Banjir di Demak dan Grobogan Rendam Puluhan Desa, Mari Bantu!

Category Dakwah & Kemanusiaan
KABUPATEN DEMAK
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

17.298.007

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
7 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Awal Februari 2024 ini, bencana alam berupa banjir besar melanda Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah. Banjir di Grobogan terjadi pada 6 Februari 2024 disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri dan lintasan air di Kecamatan Gubug. Jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan debit air yang meningkat menyusul tingginya curah hujan.

Beberapa desa juga mengalami banjir akibat air beberapa sungai melimpas, di antaranya melimpasnya air Sungai Tuntang hingga mengakibatkan banjir yang mengakibatkan genangan banjir di sekitarnya.

“Banjir tersebut menggenangi 9 kecamatan dan 43 desa serta 3.860 hektar sawah di Kabupaten Grobogan,” kata M Pudji Wibowo, Sekretaris NU Peduli Jateng.

Selain itu, rumah-rumah warga, lahan pertanian, dan akses jalan terdampak tidak bisa dilalui kendaraan, seperti Jalan Raya Purwodadi-Gubug, tepatnya di barat jembatan.

Banjir juga merusak fasilitas pendidikan serta rumah ibadah. Di Desa Kemiri RT 04/RW 02, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Madrasah Diniyah (Madin) Al Mukarromah mengalami kerusakan. Madin itu berdiri pada tahun 2000 dan sekarang mempunyai 157 murid.

Setelah banjir melanda pada tahun 2016 kemudian yang terparah pada 2024 ini, kondisi madrasah sangat memperihatinkan.

“Lantai-lantai banyak yang rusak, begitu pun kursi-kursi hingga dinding pemisah kelas juga,” jelas Pengasuh Madin, Khoerulah.

Sementara banjir di Kabupaten Demak, terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan. Banjir ini menggenangi 7 kecamatan, 28 desa dan berdampak pada 63.465 jiwa. Sedikitnya 8.170 jiwa harus mengungsi akibat bencana ini.

“Total 11.500 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Demak,” lanjut M Pudji Wibowo.

Hingga saat ini, warga masih membutuhkan bantuan. Di antaranya beras, lauk-pauk, dan stok telur yang mulai menipis. Hal lain yang dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak, adalah pampers, serta pakaian dalam untuk anak-anak dan orang dewasa.

“Untuk masyarakat yang ingin berdonasi, agar tidak berdonasi pakaian layak pakai, karena sudah membeludak. Kita juga menerima bantuan dalam bentuk bahan-bahan makanan yang tahan lama,” ungkapnya.

Bantu masyarakat Demak dan Grobogan dari dampak banjir melalui campaign ini, dengan langkah sebagai berikut:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 21 February 2024 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
94 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Banjir di Demak dan Grobogan Rendam Puluhan Desa, Mari Bantu!

Banjir di Demak dan Grobogan Rendam Puluhan Desa, Mari Bantu!

Kebutuhan Dana 100.000.000

Dana Terkumpul 17.298.007

Donatur

7 Hari lagi

NU CARE-LAZISNU

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Awal Februari 2024 ini, bencana alam berupa banjir besar melanda Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah. Banjir di Grobogan terjadi pada 6 Februari 2024 disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri dan lintasan air di Kecamatan Gubug. Jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan debit air yang meningkat menyusul tingginya curah hujan.

Beberapa desa juga mengalami banjir akibat air beberapa sungai melimpas, di antaranya melimpasnya air Sungai Tuntang hingga mengakibatkan banjir yang mengakibatkan genangan banjir di sekitarnya.

“Banjir tersebut menggenangi 9 kecamatan dan 43 desa serta 3.860 hektar sawah di Kabupaten Grobogan,” kata M Pudji Wibowo, Sekretaris NU Peduli Jateng.

Selain itu, rumah-rumah warga, lahan pertanian, dan akses jalan terdampak tidak bisa dilalui kendaraan, seperti Jalan Raya Purwodadi-Gubug, tepatnya di barat jembatan.

Banjir juga merusak fasilitas pendidikan serta rumah ibadah. Di Desa Kemiri RT 04/RW 02, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Madrasah Diniyah (Madin) Al Mukarromah mengalami kerusakan. Madin itu berdiri pada tahun 2000 dan sekarang mempunyai 157 murid.

Setelah banjir melanda pada tahun 2016 kemudian yang terparah pada 2024 ini, kondisi madrasah sangat memperihatinkan.

“Lantai-lantai banyak yang rusak, begitu pun kursi-kursi hingga dinding pemisah kelas juga,” jelas Pengasuh Madin, Khoerulah.

