Ramadhan Bangkit bersama Duafa

Category Ramadhan
KOTA JAKARTA PUSAT
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

37.294.105

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Jumlah masyarakat duafa terus bertambah dari tahun ke tahun. Menurut data BPS tahun 2020 jumlah kemiskinan (desa dan kota) sekitar 27,55%. Hal ini tentu semakin melonjak semenjak pandemi Covid-19, ditambah dengan rentetan bencana alam yang terjadi selama kurun waktu 2020-2021. Banyak orang yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan harta-benda yang tidak bisa diselamatkan, karena terbawa arus banjir atau terbang dihembus angin kencang misalnya.

Fenomena alam yang terjadi di Indonesia, khususnya yang sempat terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Februari 2021 lalu, dirasakan pilunya oleh keluarga Durahem. Rumah satu-satunya milik Durahem dan keluarga harus roboh diterjang angin kencang. Rumah Durahem kini telah rata dengan tanah, hanya tersisa puing-puing bangunan.

ac278ea5-8c07-43f5-92b6-92dfa4cb4439.jpg

Bangunan rumah Pak Durahem yang kini tengah rata dengan tanah

Hal serupa juga dirasakan oleh warga sekitar Desa Majungan, Desa Tanjung, dan Desa Padelegan, di Kecamatan Pademawu. Dari ketiga desa tersebut yang terparah terjadi di Desa Majungan, khususnya yang menimpa rumah Pak Durahem.

Pak Durahem merupakan seorang petani pada umumnya, yang menggantungkan nasib hanya pada hasil pertanian. Dia tidak sendiri, ada istri dan kedua anaknya yang selalu menjadi penyemangat hidupnya. Ketika kondisi saat ini tak berpihak kepadanya, dia harus pasrah kepada Sang Pencipta. Dalam minggu-minggu ini, Pak Durahem kerap tak kuasa menahan air mata kesedihan. Rumah yang susah payah ia bangun dari jerih payah bertani harus terdampak musibah. Bisa jadi ini ujian terberat dalam hidupnya.

“Saya bingung mau bilang apa, antara bersedih atau harus marah. Tapi saya bukan siapa-siapa, hanya manusia yang tengah ditimpa musibah. Pasrah dan ikhlas dengan kejadian ini. Saya percaya Gusti Allah akan menggantikan dengan yang lebih layak bagi hamba-Nya yang sabar. Saya pribadi sangat memohon pada pemerintah dan pihak terkait yang bisa membantu kami dalam membangun dan merenovasi rumah lagi,” ucap Pak Durahem, kepada Tim NU Care-LAZISNU Pamekasan, saat Tim berkunjung dan menyantuni keluarga Durahem, 10 Maret 2021.

9774e1a5-b66b-452b-9d16-531da98f6ad9.jpg

Santunan untuk Pak Durahem dari NU Care-LAZISNU Pamekasan

Saat ini, Durahem dan keluarganya harus menginap di rumah saudara yang tak jauh dari tempatnya tinggal. Ada sebuah mushola kecil di sana dan di tempat itulah dia dan keluarganya sementara waktu menginap.

Mari #SahabatPeduli kita bantu bangun kembali rumah Pak Durahem. Sumbangsih dari sahabat semua sangatlah bermanfaat untuk meringankan beban Pak Durahem.

Di bulan Ramadhan 1442 Hijriah ini, sahabat-sahabat pun dapat membantu Pak Durahem dan saudara duafa lainnya di berbagai daerah, dalam bentuk paket makanan buka puasa dan sahur, vitamin, bingkisan Ramadhan, berbagi THR menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan bantuan bedah rumah duafa.

