sudah berlangganan dengan truk tangki berkapasitas lima ribu hingga delapan ribu liter,” ujar Wasbah.

Kedua, adalah dengan membangun penampungan air sementara yang berkapasitas satu hingga dua ribu liter air bersih. “Untuk program jangka panjang ini, kami akan membangun sumur-sumur bor dan gali, agar ke depannya masyarakat bisa menggunakan sumur-sumur itu untuk kegiatan sehari-hari, seperti mencuci, MCK, dan untuk konsumsi,” paparnya.

Program ini berlangsung mulai Agustus sampai musim kemarau selesai yang diperkirakan sampai bulan Januari 2024.

Tidak hanya di Jawa Tengah, musibah kekeringan ekstrem dan krisis air bersih juga melanda wilayah di Kabupaten Bogor sejak awal Mei, yang berdampak kepada 100 ribu jiwa warga di 19 kecamatan. Dari Bogor Jawa Barat, kekeringan pun meluas sampai Kota Sukabumi. Sementara di Provinsi Banten, kekeringan terjadi di 12 kecamatan di Kabupaten Lebak, juga di Serang dan Kabupaten Pandeglang. Di Jawa Timur, warga Kabupaten Trenggalek dan Bojonegoro juga dilanda kekeringan. Dan di Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta, kekeringan berdampak pula pada kolam budidaya ikan akibat kekurangan air.

Jadi, mari, bersama kita hadapi musim kemarau ini, yang diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2024. Mari kita gotong royong bantu warga terdampak kekeringan ekstrem di beberapa daerah, dengan bersedekah untuk pendistribusian air bersih dan pembuatan sumur bor. Sedekah Anda semua, para dermawan, #SahabatPeduli dapat dilakukan dengan cara:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 31 August 2023 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
90 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Kebutuhan Dana 200.000.000

Dana Terkumpul 28.358.420

Donatur

0 Hari lagi

NU CARE-LAZISNU

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Kemarau yang panjang dan tiba lebih awal membuat sejumlah daerah di Indonesia terdampak kekeringan ekstrem. Seperti di Jawa Tengah, kekeringan melanda 22 kabupaten/kota. Kondisinya makin parah dan meluas, khususnya di Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan. Dilansir dari Media Indonesia, per 20 Agustus 2023, kekeringan di Blora dan Grobogan ini mengakibatkan lebih dari 600 ribu warga di 187 desa yang tersebar di 30 kecamatan terdampak, dan mengalami krisis air bersih.

Di Blora, sebanyak 424.831 warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang mengharuskan mereka mencarinya ke wilayah yang jauh, sebab sumber air di desa mulai dari sumur, sungai, saluran irigasi, juga bendungan telah mengering.

Di daerah sebelah barat Kabupaten Blora, yakni Kabupaten Grobogan, hal serupa dirasakan warga di 62 desa dari 16 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Warga di Grobogan harus menempuh jarak sekitar 8 km menuju sungai hanya untuk mendapatkan beberapa liter air, dengan menggali atau membuat sumur di tengah sungai dengan minimal kedalaman 60 meter.

Menanggulangi musibah kekeringan itu, LAZISNU Grobogan turut aktif membantu warga dengan menyalurkan air bersih. Ketua LAZISNU Grobogan, M Ghulam Dhofir Mansur menjelaskan pihaknya telah mendistribusikan bantuan 250 ribu liter air bersih untuk warga di beberapa wilayah Kabupaten Grobogan, termasuk di pondok pesantren.

Bersama LAZISNU di tingkat kecamatan, Fatayat NU, dan Banser, LAZISNU Kabupaten Grobogan telah menyalurkan bantuan air bersih kepada sekitar 2.700 warga dan santri di 22 desa, 7 kecamatan, dan 9 pesantren.

“Kekeringan semakin meluas di Kabupaten Grobogan. Banyak sekali keluhan datang dari warga terkait musibah ini. Mari kita gotong royong untuk saling membantu. Bantuan atau sedekah untuk air bersih dari saudara semua sangat penting untuk warga,” ajak Ghulam.

