Bagikan:  

Koin NU Diluncurkan di Sulawesi Tenggara

By Kendi Setiawan

24/11/2020

448 kali dilihat

Kendari, NU Care
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kendari, Sultra meresmikan kotak infak (Koin) NU. Koin NU dibawah koordinasi LAZISNU menjadi ikhtiar sekaligus edukasi LAZISNU kepada Nahdliyin khususnya untuk semakin gemar bersedekah.

Peresmian yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Kendari, Sultra, Ahad (22/11). Sejumlah pengurus NU Sultra dan NU Kendari juga pimpinan pondok pesantren hadir menyaksikan.

Ketua PWNU Sultra KH Muslim mengatakan, peresmian tersebut adalah wujud nyata untuk memajukan NU. Langkah-langkah NU melalui Koin tersebut sangat konkret. Satu tahap ikhtiar mewujudkan kemandirian jamiyah dan jamaah NU sudah dilakukan.

"Dengan diresmikannya Koin LAZISNU Provinsi Sultra dan Kota Kendari bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan," kata dia.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad kali ini sangat menggembirakan untuk warga NU di Kota Kendari. Pasalnya selain  peluncuran Koin NU, juga dilakukan peresmian Raudhatul Athfal (RA) Muslimat NU dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif NU.

"Khusus RA Muslimat NU dan MI Ma'arif NU ini adalah unit pendidikan yang pertama berada di bawah naungan NU Sultra," jelasnya.

Sementara itu, Muh Saleh, Ketua PCNU Kota Kendari mengungkapkan, warga NU Kendari kini harus bangga, karena sudah memiliki unit pendidikan di bawah binaan NU langsung. Hal ini memberikan kesempatan yang baik untuk mengenalkan tentang NU dan ajaran-ajarannya kepada generasi bangsa sejak dini.

"Dengan dibukanya unit pendidikan baru ini menjadi bibit tumbuhnya kader-kader NU, dan menjadi penggerak untuk melestarikan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Kendari," ucapnya.

Fasilitas mengaji anak-anak

Sementara itu, Mambaus Sholihin Kendari adalah pondok alumni yang berdiri di atas tanah wakaf berukuran 15x26 meter. Pondok berawal dari keprihatinan salah satu warga di Kendari melihat keseharian anak-anak di lingkunganya, kurangnya aktivitas mengaji dan belajar Agama.

Dari kegelisahan itu seorang dari Kendari sowan kepada KH Masbuhin Faqih, pengasuh Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik bermaksud mewakafkan tanah beserta bangunan yang ada di Kendari. Perkembangan berikutnya, diutuslah HIMAM (Himpunan Alumni Mambaus Sholihin) yakni sepasang santri suami istri untuk mengelola wakaf tersebut.

Kontributor: Fakhrur Rozi
Editor: Kendi Setiawan

Koin NU
Sulawesi Tenggara
Koin NU
Sulawesi Tenggara

Berita Lainnya