Peduli Dariyanto, Lumpuh Sejak Umur 3 Tahun dan Ditinggal Kedua Orangtuanya

Category Kesehatan
KABUPATEN JOMBANG
NU Care-LAZISNU Jombang

Terkumpul

3.276.074

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Dariyanto adalah anak kedua dari pasangan almarhumah Bu Khofifah dan Pak Sugeng, asal Dusun Jati Potroyudo RT 01 RW 01, Desa Jati Banjar, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejak usia 3 tahun, Dariyanto mengalami kelumpuhan. Dan, saat usianya masih 5 tahun, Dariyanto pun ditinggal wafat ibunya. Dariyanto kemudian diasuh oleh bapak dan kakak perempuannya, Sundari.

Namun, entah bagaimana ceritanya, ketika Dariyanto di usia 7 tahun, bapak dan kakaknya meninggalkannya dari rumah. Entah kemana, dan memang tidak ada yang tahu kemana Pak Sugeng dan Sundari pergi. Kata para tetangga, bapak dan kakaknya itu tidak pernah ada menjenguk Dariyanto, atau sekadar ingin tahu bagaimana keadaan anak bungsunya.

Ya, sejak kepergian bapak dan kakaknya, hingga kini di usia menuju 30 tahun, Dariyanto dirawat oleh Pakdenya, yaitu Pak Imam. Semua kebutuhan hidup Dariyanto ditanggung oleh Pak Imam, bersama Tasrifil Azis, putra dari Pak Imam.

Pak Imam juga terbilang bukan dari keluarga yang mampu. Dan untuk kebutuhan sehari-hari dirinya dibantu oleh putranya, Azis.

“Saya bekerja sebagai buruh tani, dan anak saya sebagai penjual air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, dan untuk membantu Dariyanto saya dibantu anak saya, Azis,” ungkap Pak Imam, saat ditemui tim NU Care-LAZISNU Jombang di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Azis berharap, ada pihak yang bersedia membantu biaya pengobatan adik sepupunya.

“Saya kepengen Dariyanto bisa sembuh, bisa ngomong dan bisa merasakan bagaimana rasanya bergerak dari tempat tidurnya selama hampir 30 tahun ini,” ucap Azis menambahi.

Melalui halaman penggalangan dana ini, kami dari NU Care-LAZISNU Jombang mengajak saudara-saudara semua untuk turut berikhtiar bersama Pak Imam dan keluarga, mewujudkan kesemuhan Dariyanto dari lumpuhnya.

Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya
Penggalangan dana dimulai 13 October 2020 oleh:
NU Care-LAZISNU Jombang
Akun Terverifikasi

Total
4 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Peduli Dariyanto, Lumpuh Sejak Umur 3 Tahun dan Ditinggal Kedua Orangtuanya

Peduli Dariyanto, Lumpuh Sejak Umur 3 Tahun dan Ditinggal Kedua Orangtuanya

Kebutuhan Dana 50.000.000

Dana Terkumpul 3.276.074

Donatur

0 Hari lagi

NU Care-LAZISNU Jombang

Akun Terverifikasi

Deskripsi

Dariyanto adalah anak kedua dari pasangan almarhumah Bu Khofifah dan Pak Sugeng, asal Dusun Jati Potroyudo RT 01 RW 01, Desa Jati Banjar, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejak usia 3 tahun, Dariyanto mengalami kelumpuhan. Dan, saat usianya masih 5 tahun, Dariyanto pun ditinggal wafat ibunya. Dariyanto kemudian diasuh oleh bapak dan kakak perempuannya, Sundari.

Namun, entah bagaimana ceritanya, ketika Dariyanto di usia 7 tahun, bapak dan kakaknya meninggalkannya dari rumah. Entah kemana, dan memang tidak ada yang tahu kemana Pak Sugeng dan Sundari pergi. Kata para tetangga, bapak dan kakaknya itu tidak pernah ada menjenguk Dariyanto, atau sekadar ingin tahu bagaimana keadaan anak bungsunya.

Ya, sejak kepergian bapak dan kakaknya, hingga kini di usia menuju 30 tahun, Dariyanto dirawat oleh Pakdenya, yaitu Pak Imam. Semua kebutuhan hidup Dariyanto ditanggung oleh Pak Imam, bersama Tasrifil Azis, putra dari Pak Imam.

Pak Imam juga terbilang bukan dari keluarga yang mampu. Dan untuk kebutuhan sehari-hari dirinya dibantu oleh putranya, Azis.

“Saya bekerja sebagai buruh tani, dan anak saya sebagai penjual air bersih. Untuk kebutuhan sehari-hari, dan untuk membantu Dariyanto saya dibantu anak saya, Azis,” ungkap Pak Imam, saat ditemui tim NU Care-LAZISNU Jombang di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Azis berharap, ada pihak yang bersedia membantu biaya pengobatan adik sepupunya.

“Saya kepengen Dariyanto bisa sembuh, bisa ngomong dan bisa merasakan bagaimana rasanya bergerak dari tempat tidurnya selama hampir 30 tahun ini,” ucap Azis menambahi.

Melalui halaman penggalangan dana ini, kami dari NU Care-LAZISNU Jombang mengajak saudara-saudara semua untuk turut berikhtiar bersama Pak Imam dan keluarga, mewujudkan kesemuhan Dariyanto dari lumpuhnya.

Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya

Kabar Terbaru

Santunan Duka untuk Almarhum Dariyanto

16/10/2020

Image


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

Kabar duka datang dari Pengurus Cabang (PC) NU Care-LAZISNU Kabupaten Jombang: Rabu pagi, tanggal 14 Oktober 2020, Mas Dariyanto meninggal dunia. Semoga Almarhum diterima amal ibadahnya, dan husnul khotimah. Amiin.

Usai kabar datang, kami Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU dan PC NU Care-LAZISNU Jombang, berkoordinasi terkait penggalangan dana yang sedang berjalan, dan akhirnya disepakati bahwasanya dana tersebut akan disalurkan untuk santunan duka, yang diserahkan kepada keluarga Almarhum, yakni Pak Imam.

Kamis, 15 Oktober 2020, tim NU Care-LAZISNU Jombang bersama pemuda setenpat menyerahkan santunan tersebut di rumah Pak Imam, tempat Almarhum Dariyanto dirawat, di Dusun Jati Potroyudo RT 01 RW 01, Desa Jati Banjar, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Santunan diterima oleh Pak Imam beserta putranya, Azis. Adapun santunan yang disalurkan senilai Rp 3.600.000,-

“Bantuan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan Tahlilan, disedekahkan kembali atas nama Almarhum Dariyanto,” ucap Pak Imam.

Sementara itu, perwakilan dari tim NU Care-LAZISNU Jombang, Mokhamad Syahal Masrur, menuturkan bahwa santunan tersebut juga untuk membantu kebutuhan ekonomi Pak Imam.

“Bantuan diberikan, juga dalam rangka membantu ekonomi keluarga Bapak Imam,” tutur Masrur.

Pewarta: Wahyu Noerhadi

Donatur