Sesungguhnya, komitmen dan keseriusan Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan hidup telah terdengar cukup lama dan tertanam kuat.
Tahun 1994, melalui forum Bahtsul Masail di gelaran Muktamar NU yang ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat Nahdlatul Ulama telah mewujudkan masyarakat yang sadar lingkungan (eco-literacy).
Melalui forum tersebut, dirumuskan berbagai fatwa bernuansa ekologis dalam perspektif fikih sebagai panduan etis bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum untuk bisa berinteraksi secara bijak dan berkelanjutan terhadap alam dan lingkungan hidup yang kita tempati.
Perjuangan menjaga lingkungan (jihād bi’iyah) menjadi manifestasi nyata atas tanggung jawab kita manusia sebagai khalīfah di muka bumi.
Realitanya, kita bisa saksikan, hutan-hutan di Kalimantan kian habis dan penghuninya kehilangan tempat tinggal. Di Kalimantan Barat, khususnya wilayah Kabupaten Sambas mengalami deforestasi yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data sepanjang tahun 2000 hingga 2024, tercatat seluas 235.028,63 hektare kawasan hutan mengalami kehilangan tutupan pohon.
Fenomena itu terjadi akibat berbagai faktor, antara lain konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, kebakaran hutan, serta pembangunan infrastruktur dan pemukiman.
Dampak dari pembukaan hutan dan lahan yang berlebihan ini tentu sangat signifikan, mulai dari terganggunya ekosistem, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko bencana alam akibat ketidakseimbangan lingkungan.
Tanah Kalimantan Barat yang dahulu hijau dan subur kini menghadapi ancaman kerusakan ekologis yang serius. Tentunya ini menjadi tanggungjawab bersama untuk dapat memulihkan kembali tanah kita.
Untuk itu, NU Care-LAZISNU Sambas mengajak #SahabatPeduli dalam aksi Restorasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Sambas dengan penanaman pohon kembali areal hutan dan sungai yang telah mengalami deforestasi.
Mari bersama-sama ikut bantu tanam pohon kembali di sebagian hutan Kalimantan. Infak sekecil apapun, kita semua berharap bisa membawa dampak dan perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik, untuk kita dan generasi selanjutnya. Caranya:
Kebutuhan Dana 100.000.000
Dana Terkumpul 0
0 Donatur
122 Hari lagi
Sesungguhnya, komitmen dan keseriusan Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan hidup telah terdengar cukup lama dan tertanam kuat.
Tahun 1994, melalui forum Bahtsul Masail di gelaran Muktamar NU yang ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat Nahdlatul Ulama telah mewujudkan masyarakat yang sadar lingkungan (eco-literacy).
Melalui forum tersebut, dirumuskan berbagai fatwa bernuansa ekologis dalam perspektif fikih sebagai panduan etis bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum untuk bisa berinteraksi secara bijak dan berkelanjutan terhadap alam dan lingkungan hidup yang kita tempati.
Perjuangan menjaga lingkungan (jihād bi’iyah) menjadi manifestasi nyata atas tanggung jawab kita manusia sebagai khalīfah di muka bumi.
Realitanya, kita bisa saksikan, hutan-hutan di Kalimantan kian habis dan penghuninya kehilangan tempat tinggal. Di Kalimantan Barat, khususnya wilayah Kabupaten Sambas mengalami deforestasi yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data sepanjang tahun 2000 hingga 2024, tercatat seluas 235.028,63 hektare kawasan hutan mengalami kehilangan tutupan pohon.
Fenomena itu terjadi akibat berbagai faktor, antara lain konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, kebakaran hutan, serta pembangunan infrastruktur dan pemukiman.
Dampak dari pembukaan hutan dan lahan yang berlebihan ini tentu sangat signifikan, mulai dari terganggunya ekosistem, berkurangnya keanekaragaman hayati, serta meningkatnya risiko bencana alam akibat ketidakseimbangan lingkungan.
Tanah Kalimantan Barat yang dahulu hijau dan subur kini menghadapi ancaman kerusakan ekologis yang serius. Tentunya ini menjadi tanggungjawab bersama untuk dapat memulihkan kembali tanah kita.
Untuk itu, NU Care-LAZISNU Sambas mengajak #SahabatPeduli dalam aksi Restorasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kabupaten Sambas dengan penanaman pohon kembali areal hutan dan sungai yang telah mengalami deforestasi.
Mari bersama-sama ikut bantu tanam pohon kembali di sebagian hutan Kalimantan. Infak sekecil apapun, kita semua berharap bisa membawa dampak dan perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik, untuk kita dan generasi selanjutnya. Caranya:
Belum ada kabar terbaru