Sementara banjir di Kabupaten Demak, terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan. Banjir ini menggenangi 7 kecamatan, 28 desa dan berdampak pada 63.465 jiwa. Sedikitnya 8.170 jiwa harus mengungsi akibat bencana ini.

“Total 11.500 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Demak,” lanjut M Pudji Wibowo.

Hingga saat ini, warga masih membutuhkan bantuan. Di antaranya beras, lauk-pauk, dan stok telur yang mulai menipis. Hal lain yang dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak, adalah pampers, serta pakaian dalam untuk anak-anak dan orang dewasa.

“Untuk masyarakat yang ingin berdonasi, agar tidak berdonasi pakaian layak pakai, karena sudah membeludak. Kita juga menerima bantuan dalam bentuk bahan-bahan makanan yang tahan lama,” ungkapnya.

Bantu masyarakat Demak dan Grobogan dari dampak banjir melalui campaign ini, dengan langkah sebagai berikut:

  1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

Cerita Warga Hadapi Banjir Demak

05/03/2024

Image


Jakarta, NU Care
Tim NU Peduli dari PBNU, PWNU Jateng dan PCNU Demak kembali turun menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga penyintas musibah banjir di Kabupaten Demak, khususnya di Dukuh Kedungbanteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar pada Kamis (29/02/2024).

Adapun bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut yaitu dalam bentuk bantuan kasur dan selimut masing-masing sejumlah 400 pcs serta puluhan galon air mineral.

Seorang warga Dukuh Kedungbanteng, Muhanan (59) menceritakan bahwa saat terjadi banjir pada 9 Februari 2024 lalu, dirinya bersama anak dan istri melarikan diri untuk mengungsi.

“Air awalnya hanya selutut, kemudian naik sepinggang dan sedada. Akhirnya saya, istri dan keempat anak, semuanya harus mengungsi ke pondok pesantren di dekat sini, agar lebih aman,” kisah Muhanan.

Ia mengaku, saat mengungsi mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk dari NU Peduli.

Alhamdulillah, bantuan seperti makanan dan selimut kami terima. Dan saya juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kasur, selimut, dan air mineral ini dari Nahdlatul Ulama,” ucapnya.

Selain Muhanan, Mbah Asmirah (80) seorang janda duafa, saat banjir juga sempat mengungsi dan mendapat bantuan dari Tim NU Peduli.

“Saya sendirian di rumah. Suami sudah lama meninggal, sejak lebih dari 20 tahunan. Dan anak-anak juga sudah berumah tangga sendiri-sendiri di dekat sini. Sedih. Pas banjir, saya ditemui anak-anak dan dibilang jangan ke mana-mana dulu, jangan keluar rumah, nanti ngungsi. Akhirnya semuanya pun mengungsi,” ujar Mbah Asmirah.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada NU Peduli.

Sebelumnya, Direktur NU Care-LAZISNU Qohari Cholil mengatakan pihaknya menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir di Kabupaten Demak.

"Karena itu, begitu ada informasi (banjir), kami langsung berkoordinasi dengan LPBINU PBNU, bantuan apa yang bisa kita salurkan untuk masyarakat di Demak," ungkap Qohari dalam sambutannya.

Ia mengatakan bantuan sudah disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp30 juta dan tahap kedua Rp250 juta. Tahap pertama 30 juta rupiah untuk bantuan darurat, disusul bantuan perahu karet.

"Saat ini, bantuan tahap kedua, sesuai dengan informasi di lapangan, yang diperlukan warga yaitu bantuan berupa kasur dan selimut masing-masing 400 pcs, dengan nilai sekitar 250 juta rupiah. Mudah-mudahan (bantuan) bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah banjir,” harapnya.

Selain di Demak, banjir juga terjadi di Grobogan pada 6 Februari 2024 disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri dan lintasan air di Kecamatan Gubug. Jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan debit air yang meningkat menyusul tingginya curah hujan.

Untuk membantu warga terdampak banjir tersebut, NU Care-LAZISNU melakukan penggalangan bantuan dana melalui halaman campaign: nucare.id/program/banjirdemakgrobogan

Tulisan ini telah tayang di NU Online.

Bukan Hanya Seremonial, Kebesaran NU Juga karena Aksi Membantu Masyarakat

02/03/2024

Image


Demak, NU Care
Ketua NU Peduli Jawa Tengah, KH Mandzur Labib mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) akan besar tidak hanya terlihat dari penyelenggaraan seremonial. NU juga besar ketika para relawannya turut terjun menangani persoalan masyarakat termasuk bencana alam.