NU Care–LAZISNU dalam program “Ramadhan Bangkit bersama Duafa”, mengajak #SahabatPeduli mengawali segala ikhtiar perbaikan kehidupan sosial masyarakat dengan saling peduli dan berbagi terhadap sesama. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 9 April 2021 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
58 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Ramadhan Bangkit bersama Duafa

Ramadhan Bangkit bersama Duafa

Terkumpul 37.294.105
Dana Dibutuhkan 100.000.000
NU CARE-LAZISNU Akun Terverifikasi

Jumlah masyarakat duafa terus bertambah dari tahun ke tahun. Menurut data BPS tahun 2020 jumlah kemiskinan (desa dan kota) sekitar 27,55%. Hal ini tentu semakin melonjak semenjak pandemi Covid-19, ditambah dengan rentetan bencana alam yang terjadi selama kurun waktu 2020-2021. Banyak orang yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan harta-benda yang tidak bisa diselamatkan, karena terbawa arus banjir atau terbang dihembus angin kencang misalnya.

Fenomena alam yang terjadi di Indonesia, khususnya yang sempat terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Februari 2021 lalu, dirasakan pilunya oleh keluarga Durahem. Rumah satu-satunya milik Durahem dan keluarga harus roboh diterjang angin kencang. Rumah Durahem kini telah rata dengan tanah, hanya tersisa puing-puing bangunan.

ac278ea5-8c07-43f5-92b6-92dfa4cb4439.jpg

Bangunan rumah Pak Durahem yang kini tengah rata dengan tanah

Hal serupa juga dirasakan oleh warga sekitar Desa Majungan, Desa Tanjung, dan Desa Padelegan, di Kecamatan Pademawu. Dari ketiga desa tersebut yang terparah terjadi di Desa Majungan, khususnya yang menimpa rumah Pak Durahem.

Pak Durahem merupakan seorang petani pada umumnya, yang menggantungkan nasib hanya pada hasil pertanian. Dia tidak sendiri, ada istri dan kedua anaknya yang selalu menjadi penyemangat hidupnya. Ketika kondisi saat ini tak berpihak kepadanya, dia harus pasrah kepada Sang Pencipta. Dalam minggu-minggu ini, Pak Durahem kerap tak kuasa menahan air mata kesedihan. Rumah yang susah payah ia bangun dari jerih payah bertani harus terdampak musibah. Bisa jadi ini ujian terberat dalam hidupnya.

“Saya bingung mau bilang apa, antara bersedih atau harus marah. Tapi saya bukan siapa-siapa, hanya manusia yang tengah ditimpa musibah. Pasrah dan ikhlas dengan kejadian ini. Saya percaya Gusti Allah akan menggantikan dengan yang lebih layak bagi hamba-Nya yang sabar. Saya pribadi sangat memohon pada pemerintah dan pihak terkait yang bisa membantu kami dalam membangun dan merenovasi rumah lagi,” ucap Pak Durahem, kepada Tim NU Care-LAZISNU Pamekasan, saat Tim berkunjung dan menyantuni keluarga Durahem, 10 Maret 2021.

9774e1a5-b66b-452b-9d16-531da98f6ad9.jpg

Santunan untuk Pak Durahem dari NU Care-LAZISNU Pamekasan

Saat ini, Durahem dan keluarganya harus menginap di rumah saudara yang tak jauh dari tempatnya tinggal. Ada sebuah mushola kecil di sana dan di tempat itulah dia dan keluarganya sementara waktu menginap.

Mari #SahabatPeduli kita bantu bangun kembali rumah Pak Durahem. Sumbangsih dari sahabat semua sangatlah bermanfaat untuk meringankan beban Pak Durahem.

Di bulan Ramadhan 1442 Hijriah ini, sahabat-sahabat pun dapat membantu Pak Durahem dan saudara duafa lainnya di berbagai daerah, dalam bentuk paket makanan buka puasa dan sahur, vitamin, bingkisan Ramadhan, berbagi THR menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan bantuan bedah rumah duafa.

NU Care–LAZISNU dalam program “Ramadhan Bangkit bersama Duafa”, mengajak #SahabatPeduli mengawali segala ikhtiar perbaikan kehidupan sosial masyarakat dengan saling peduli dan berbagi terhadap sesama. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya