Bantuan Listrik untuk Pelajar Indonesia di Yaman

Category Pendidikan
KOTA JAKARTA PUSAT
NU Care-LAZISNU Yaman

Terkumpul

3.065.573

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Semenjak perang melanda Yaman pada tahun 2015, negara ini mengalami krisis.

Sampai sekarang kondisi Yaman belum membaik. Hal ini menyebabkan krisis berkepanjangan di banyak aspek kehidupan, meliputi krisis bahan pangan, jatuhnya mata uang, hingga warga Yaman pun sulit mendapatkan akses layanan sosial dan kesehatan.

Kendati demikian, beberapa provinsi di Yaman masih aman untuk dihuni bagi pelajar Indonesia. Memang tidak bisa dipungkiri, dampak peperangan tetap nyata bagi mereka, seperti kelangkaan listrik dan bahan bakar.

Untuk diketahui, Yaman merupakan negara tujuan pendidikan terbanyak kedua bagi pelajar Indonesia setelah Mesir. Menurut sensus tahun 2019, ada 2.609 pelajar Indonesia yang bermukim di Yaman dan tersebar di berbagai provinsi.

Sedikit janggal memang, negara yang sedang konflik menjadi tujuan begitu banyak pelajar mencari ilmu. Tidak lain yaitu karena keilmuannya yang masih terjaga. Yaman merupakan kota asal nenek moyang Wali Songo, penyebar Islam di Nusantara.

Kemudian, ada satu hal yang menjadi kendala bagi dua ribuan pelajar Indonesia di Yaman, yaitu ketersedian listrik.

Semenjak perang meletus, listrik langka. Dalam sehari listrik bisa padam berkali-kali, dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Bahkan pernah listrik terputus selama tiga hari.

“Tentunya hal tersebut menghambat kegiatan belajar. Apalagi kebanyakan dari para pelajar di sini mengulang atau belajar kembali pada malam hari. Untuk mengatasi masalah itu, mereka menggunakan penerangan seadanya, seperti lampu kecil portable, lampu ponsel, dan lilin,” ungkap Muhammad Lutfi Marzuki, selaku Ketua NU Care-LAZISNU Cabang Yaman.

Menurutnya, hal tersebut tidaklah cukup dan hanya solusi sementara. Lutfi menyampaikan, pengadaan genset menjadi hal yang mendesak, untuk kondusivitas belajar. Para pelajar di sana akhirnya menabung dan meminta kami untuk menggalang dana guna membeli genset berkapasitas 200 kVA/160 kW seharga 27.600 dolar atau sekitar Rp 406.548.000,-

Karena kurangnya penerangan, kata Lutfi, beberapa pelajar di sana bahkan sudah ada yang terkena gangguan penglihatan, seperti mata rabun dan silinder.

“Selain penglihatan, ketiadaan listrik sangat mempengaruhi kondusivitas dalam belajar. Negara Yaman mempunyai iklim yang sangat panas. Paling tidak kipas angin harus nyala. Jika listrik mati berjam-jam, kegiatan belajar bisa berhenti saking panasnya,” tutur Lutfi.

Oleh karena itu, kami dari NU Care-LAZISNU Cabang Yaman mengajak kawan-kawan semua untuk membantu para pelajar kita yang sedang menempuh pendidikan di Yaman. Mereka membutuhkan dukungan dan bantuan kita. Mereka adalah masa depan Indonesia.

Yuk, kita urunan pembelian genset untuk membantu para pelajar Indonesia di Yaman. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 27 October 2020 oleh:
NU Care-LAZISNU Yaman
Akun Terverifikasi

Total
2 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantuan Listrik untuk Pelajar Indonesia di Yaman

Bantuan Listrik untuk Pelajar Indonesia di Yaman

Terkumpul 3.065.573
Dana Dibutuhkan 100.000.000
NU Care-LAZISNU Yaman Akun Terverifikasi

Semenjak perang melanda Yaman pada tahun 2015, negara ini mengalami krisis.

Sampai sekarang kondisi Yaman belum membaik. Hal ini menyebabkan krisis berkepanjangan di banyak aspek kehidupan, meliputi krisis bahan pangan, jatuhnya mata uang, hingga warga Yaman pun sulit mendapatkan akses layanan sosial dan kesehatan.

Kendati demikian, beberapa provinsi di Yaman masih aman untuk dihuni bagi pelajar Indonesia. Memang tidak bisa dipungkiri, dampak peperangan tetap nyata bagi mereka, seperti kelangkaan listrik dan bahan bakar.

Untuk diketahui, Yaman merupakan negara tujuan pendidikan terbanyak kedua bagi pelajar Indonesia setelah Mesir. Menurut sensus tahun 2019, ada 2.609 pelajar Indonesia yang bermukim di Yaman dan tersebar di berbagai provinsi.

Sedikit janggal memang, negara yang sedang konflik menjadi tujuan begitu banyak pelajar mencari ilmu. Tidak lain yaitu karena keilmuannya yang masih terjaga. Yaman merupakan kota asal nenek moyang Wali Songo, penyebar Islam di Nusantara.

Kemudian, ada satu hal yang menjadi kendala bagi dua ribuan pelajar Indonesia di Yaman, yaitu ketersedian listrik.

Semenjak perang meletus, listrik langka. Dalam sehari listrik bisa padam berkali-kali, dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Bahkan pernah listrik terputus selama tiga hari.

“Tentunya hal tersebut menghambat kegiatan belajar. Apalagi kebanyakan dari para pelajar di sini mengulang atau belajar kembali pada malam hari. Untuk mengatasi masalah itu, mereka menggunakan penerangan seadanya, seperti lampu kecil portable, lampu ponsel, dan lilin,” ungkap Muhammad Lutfi Marzuki, selaku Ketua NU Care-LAZISNU Cabang Yaman.

Menurutnya, hal tersebut tidaklah cukup dan hanya solusi sementara. Lutfi menyampaikan, pengadaan genset menjadi hal yang mendesak, untuk kondusivitas belajar. Para pelajar di sana akhirnya menabung dan meminta kami untuk menggalang dana guna membeli genset berkapasitas 200 kVA/160 kW seharga 27.600 dolar atau sekitar Rp 406.548.000,-

Karena kurangnya penerangan, kata Lutfi, beberapa pelajar di sana bahkan sudah ada yang terkena gangguan penglihatan, seperti mata rabun dan silinder.

“Selain penglihatan, ketiadaan listrik sangat mempengaruhi kondusivitas dalam belajar. Negara Yaman mempunyai iklim yang sangat panas. Paling tidak kipas angin harus nyala. Jika listrik mati berjam-jam, kegiatan belajar bisa berhenti saking panasnya,” tutur Lutfi.

Oleh karena itu, kami dari NU Care-LAZISNU Cabang Yaman mengajak kawan-kawan semua untuk membantu para pelajar kita yang sedang menempuh pendidikan di Yaman. Mereka membutuhkan dukungan dan bantuan kita. Mereka adalah masa depan Indonesia.

Yuk, kita urunan pembelian genset untuk membantu para pelajar Indonesia di Yaman. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya