Ilustrasi: Anak Palestina menerima bantuan kemanusiaan NU Care-LAZISNU, November 2023. (Foto: Dok NU Care)

Bagikan:  

Konsistensi Dukungan Nahdlatul Ulama untuk Kemerdekaan Palestina (bagian 3)

By Noerhadi

07/12/2023

136 kali dilihat

Kemerdekaan Palestina telah menjadi isu yang memilukan selama puluhan tahun. Penjajahan Zionis Israel yang menempati secara paksa wilayah Palestina dan terus melancarkan agresi di wilayah Gaza menyisakan derita bagi rakyat Palestina yang telah lama mengalami ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. 

Dalam konteks ini, Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sejak 80 tahunan yang lalu. NU, yang didirikan pada tahun 1926 oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina. 

Ervi Siti Zahroh Zidni dalam jurnal penelitian berjudul Analisis Konsistensi Nahdlatul Ulama (NU) Mendorong Kemerdekaan Palestina mengulas sikap konsisten NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina sejak masa kepemimpinan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari hingga saat ini.

Sikap konsisten NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina mencerminkan komitmen NU terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. NU tidak hanya melihat konflik ini sebagai masalah agama, tetapi juga sebagai masalah kemanusiaan yang harus diatasi.

Terdapat bukti-bukti konsistensi NU dalam mendukung kemerdekaan Palestina yang tertuang dalam berbagai sikap dan bantuan resmi yang dikeluarkan oleh PBNU dari masa ke masa. Tulisan ini dan beberapa bagian lainnya akan menjelaskan bukti-bukti konsistensi tersebut.

KH Hasyim Muzadi dan Kritik terhadap Amerika
Pada masa kepemimpinan KH Hasyim Muzadi (1999-2010), NU menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui diplomasi, kampanye internasional, dan upaya untuk menjaga kesatuan dalam menghadapi konflik Israel dengan Palestina.

KH Hasyim Muzadi secara tegas menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus menghentikan standar ganda terhadap umat Islam dalam konflik Israel-Palestina. Beliau menyatakan bahwa AS yang terus membela tindakan Israel akan kehilangan dukungan kultural dari umat Islam di seluruh dunia.

Menurut Kiai Hasyim Muzadi, masalah pokok dalam konflik Israel-Palestina adalah perlunya keseimbangan sikap Amerika Serikat terhadap Israel dan Timur Tengah. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat AS, seperti mantan Dubes Amerika Serikat Robert S Gelbard.

Pada masa KH Hasyim Muzadi, NU intensif dalam melakukan konferensi internasional, memperluas jaringan internasional, dan melibatkan kader NU sebagai agen Islam moderat dengan mendapatkan pendidikan di dunia Barat dan Arab. NU juga berperan aktif dalam berbagai forum internasional, seperti International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

ICIS, yang diinisiasi oleh KH Hasyim Muzadi, menjadi lembaga internasional yang mendukung penyelesaian konflik Palestina. NU, melalui ICIS, berperan sebagai non-state actor dalam mendukung diplomasi kedua (second track diplomacy) Indonesia untuk perdamaian di Palestina.

Kiai Hasyim Muzadi juga mengingatkan bahwa masyarakat Arab tidak akan dapat mengalahkan Israel jika terpecah belah. Beliau menyoroti konflik internal Palestina antara Fatah dan Hamas, serta menekankan pentingnya persatuan untuk menghadapi Israel.

KH Hasyim Muzadi melakukan lawatan bersama Menlu RI saat itu Hasan Wirajuda ke berbagai negara, termasuk Israel, untuk mengkampanyekan Islam moderat, berdialog dengan pihak Hamas, dan mendengarkan persoalan yang dihadapi oleh Palestina. Kiai Hasyim Muzadi menyatakan keyakinannya bahwa Palestina suatu saat akan meraih kemerdekaan.

ICIS, yang fokus pada penyelesaian konflik Palestina, mendapatkan pengakuan dari organisasi internasional seperti Organization of the Islamic Conference (OKI) dan Rabitah Alam Islami (Liga Muslim Dunia). NU, melalui ICIS, menjadi pelopor dalam kampanye Islam moderat dan perdamaian di Timur Tengah.

PBNU melalui NU Care-LAZISNU terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina yang sedang dalam kondisi kesulitan dan penderitaan. Bantuan dana kemanusiaan dapat disalurkan melalui rekening BSI 7015 654 583 a/n PP LAZIS NU Non Zakat atau rekening BCA 0680 1926 77 a/n Yayasan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU. Bantuan juga dapat disalurkan melalui tautan nucare.id/program/pedulipalestina.

Penulis: As'ad Syamsul Abidin
Editor: Wahyu Noerhadi

Bagian sebelumnya dari artikel ini dapat dibaca pada tautan berikut:
Konsistensi Dukungan Nahdlatul Ulama untuk Perjuangan dan Kemerdekaan Rakyat Palestina (bagian 1)
Konsistensi Dukungan Nahdlatul Ulama untuk Pembebasan Rakyat Palestina (bagian 2) 

Ketum PBNU
Nahdlatul Ulama
Kemanusiaan
Palestina
kemerdekaan
KH Hasyim Muzadi
Amerika
Ketum PBNU
Nahdlatul Ulama
Kemanusiaan
Palestina
kemerdekaan
KH Hasyim Muzadi
Amerika

Berita Lainnya