Pendidikan dan pelatihan bertajuk 'Madrasah Amil Ambulans Social Responsibility Car (SRC)'  diadakan LAZISNU Kediri Jawa Timur, Ahad (17/09/2023).

Bagikan:  

Para Sopir Ambulans LAZISNU Kediri Dibekali Kemampuan Profesional Ber-SNU

By Kendi Setiawan

19/09/2023

253 kali dilihat

Kediri, NU Care
Para sopir ambulans LAZISNU Kabupaten Kediri kini telah dibekali kemampuan profesional sekaligus Standar Nahdlatul Ulama (SNU). Hal itu tersaji dalam pendidikan dan pelatihan bertajuk 'Madrasah Amil Ambulans Social Responsibility Car (SRC)' pada Ahad (17/09/2023).

SRC adalah branding dari jasa layanan ambulans milik LAZISNU PCNU Kabupaten Kediri. Sampai sekarang jumlahnya sudah mencapai 44 unit ambulans, yang kesemua itu kepemilikan dan pengelolaannya berbasis pada Ranting dan MWCNU di Kabupaten Kediri.

Pada kegiatan yang bertempat di Pesantren Tabassam Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Kediri yang juga sebagai tuan rumah, yaitu KH M Ma'mun Machfudz (Gus Ma'mun). Hadir juga Sekretaris PCNU Kabupaten Kediri, Bahruddin El Hadi.

Dalam sambutannya Gus Ma'mun menjelaskan, ambulans SRC harus terus istiqamah dalam melayani masyarakat umum, sebagai bentuk khidmat kepada NU. Ambulans SRC juga menunjukkan bahwa NU selalu ada dan hadir dalam setiap dinamika persoalan keumatan dan kemasyarakatan dalam hal kesehatan.

​​​​​​​"Yang jelas, sebagai ujung tombak NU, driver SRC harus selalu responsif, tanggap situasi terhadap pelayanan dan penanganan darurat kesehatan bagi mereka yang membutuhkan. Warga masyarakat Kabupaten Kediri sekarang memandang, kehadiran ambulans SRC adalah sebagai kebutuhan primer yang tak terpisahkan dari mereka," jelas Gus Ma'mun saat membuka acara​​​​​​​​​​​​​​.​​​​​​​

Secara terpisah, M Badrul Munir atau akrab dipanggil Gus Badrul, Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa Madrasah Amil ini adalah sarana pemahaman terkait tugas-tugas pokok sebagai sopir atau pengendara mobil SRC.

"Karena pada dasarnya, fungsi ambulans adalah untuk mengangkut, memberikan pertolongan pertama, serta menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif selama dalam perjalanan menuju rumah sakit. Di samping itu, fungsi mobil ambulans juga bervariasi tergantung dari jenis kendaraannya. Maka dari itu, kita berinisiatif menggelar acara ini," jelas Gus Badrul.

Dalam upaya meningkatkan standar kompetensi, pada acara ini para driver juga dibekali dengan berbagai pelatihan teknis tentang pelayanan dan sistem manajemen ambulans.

"Yang pada akhirnya, driver mengerti apa-apa yang menjadi tata cara, mekanisme, dan pemahaman terkait dengan pelayanan pasien, dan juga memahahi tentang sistem pengelolaan ambulans, seperti administrasi, perencanaan, penganggaran, pemeliharaan, dan pelaporan," ungkapnya.

Sopir ambulans wajib berstandar NU
​​​​​​​Madrasah Amil Ambulans SRC yang rampung pada pukul 22.00 WIB ini, para sopir diharapkan tidak hanya sebatas memahami dalam hal formal tentang pelayanan ambulans pada umumnya, akan tetapi juga dibekali dengan standar tradisi NU dalam melayani pasien.

"Driver wajib mematuhi kode etik driver ambulans SRC sesuai tradisi NU yang mengedepankan adabiyyah, seperti tata krama berpakaian, berucap, bertindak, dan mendoakan pasien. Juga wajib mengerti proses dalam merawat jenazah, ketika ada pasien yang meninggal. Seperti memandikan, mengkafani, menshalati, mentahlili, mendoakan, mengubur, sampai dengan mantalqinnya, pokok wajib berstandar dan sesuai dengan tradisi NU," jelasnya.​​​​​​​

"Jadi dalam pelayanan, kita harus melayani pasien yang membutuhkan pelayanan dunia dan juga melayani serta memberi bekal kebutuhan pasien di alam kubur hingga akhirat. Pokoknya wajib ber-SNU, Standar Nahdlatul Ulama," pungkas Gus Badrul di depan 92 peserta.

Kontributor: Naufal Riza
Editor: Kendi Setiawan

Koin NU
Mobil Layanan Kesehatan
Pelatihan
ambulans
NU Care-LAZISNU
Kediri
Koin NU
Mobil Layanan Kesehatan
Pelatihan
ambulans
NU Care-LAZISNU
Kediri

Berita Lainnya