Masih di Jawa Tengah, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Boyolali, Sragen, dan Kabupaten Cilacap. Di Sragen, LAZISNU melalui Tim NU Peduli telah menyalurkan 80 ribu liter air bersih untuk warga di 6 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Sementara di Kabupaten Cilacap, kekeringan melanda 55,7 ribu warga di 50 desa yang tersebar di 14 kecamatan. LAZISNU Cilacap hingga saat ini telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 8 tahap, dengan jumlah 243,5 ribu liter.

Ketua LAZISNU Cilacap, H Wasbah Samudra Fawaid mengutip data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, memahami bahwa musibah kekeringan ini sebagai dampak dari El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan Januari 2024. Wasbah mengungkapkan, ada dua strategi atau program yang dilakukan NU Care-LAZISNU Cilacap.

Pertama, program jangka pendek adalah dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di berbagai titik. “Untuk mendistribusikan air, kami sudah berlangganan dengan truk tangki berkapasitas lima ribu hingga delapan ribu liter,” ujar Wasbah.

Kedua, adalah dengan membangun penampungan air sementara yang berkapasitas satu hingga dua ribu liter air bersih. “Untuk program jangka panjang ini, kami akan membangun sumur-sumur bor dan gali, agar ke depannya masyarakat bisa menggunakan sumur-sumur itu untuk kegiatan sehari-hari, seperti mencuci, MCK, dan untuk konsumsi,” paparnya.

Program ini berlangsung mulai Agustus sampai musim kemarau selesai yang diperkirakan sampai bulan Januari 2024.

Tidak hanya di Jawa Tengah, musibah kekeringan ekstrem dan krisis air bersih juga melanda wilayah di Kabupaten Bogor sejak awal Mei, yang berdampak kepada 100 ribu jiwa warga di 19 kecamatan. Dari Bogor Jawa Barat, kekeringan pun meluas sampai Kota Sukabumi. Sementara di Provinsi Banten, kekeringan terjadi di 12 kecamatan di Kabupaten Lebak, juga di Serang dan Kabupaten Pandeglang. Di Jawa Timur, warga Kabupaten Trenggalek dan Bojonegoro juga dilanda kekeringan. Dan di Kabupaten Sleman Provinsi D.I. Yogyakarta, kekeringan berdampak pula pada kolam budidaya ikan akibat kekurangan air.

Jadi, mari, bersama kita hadapi musim kemarau ini, yang diprediksi akan berlangsung hingga Januari 2024. Mari kita gotong royong bantu warga terdampak kekeringan ekstrem di beberapa daerah, dengan bersedekah untuk pendistribusian air bersih dan pembuatan sumur bor. Sedekah Anda semua, para dermawan, #SahabatPeduli dapat dilakukan dengan cara:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Isi data diri
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

4,9 Juta Liter Air Bersih Disalurkan LAZISNU se-Jawa Timur untuk Masyarakat Terdampak Kekeringan

27/10/2023

Image


Surabaya, NU Care
Kemarau panjang dan kekeringan ekstrem semakin dirasakan dampaknya di sejumlah daerah di Jawa Timur. Akibatnya, masyarakat mengalami krisis air bersih. Guna mengatasi dampak kekeringan itu, NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur sejak Agustus lalu telah menyalurkan bantuan air bersih ke berbagai daerah di Jatim yang mengalami kekeringan.

Ketua LAZISNU PWNU Jawa Timur, Ahmad Afif Amrullah mengatakan hingga akhir bulan Oktober ini, total bantuan air bersih yang sudah disalurkan mencapai 4.989.500 (4,9 juta) liter.

“Lebih dari 4,9 juta liter air bersih yang telah disalurkan oleh LAZISNU se-Jawa Timur. Ini kami himpun berdasarkan laporan dari LAZISNU di 14 kabupaten kota sampai hari ini,” kata Afif dalam keterangannya yang diterima NU Care, Rabu (25/10/2023).

Proses pendistribusian, lanjut Afif, dilakukan dengan menggunakan truk tangki air berkapasistas sekitar 5 ribu liter, yang dilakukan secara bertahap ke sejumlah desa di 14 kabupaten/kota di Jatim. Dirinya mengungkapkan, untuk teknis pendistribusiannya para pengurus LAZISNU juga berkolaborasi dengan lembaga dan badan otonom NU setempat.