"Menurut kacamata saya, NU itu besar tidak hanya sekadar seremoni di lapangan atau stadion dengan jumlah massa yang banyak, tapi kami melihat NU juga besar ketika para relawan NU Peduli terjun di tengah-tengah bencana," ujarnya ​​​saat penyerahan bantuan NU Peduli kepada warga terdampak bencana alam di Demak Jawa Tengah, Kamis (29/02/2024).

Saat penyaluran bantuan di lapangan, kata dia, bantuan disalurkan tanpa melihat identitas Nahdliyin atau bukan. "Nahdliyin dan masyarakat umum, semuanya kita bantu," ujar Wakil Ketua PWNU Jateng itu.

Pihaknya juga terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang didistribusikan NU Care-LAZISNU dan LPBI PBNU. "Kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas bantuan dari LAZISNU dan LPBI PBNU. Kami hanya bisa berdoa, ini (bantuan) diterima sebagai amal ibadah oleh Allah Swt,” ucap Kiai Labib.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak, Afif Mundzir Afif menyebut gerakan NU Peduli Kemanusiaan di Demak merupakan rekognisi yang luar biasa.

"Kami mengucapkan banyak terima kepada LAZISNU dan LPBINU dalam gerakan NU Peduli, baik yang ada di PBNU, PWNU dan PCNU. Inilah rekognisi kita yang luar biasa antara LAZISNU dan LPBINU, yang betul-betul memainkan peran strategis, dan menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana," ucap Afif.

Usai seremoni bantuan di kantor PCNU Demak, Tim NU Peduli pun turun langsung menyambangi dan mendistribusikan bantuan secara langsung kepada warga di salah satu titik musibah banjir terjadi, yaitu di Dukuh Kedungbanteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar yang merupakan wilayah paling parah terdampak banjir.

Sebelumnya diberitakan NU Care-LAZISNU bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) PBNU dalam gerakan NU Peduli Kemanusiaan, turun mendistribusikan bantuan tahap kedua kepada warga terdampak musibah banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada awal Februari 2024.

Penyerahan bantuan kemanusiaan untuk warga penyintas banjir secara simbolis dilangsungkan di kantor PCNU Demak pada Kamis (29/2/2024) siang. Adapun bantuan yang didistribusikan berupa kasur dan selimut masing-masing sejumlah 400 pcs dan puluhan galon air mineral.

Selain di Demak, banjir juga terjadi di Grobogan pada 6 Februari 2024 disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri dan lintasan air di Kecamatan Gubug. Jebolnya tanggul karena tidak kuat menahan debit air yang meningkat menyusul tingginya curah hujan.

Untuk membantu warga terdampak banjir tersebut, NU Care-LAZISNU melakukan penggalangan bantuan dana melalui campaign: nucare.id/program/banjirdemakgrobogan.

Pewarta: Wahyu Noerhadi
Editor: Kendi Setiawan

Ratusan Juta Rupiah Disalurkan NU Peduli pada Tahap Kedua Bantuan ke Daerah Terdampak Banjir Demak

01/02/2024

Image


Demak, NU Care
NU Peduli terus memberikan pendampingan kepada warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Demak Jawa Tengah. Terkini, melalui NU Care-LAZISNU dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PBNU dalam gerakan NU Peduli Kemanusiaan mendistribusikan bantuan pada Kamis (29/02/2024).

Penyerahan bantuan kemanusiaan untuk warga penyintas banjir secara simbolis dilangsungkan di kantor PCNU Demak. Adapun bantuan yang didistribusikan berupa kasur dan selimut masing-masing sejumlah 400 pcs dan puluhan galon air mineral.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Qohari Cholil mengungkapkan pihaknya turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Demak.

"Kami dari LAZISNU PBNU menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir di Kabupaten Demak. Karena itu, begitu ada informasi (banjir), kami langsung berkoordinasi dengan LPBINU PBNU, bantuan apa yang bisa kita salurkan untuk masyarakat di Demak," ungkap Qohari dalam sambutannya.

Ia mengatakan bantuan sudah disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp30 juta dan tahap kedua Rp250 juta.

“Tahap pertama 30 juta rupiah untuk bantuan darurat, disusul bantuan perahu karet. Saat ini, bantuan tahap kedua, sesuai dengan informasi di lapangan, yang diperlukan warga yaitu bantuan berupa kasur dan selimut masing-masing 400 pcs, dengan nilai sekitar 250 juta rupiah. Mudah-mudahan (bantuan) bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah banjir,” harapnya.

Wakil Ketua LPBINU PBNU Maskut Candranegara menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dari gerakan NU Peduli ini berdasar pada kemanusiaan, tanpa melihat identitas agama dan organisasi.

“Saat bencana, kita tidak perlu melihat identitas seperti agama, organisasi, NU atau bukan, tapi yang harus kita lihat adalah kemanusiaan,” tutur Maskut. 

Dirinya menekankan gerakan NU Peduli Kemanusiaan, khususnya penanganan musibah banjir di Kabupaten Demak tidak berhenti pada tahap ini.

“Kita jangan berhenti di hari ini. Kita harus pandai-pandai melakukan mitigasi, membaca peta wilayah di kala hujan awal tahun, desa mana saja yang dilalui sungai, dan apabila intensitas hujan lebat, daerah mana saja yang kemungkinan berpotensi banjir. Pemetaan ini penting untuk penanganan ketika terjadi musibah di depan,” tegasnya.

Maskut juga berharap koordinasi antar-lembaga perlu dioptimalkan untuk penanganan bencana.

“Kami dari LPBI PBNU lebih menekankan hikmah di balik musibah ini, apa yang mesti dilakukan di depan agar lebih cepat penanganannya. Dan, koordinasi perlu terus dilakukan antar-lembaga, baik internal maupun eksternal,” katanya. 

Pewarta: Wahyu Noerhadi
Editor: Kendi Setiawan

LAZISNU Grobogan Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Bencana Banjir

22/02/2024

Image


Grobogan, NU Care
NU Care-LAZISNU Grobogan, Jawa Tengah menyalurkan paket sembako kepada warga terdampak bencana banjir di Desa Candisari dan Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Senin (19/02/2024).

"Rincian paket tersebut berjumlah 20 paket. Masing-masing paket berisi beras, mineral, telur, mi instan, gula dan minyak goreng," papar Ghulam Kahmi, Ketua LAZISNU Grobogan, Selasa (20/02/2024).

Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban warga di dua desa tersebut yang telah dilanda banjir beberapa waktu lalu. Penyaluran bantuan adalah hasil kerja sama dengan XL Axiata Grobogan. ​​​​​​

"NU Care-LAZISNU Grobogan bekerjasama dengan XL Axiata, karena secara peta penyaluran mereka kurang mengerti, sehingga memilih NU Care-LAZISNU Grobogan sebagai partner," imbuhnya.

Dia mengatakan pihaknya terbuka dengan siapa saja yang ingin menjadi rekan atau mitra penyaluran bersama.

Ghulam juga menceritakan kondisi warga terkini sedang menangani dampak pasca banjir, yakni membersihkan lumpur dan lain sebagainya.

"Apalagi padi-padi petani yang kemarin habis dipanen, kini basah semua dikarenakan banjir. Mereka sedang melakukan penjemuran ulang," beber Ghulam.

Ia berharap NU Care-LAZISNU Grobogan bisa menjadi mitra dari berbagai pihak untuk menangani dan meringankan beban warga pascabanjir.

Sebelumnya, Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, M Pudji Wibowo mengatakan, pada Senin (19/02/2024), banjir yang menggenangi Kabupaten Grobogan sudah surut. Para pengungsi mulai kembali ke rumah-rumah mereka kemudian membersihkan sisa-sisa banjir. Selain itu, tanggul yang jebol juga sudah diperbaiki

Pada Senin (12/02/2024) lalu, kata dia, NU Peduli Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Grobogan, mendirikan dapur umum di tiga Majelis Wakil Cabang Nahdaltul Ulama (MWCNU), di antaranya MWCNU Purwodadi, MWCNU Gubug, dan MWCNU Kedungjati. 

"Selain itu, Fatayat NU Jawa Tengah juga membantu dengan mendirikan dapur umum. Sekarang dapur umum sudah ditutup. Saat ini, penanganan banjir diserahkan kepada pemerintah, seperti penanganan tanggul Sungai Tuntang yang jebol," tambahnya.

Banjir di Kabupaten Grobogan, kata Pudji, disebaban oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kemiri dan lintasan air di Kecamatan Gubug. "Banjir tersebut menggenangi 9 kecamatan dan 43 desa serta 3.860 hektar sawah di Kabupaten Grobogan," pungkasnya.

Selain di Grobogan, banjir besar juga terjadi di Kabupaten Demak, akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan. Banjir ini menggenangi 7 kecamatan, 28 desa dan berdampak pada 63.465 jiwa. Sedikitnya 8.170 jiwa harus mengungsi akibat bencana ini.

Mari bersama kita bantu masyarakat yang terdampak banjir melalui campaign berikut ini: Banjir di Demak dan Grobogan Rendam Puluhan Desa, Mari Bantu!

Tulisan ini telah tayang di NU Online

Donatur