Ilustrasi: Anak-anak Palestina menerima bantuan kemanusiaan NU Care-LAZISNU, November 2023. (Foto: Dok NU Care)

Bagikan:  

Konsistensi Dukungan Nahdlatul Ulama untuk Pembebasan Rakyat Palestina (bagian 2)

By Noerhadi

01/12/2023

141 kali dilihat

Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sejak lebih dari 80 tahunan yang lalu. NU, yang didirikan pada tahun 1926 oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina.

E. Ervi Siti Zahroh Zidni dalam jurnal penelitian berjudul Analisis Konsistensi Nahdlatul Ulama (NU) Mendorong Kemerdekaan Palestina mengulas sikap konsisten NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina sejak masa kepemimpinan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari hingga saat ini.

Sikap konsisten NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina mencerminkan komitmen NU terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. NU tidak hanya melihat konflik ini sebagai masalah agama, tetapi juga sebagai masalah hak asasi manusia yang harus diatasi.

Terdapat banyak bukti konsistensi NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina yang tertuang dalam berbagai sikap dan bantuan resmi yang dikeluarkan oleh PBNU dari masa ke masa. Tulisan ini dan beberapa bagian lainnya menjelaskan bukti-bukti konsistensi tersebut.

Gus Dur, Palestina dan Israel
Masa keemasan NU terjadi di bawah kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur, sebagai tokoh intelektual, pejuang HAM dan demokrasi, membawa NU menjadi organisasi yang dinamis.

Sebelum menjabat Ketua Umum PBNU, cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini memang dikenal sebagai salah satu tokoh Indonesia yang aktif menyuarakan isu-isu pembebasan Palestina. Acara pembacaan puisi dan aksi amal bakti penggalangan dana untuk rakyat Palestina di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada 1982 yang digagas Gus Dur adalah salah satu buktinya.

Pada tahun 1993, Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin mengunjungi Indonesia. Gus Dur, saat itu Ketua Umum PBNU, merespon dengan bijak, mencoba meredakan kontroversi dan menunjukkan sikap terbuka terhadap dialog internasional.

Setahun setelah Perjanjian Oslo I pada 1993, Gus Dur mendapat undangan dari Yitzhak Rabin untuk menjadi saksi perdamaian antara Israel dan Palestina. Ini menunjukkan peran Gus Dur sebagai mediator perdamaian.

Gus Dur tidak hanya mengunjungi Israel pada tahun 1994 dan 1997 tetapi juga memberikan dukungan terhadap normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel. Ini mencerminkan pendekatan diplomatis untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. Melalui kunjungannya, Gus Dur berperan sebagai juru damai antara Israel dan Palestina. Dia juga menjadi anggota Institut Simon Peres untuk Perdamaian, menunjukkan peran diplomat budaya Indonesia.

Selain itu, Gus Dur memiliki pandangan kritis terhadap sentimen anti-semitis pasca Perang Dunia II. Dia mengingatkan akan bahaya rasisme terhadap bangsa Yahudi dan mendorong untuk mengakui hak hidup mereka.

Saat menjadi Presiden RI, Gus Dur merencanakan normalisasi hubungan ekonomi dengan Israel, mengutip bahwa mengakui negara-negara lain, termasuk Israel, merupakan langkah yang rasional dan tidak mengabaikan kepentingan Palestina.

Dengan menggabungkan elemen-elemen ini, konsistensi NU di bawah kepemimpinan Gus Dur (1984-1999) dalam mendukung kemerdekaan Palestina tergambar sebagai sebuah kesinambungan tindakan nyata, sikap terbuka terhadap dialog, dan peran diplomatik untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, PBNU melalui NU Care-LAZISNU terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina yang sedang dalam kondisi kesulitan dan penderitaan. Bantuan dana kemanusiaan dapat disalurkan melalui rekening BSI 7015 654 583 a/n PP LAZIS NU Non Zakat atau rekening BCA 0680 1926 77 a/n Yayasan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU. Bantuan juga dapat disalurkan melalui tautan nucare.id/program/pedulipalestina.

Penulis: As'ad Syamsul Abidin
Editor: Wahyu Noerhadi

Bagian sebelumnya dari artikel ini dapat dibaca pada tautan berikut: Konsistensi Dukungan Nahdlatul Ulama untuk Perjuangan dan Kemerdekaan Rakyat Palestina (bagian 1)

PBNU
Nahdlatul Ulama
Gus Dur
Palestina
PBNU
Nahdlatul Ulama
Gus Dur
Palestina

Berita Lainnya