“Antara lain dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU dan GP Ansor. Sebagian juga kami salurkan langsung ke pondok pesantren untuk membantu para santri,” imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, ke depan NU Care-LAZISNU se-Jatim akan terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.

Afif merinci bantuan air bersih dari LAZISNU se-Jawa Timur sampai tanggal 25 Oktober 2023, sebagai berikut:

  1. LAZISNU PWNU Jatim 296.500 liter
  2. LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar 1.379.000 liter
  3. LAZISNU PCNU Bojonegoro 1.362.000 liter
  4. LAZISNU PCNU Sampang 450.000 liter
  5. LAZISNU PCNU Lumajang 250.000 Liter
  6. LAZISNU PCNU Pacitan 292.000 liter
  7. LAZISNU PCNU Tuban 210.000 liter
  8. LAZISNU PCNU Tulungagung 50.000 liter
  9. LAZISNU PCNU Kabupaten Malang 150.000 liter
  10. LAZISNU PCNU Sumenep 30.000 liter
  11. LAZISNU PCNU Jombang 14.000 liter
  12. LAZISNU PCNU Bangkalan 246.000 liter
  13. LAZISNU PCNU Trenggalek 50.000 liter
  14. LAZISNU PCNU Kabupaten Pasuruan 210.000 liter
  15. NU Peduli Nganjuk 40.000 liter

Mengingat kekeringan masih terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, LAZISNU Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk membantu warga yang mengalami krisis air bersih, dengan bersedekah. Sedekah untuk air bersih dapat ditransfer ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) di nomor 100-9990-091 atas nama LAZISNU Jawa Timur, dan melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp 0896-3009-2626.

Editor: Wahyu Noerhadi

LAZISNU Sumenep Salurkan 30 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Kecamatan Pasongsongan

26/10/2023

Image


Sumenep, NU Care
LAZISNU dan LPBINU Sumenep menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Pasongsongan, Selasa (24/10/2023).

Sebanyak 30.000 liter air bersih disediakan untuk keseluruhan titik. "Satu titik didistribusikan 6.000 liter air bersih, baik di Desa Montorna dan Prancak. Sementara air bersih yang terdistribusi ke pesantren, madrasah, masjid dan masyarakat sebanyak 30.000 liter,” kata Ketua LPBINU Sumenep, Fathol Amin.

Ketua LAZISNU Sumenep Kiai A Quraisy Makki menyatakan bahwa penyaluran air bersih ini berangkat dari sebuah desakan dari pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasongsongan. Penentuan dua desa tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan MWCNU dengan berbasis pesantren, madrasah dan masjid.

Di momen Hari Santri 2023, lanjutnya, pihaknya memilih di antara beberapa pusat keagamaan, pusat kebudayaan, khususnya pesantren dan madrasah untuk membantu kebutuhan air bersih santri. Kiai Quraisy menegaskan, LAZISNU sebagai departementasi NU pasti hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadirannya akan memberikan manfaat untuk dhuafa dan masyarakat yang mendesak untuk dibantu olehnya.

“Kami hadir sebagai jembatan antara para donatur dan aghniya yang siap bersedekah melalui LAZISNU untuk kebutuhan air bersih. Pilihan ini kami ambil sebagai momentum Hari Santri 2023 dan musim kemarau panjang. Beberapa Ranting NU membutuhkan pengadaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi dan ibadah,” terangnya sebagaimana diberitakan NU Online.

Menyikapi krisis air bersih ini, Kiai Quraisy melaporkan bahwa pihaknya dapat subsidi dari NU Care-LAZISNU Jawa Timur untuk operasional dan menggunakan kas dari himpunan sedekah warga yang tidak mengikat. Dana ini akan dialokasikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Berdasarkan hasil koordinasi dan kerja sama dengan BPBD Sumenep, ada 2 armada yang siap turun ke lapangan dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan medan yang relatif ekstrem. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh warga NU untuk menyalurkan bantuannya dalam mengatasi krisis air bersih," ungkapnya.

Editor: Kendi Setiawan

Sambut Hari Santri, LAZISNU Distribusikan Air Bersih untuk Pesantren Terdampak Kekeringan di Jatim

21/10/2023

Image


Bangkalan, NU Care
LAZISNU PBNU bersama LAZISNU PWNU Jawa Timur dalam program kemanusiaan mendistribusikan bantuan air bersih di sejumlah pondok pesantren yang terdampak kekeringan ekstrem. Bantuan tersebut disalurkan ke pesantren yang berada di 11 kabupaten di Jatim, yaitu Bangkalan, Gresik, Bojonegoro, Kabupaten Malang, Trenggalek, Tulungagung, Pamekasan, Sumenep, Pacitan, Probolinggo, dan Kabupaten Kediri.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Qohari Cholil mengatakan penyaluran bantuan itu juga dilangsungkan dalam rangka menyambut perayaan Hari Santri Nasional tahun 2023.

"Kami menyalurkan bantuan air bersih ini dikarenakan banyak daerah yang terdampak kekeringan, sehingga kami menyalurkan air bersih di beberapa pesantren seperti di Bangkalan, Gresik, Probolinggo, dan daerah lain yang juga terdampak kekeringan. Di sisi lain, kegiatan ini juga turut menjadi ajang perayaan Hari Santri Nasional," jelas Qohari saat penyaluran bantuan di Pondok Pesantren Miftahus Sholah, Dusun Serpang, Desa Durin Timur, Kecamatan Konang, Bangkalan, pada Sabtu (21/10/2023).

Pendanaan dari kegiatan ini, lanjutnya, merupakan hasil pengumpulan dana infak masyarakat melalui BSI Mobile. "Kami bekerjasama dengan BSI Mobile yang menjadi wadah masyarakat dalam menyalurkan infaknya," ujar Qohari.

Sementara itu, pengurus Pondok Pesantren Miftahus Sholah, Helmi menyampaikan bahwa amal berupa bantuan air bersih bermanfaat bagi para santri dan pesantren.

“Terima kasih atas bantuan air bersih dari NU Care-LAZISNU dan BSI Mobile. Semoga amal air dari bantuan BSI dan LAZISNU ini menjadi manfaat bagi santri di Pesantren Miftahus Sholah,” ucap Helmi.

Pewarta: Putri Azmi Millatie
Editor: Wahyu Noerhadi

Atasi Kekeringan, LAZISNU Tegal Jateng Turut Salurkan Air Bersih untuk Warga

13/10/2023

Image


Tegal, NU Care
NU Care-LAZISNU Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berpartisipasi menangani dampak kekeringan parah dengan mengirimkan bantuan air bersih kepada warga. Sebanyak 16 ribu liter air bersih menyasar warga terdampak kekeringan dikirimka ke sejumlah titik wilayah di Kabupaten Tegal pada Kamis (12/10/20203).

Ketua LAZISNU Kabupaten Tegal Akhmad Darus mengatakan, air bersih disalurkan di antaranya ke Kecamatan Jatinegara.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami dalam membantu warga terdampak kekeringan dan kesulitan mendapat air bersih. Insyaallah program ini akan berlanjut untuk membantu warga yang membutuhkan," ungkapnya dikutip dari lazisnutegal.id.

Penyaluran air bersih LAZISNU ini disambut antusias warga. Sejumlah drum, jeriken dan ember berjajar di setiap titik desa yang menjadi sasaran penyaluran air bersih. Soalnya krisis air bersih mulai dirasakan warga dua bulan terakhir akibat dampak musim kemarau tahun ini.

Wakil Sekretaris NU Care-LAZISNU Kabupaten Tegal yang turut langsung dalam penyaluran air bersih, Maskun mengatakan, dalam membantu mengatasi dampak kekeringan tersebut, NU Care-LAZISNU Kabupaten Tegal melakukan program jangka pendek dan panjang.

Maskun menyampaikan, bahwa sebagian sumber dana penyaluran air bersih berasal dari dana NU Care-LAZISNU Kabupaten Tegal dan bersinergi dengan Perumda Air Minum Tirta Ayu Kabupaten Tegal.

"Kita selalu berharap sinergi dengan berbagai pihak, agar kita bisa menghadapi dan melalui bencana kekeringan ini dengan mudah," ujarnya.

Sementara itu BMKG memprediksikan bahwa puncak musim kemarau terjadi hingga bulan November-Desember 2023. Musim kemarau tahun ini kondisinya lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, dalam menghadapi kekeringan ini, warga diimbau bijak menggunakan air.

Editor: Kendi Setiawan

LAZISNU Cilacap Salurkan 656 Ribu Air Bersih dalam 24 Tahap

27/09/2023

Image


Cilacap, NU Care
NU Care-LAZISNU Cilacap Jawa Tengah kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Secara keseluruhan, hingga Ahad (24/09/2023), sebanyak 656 ribu liter air bersih disalurkan NU Care-LAZINU Cilacap. Para penerima berada di beberapa kecamatan seperti Kawunganten, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, dan Kecamatan Bantarsari.

Direktur NU Care-LAZISNU Cilacap, Ahmad Fauzi menyebut, total bantuan air bersih yang disalurkan NU Care-LAZISNU Cilacap telah mencapai 24 tahap. Jumlah tahap yang dimaksud adalah jumlah hari penyaluran. Artinya dalam setiap tahap atau setiap hari penyaluran, bisa saja terdapat lebih dari 1 lokasi sasaran penerima. Sebelumnya, data penyaluran air bersih hingga Rabu (20/9/2023) bantuan air bersih sebanyak 21 tahap dengan 608 ribu liter air bersih yang telah disalurkan.

Pelaksanaan penyaluran air bersih bekerja sama dengan LAZISNU MWCNU di lokasi sasaran bantuan berada, misalnya penyaluran di Kecamatan Kawunganten pelaksanaannya bersama LAZISNU MWCNU Kawunganten, di bawah koordinasi NU Care-LAZISNU Cilacap.

“Ke depan, kita akan mengirimkan bantuan air bersih seiring terjadinya bencana kekeringan yang dialami masyarakat,” ujar Fauzi seperti diberitakan NU Online, Selasa (26/09/2023).

Sebelumnya, Ketua LAZISNU PCNU Cilacap Wasbah Samudra Fawaid mengatakan bahwa pihaknya akan terus hadir dan megirim bantuan air bersih untuk warga Cilacap.

“Tentunya program yang berlangsung mulai Agustus ini, akan berlanjut sampai musim kemarau selesai yang diperkirakan sampai bulan Januari 2024,” terang Wasbah.

Menurut Wasbah, pihaknya berkolaborasi dengan beberapa pihak dalam pengadaan air bersih, selain memanfaatkan hasil penggalangan infak melalui Koin NU. Bahkan penyaluran pada Rabu (20/09/2023) memanfaatkan bantuan dana dari para buruh migran di Hong Kong yang dititipkan melalui NU Care-LAZISNU Hong Kong.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian besar wilayah di Indonesia pada September 2023 ini telah memasuki musim kemarau. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut bahwa berdasarkan hasil analisa BMKG, sebanyak 78,5 persen dari total zona musim telah memasuki musim kemarau.

“Hasil pemantauan menunjukkan bahwa saat ini sekitar 78,5 persen dari total zona musim telah memasuki musim kemarau. Jadi, poinnya adalah sebagian besar wilayah Indonesia saat ini telah memasuki musim kemarau,” katanya sebagaimana dalam tayangan Youtube BMKG.

Keringnya musim kemarau saat ini sesuai hasil prediksi BMKG di bulan Februari 2023 lalu, akibat dari pengaruh dua-duanya yaitu El Nino dari Samudra Pasifik dan IOD positif dari Samudra Hindia yang saling menguatkan. Fenomina El Nino dan IOD positif tersebut menyebabkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia menjadi jauh lebih sedikit dari normalnya yang berkaitan dengan kondisi curah hujan rendah.

“Bahkan sudah lebih dari dua bulan beberapa wilayah di Indonesia tidak mengalami hujan sama sekali. Itulah sebagai penyebab kekeringan di Indonesia sesuai hasil prediksi yang disampaikan BMKG,” tandas Dwikorita.

Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mengkonfirmasi bahwa sebanyak 20 kecamatan dari 24 kecamatan dan 105 desa dari 269 desa di Cilacap terdampak kekeringan parah.

Sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia, NU Care-LAZISNU PBNU menyediakan laman penggalangan bantuan melalui halaman campaign: Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan 

Kontributor: Ahmad Solkan
Editor: Kendi Setiawan/Wahyu Noerhadi

LAZISNU Kabupaten Serang Salurkan Air Bersih ke Kecamatan Tirtayasa

15/09/2023

Image


Kabupaten Serang, NU Care
Kekeringan juga terjadi di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kecamatan Tirtayasa bahkan disebut termasuk daerah terparah terdampak kemarau tahun ini. Sejumlah desa di kecamatan tersebut disebut mengalami krisis air bersih.

Ketua LAZISNU Kabupaten Serang, Ahmad Edwar mengatakan warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Mereka pun harus mendapatkan air bersih ke wilayah yang cukup jauh.

"Sumber air di desa, mulai sumur, sungai, hingga saluran irigasi telah mengering," ujar Ahmad Edwar Sabtu (9/09/2023) diberitakan NU Online Banten.

Untuk mengurangi beban masyarakat, LAZISNU Kabupaten Serang menyalurkan air bersih.

"Kami telah mendistribusikan bantuan 24 ribu liter air bersih untuk warga di beberapa wilayah di Tirtayasa. Termasuk di pondok pesantren," ujarnya.

Edwar mengatakan saat ini masih bayak permintaan dari desa-desa lain yang belum mendapatkan bantuan air bersih. "Dari LAZISNU Kabupaten Serang insyaallah terus berusaha mengurangi beban warga yang kekeringan air," imbuhnya.

Dia mengatakan target bantuan yang didistribusikan 120 ribu liter air. Pada Sabtu baru tercapai 24 ribu liter. "Senin nanti ke Kecamatan Kibin. Air kami ambil dari Baros. Kegiatan LAZISNU ini hasil dari donasi dan Koin NU," imbuhnya.

Salah seorang tokok masyarakat Tirtayasa, H Wahid, mengucapkan terima kasih kepada LAZISNU PCNU Kabupaten Serang yang sudah membantu memberikan air bersih kepada warga dan pondok pesantren.

Untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, NU Care-LAZISNU juga melakukan penggalangan melalui nucare.id/program/sedekahairbersih.

Editor: Kendi Setiawan/Wahyu Noerhadi

MWCNU Sidoharjo Kabupaten Sragen Distribusikan Bantuan 5 Tangki Air Bersih

07/09/2023

Image


Sragen, NU Care
MWC NU Sidoharjo, Sragen bersama UPZISNU dan lembaga-Banom NU setempat dalam gerakan NU Peduli Kecamatan Sidoharjo menyalurkan Sedekah Air Bersih untuk membantu warga terdampak kekeringan yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Koordinator lapangan NU Peduli Sidoharjo, Totok menjelaskan penyaluran bantuan tersebut sebagai langkah penanggulangan dampak kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan sehingga warga kesusahan untuk mendapatkan air bersih.

Totok menyebut, sebanyak 5 tangki air bersih disalurkan NU Peduli Kecamatan Sidoharjo bagi warga yang tersebar di Dukuh Pereng, Dukuh Jetis, Dukuh Ngregunung, Desa Ketelan, Kecamatan Tangen, pada Rabu (6/09/2023).

“Semoga bermanfaat dan bisa membantu kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan saat ini,” ungkap Totok.

Sebelumnya, Ketua MWCNU Sidoharjo KH Amin Ari Wibowo menjelaskan bantuan tersebut berumber dari dana kas MWCNU Sidoharjo dan sedekah para donatur yang dikelola oleh UPZISNU Kecamatan Sidoharjo.

“MWCNU Sidoharjo bersama-sama UPZISNU, Garfa, dalam gerakan NU Peduli gotong royong mengirimkan bantuan air bersih. Sedekah Air Bersih ini semoga bermanfaat dan dapat membantu warga yang sedang kesulitan air bersih,” ucap Kiai Amin.

Salah seorang warga penerima bantuan air bersih, Keman mengungkapkan bahwa saat ini yang menjadi kebutuhan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah air bersih.

“Atas nama pribadi dan seluruh warga, kami menyampaikan terima kasih kepada MWCNU Sidoharjo dan semua pihak yang terlibat. Terima kasih telah menyalurkan bantuan air bersih, yang saat ini sedang menjadi kebutuhan kami untuk memenuhi kebutuhan keseharian. Semoga sedekahnya panjenengan semua beserta para donatur dan mendapat berkah dan ridho Allah Swt,” ujar guru MTs di Kecamatan Tangen itu.

Sebagai informasi, bagi masyarakat umum yang ingin ikut membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sragen, juga di Kabupaten Cilacap, Grobogan, Blora, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Kabupaten Lebak Banten, dan beberapa daerah lainnya, bisa bersedekah melalui halaman campaign ini: Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan.

Pewarta: Djarmanto
Editor: Wahyu Noerhadi

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, LAZISNU Cilacap Distribusikan 362 Ribu Liter Air Bersih

01/09/2023

Image


Menghadapi musibah kekeringan dan krisis air bersih yang melanda warga, LAZISNU berkomitmen untuk terus hadir dan mengirimkan bantuan air bersih, seperti di Kabupaten Cilacap. Hingga akhir Agustus 2023, NU Care-LAZISNU Cilacap telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 362 ribu liter untuk membantu warga terdampak kekeringan. Pendistribusian bantuan air bersih menyasar warga di 20 titik di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Bantarsari, Kawunganten, Patimuan, Jeruklegi, dan Gandrungmangu.

Ketua LAZISNU Cilacap, H Wasbah Samudra Fawaid mengutip data BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, memahami bahwa musibah kekeringan ini sebagai dampak dari El Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga bulan Januari 2024.

“Tentunya program yang berlangsung mulai Agustus ini, akan berlanjut sampai musim kemarau selesai yang diperkirakan sampai bulan Januari 2024,” ungkap Wasbah, dikutip dari NU Online.

Wasbah mengungkapkan, ada dua strategi atau program yang dilakukan NU Care-LAZISNU Cilacap dalam menghadapi musibah kekeringan. Pertama, program jangka pendek adalah dengan terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di berbagai titik. “Untuk mendistribusikan air, kami sudah berlangganan dengan truk tangki berkapasitas lima ribu hingga delapan ribu liter,” ungkapnya.

Kedua, adalah dengan membangun penampungan air sementara yang berkapasitas satu hingga dua ribu liter air bersih. “Untuk program jangka panjang ini, kami akan membangun sumur-sumur bor dan gali, agar ke depannya masyarakat bisa menggunakan sumur-sumur itu untuk kegiatan sehari-hari, seperti mencuci, MCK, dan untuk konsumsi,” papar Wasbah.

Sementara itu, Direktur NU Care-LAZISNU Cilacap Ahmad Fauzi untuk menjalankan program tersebut pihaknya selalu terbuka dalam sinergi dengan berbagai pihak. “Kita selalu berharap sinergi dengan berbagai pihak, agar kita bisa menghadapi bencana kekeringan ini dengan mudah,” ujar Fauzi.

Dirinya menyebut bahwa sumber dana pendistribusian air bersih berasal dari NU Care-LAZISNU Cilacap sendiri, seperti dari program Koin (kotak infaq) NU, juga berasal dari sinergi dengan beberapa pihak, antara lain BPBD Cilacap, PT PLN Indonesia Power Jateng 2 Adipala PGU, LAZ Al-Azhar, LAZ Al-Irsyad, Siaga Peduli, GSC, Bazma Pertamina, dan pihak lainnya.

Bagi masyarakat umum yang ingin ikut membantu warga terdampak kekeringan di Cilacap, juga di Kabupaten Grobogan, Blora, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Kabupaten Lebak Banten, dan beberapa daerah lainnya, bisa bersedekah melalui halaman campaign ini: Sedekah Air Bersih untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Donatur