NU Peduli Korban Tragedi Kanjuruhan

Category Kemanusiaan
KOTA JAKARTA PUSAT
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

3.735.000

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
3 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

1 Oktober 2022 menjadi hari nahas dan begitu memilukan bagi bangsa Indonesia. Pertandingan sepakbola yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang yang mempertemukan Arema FC Vs Persebaya Surabaya, menyebabkan ratusan orang menjadi korban; meninggal dunia dan banyak korban luka-luka, baik luka ringan maupun korban luka berat yang kini masih dirawat di RS.

Insiden bermula dari suporter yang kecewa atas skor akhir pertandingan. Mereka menyerbu lapangan dan direspons aparat keamanan dengan menghalau serta menembakkan gas air mata, yang sebetulnya dilarang oleh FIFA. Tembakan gas air mata itu membuat para suporter panik, berlarian ke arah pintu keluar. Di sana mereka berdesakkan, kekurangan oksigen, dan terinjak-injak hingga meninggal dunia di tempat.

Akibat tragedi itu, banyak dari keluarga korban yang harus kehilangan anggota keluarganya; orang tua kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya, anak kehilangan bapaknya, dan seterusnya. Intinya banyak yang kehilangan, dan tentu meninggalkan luka di dada.

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah Swt dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR An-Nasa’i)

Ya, tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia. Jika ada, maka lebih baik hidup tanpa sepakbola.

Atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf kepada korban yang mengalami luka-luka, baik korban luka ringan, sedang, dan luka berat yang dirawat di rumah sakit. Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Serba Guna (GSG) PCNU Kota Malang, pada Selasa (4/10/2022).

“LAZISNU mendapat amanah dari PBNU untuk berperan dalam membantu korban tragedi Kanjuruhan, khususnya memberikan santunan bagi korban luka-luka, baik luka ringan, sedang, maupun luka berat,” kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Qohari Cholil yang turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan.

NU Care-LAZISNU PBNU turut menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya bagi semua korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersolidaritas, membangun kepedulian untuk membantu para korban dan keluarga, dengan bantuan berupa:

1. Santunan pendidikan untuk anak korban
2. Biaya kesehatan korban luka-luka

Mari salurkan kepedulian Anda melalui laman ini, dengan cara:

1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Isi data diri
5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya

Penulis: Putri Azmi Millatie
Editor: Wahyu Noerhadi

Penggalangan dana dimulai 3 October 2022 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
75 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

NU Peduli Korban Tragedi Kanjuruhan

NU Peduli Korban Tragedi Kanjuruhan

Kebutuhan Dana 100.000.000

Dana Terkumpul 3.735.000

Donatur

3 Hari lagi

NU CARE-LAZISNU

Akun Terverifikasi

Deskripsi

1 Oktober 2022 menjadi hari nahas dan begitu memilukan bagi bangsa Indonesia. Pertandingan sepakbola yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang yang mempertemukan Arema FC Vs Persebaya Surabaya, menyebabkan ratusan orang menjadi korban; meninggal dunia dan banyak korban luka-luka, baik luka ringan maupun korban luka berat yang kini masih dirawat di RS.

Insiden bermula dari suporter yang kecewa atas skor akhir pertandingan. Mereka menyerbu lapangan dan direspons aparat keamanan dengan menghalau serta menembakkan gas air mata, yang sebetulnya dilarang oleh FIFA. Tembakan gas air mata itu membuat para suporter panik, berlarian ke arah pintu keluar. Di sana mereka berdesakkan, kekurangan oksigen, dan terinjak-injak hingga meninggal dunia di tempat.

Akibat tragedi itu, banyak dari keluarga korban yang harus kehilangan anggota keluarganya; orang tua kehilangan anaknya, istri kehilangan suaminya, anak kehilangan bapaknya, dan seterusnya. Intinya banyak yang kehilangan, dan tentu meninggalkan luka di dada.

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah Swt dibanding terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR An-Nasa’i)

Ya, tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia. Jika ada, maka lebih baik hidup tanpa sepakbola.

Atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, NU Care-LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf kepada korban yang mengalami luka-luka, baik korban luka ringan, sedang, dan luka berat yang dirawat di rumah sakit. Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Serba Guna (GSG) PCNU Kota Malang, pada Selasa (4/10/2022).

“LAZISNU mendapat amanah dari PBNU untuk berperan dalam membantu korban tragedi Kanjuruhan, khususnya memberikan santunan bagi korban luka-luka, baik luka ringan, sedang, maupun luka berat,” kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Qohari Cholil yang turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan.

NU Care-LAZISNU PBNU turut menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya bagi semua korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersolidaritas, membangun kepedulian untuk membantu para korban dan keluarga, dengan bantuan berupa:

1. Santunan pendidikan untuk anak korban
2. Biaya kesehatan korban luka-luka

Mari salurkan kepedulian Anda melalui laman ini, dengan cara:

1. Klik tombol "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Isi data diri
5. Klik "Lanjutkan Pembayaran" dan ikuti langkah selanjutnya

Penulis: Putri Azmi Millatie
Editor: Wahyu Noerhadi

Kabar Terbaru

LAZISNU PBNU Serahkan Bantuan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

06/10/2022

Image


LAZISNU PBNU menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan Malang Jawa Timur. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf kepada korban yang mengalami luka-luka, baik korban luka ringan, sedang, dan luka berat yang dirawat di rumah sakit. Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Serba Guna (GSG) PCNU Kota Malang, pada Selasa (4/10/2022).

Gus Yahya menyebut, apa yang terjadi di Kanjuruhan merupakan musibah besar.

“Saya atas nama PBNU mengajak kita semua warga NU maupun warga masyarakat pada umumnya, agar di dalam musibah yang begitu besar ini kita tetap memelihara husnudzon, prasangka baik kepada Allah. Yang terjadi adalah Qodho dan Qodar Allah,” ungkap Gus Yahya saat mengikuti doa dan tahlil untuk korban Tragedi Kanjuruhan di kantor PCNU Kota Malang.

Adapun bantuan kemanusiaan yang disalurkan berupa uang tunai untuk keluarga korban yang mengalami luka ringan, sedang, dan korban luka berat yang dirawat di rumah sakit.

“LAZISNU mendapat amanah dari PBNU untuk berperan dalam membantu korban tragedi Kanjuruhan, khususnya memberikan santunan bagi korban luka-luka, baik luka ringan, sedang, maupun luka berat,” kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU Qohari Cholil yang turut hadir dalam kegiatan penyaluran bantuan.

Qohari menjelaskan, pemberian santunan dilakukan secara bertahap sesuai data yang masuk serta terverifikasi nama dan alamatnya.

Bantuan tersebut, lanjutnya, merupakan kerja sama LAZISNU PBNU dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan platorm digital Tokopedia.

“LAZISNU menggandeng platform digital Tokopedia dan BSI untuk menyalurkan bantuan berupa uang tunai bagi para korban. LAZISNU PBNU telah menerima support dari bank BSI sebesar Rp100 juta dan dari Tokopedia Rp50 juta. Terima kasih kepada para donatur, khususnya Tokopedia dan BSI yang telah mempercayakan LAZISNU sebagai mitra dalam menyalurkan bantuan bagi para korban tragedi Kanjuruhan,” jelas Qohari.

Untuk membantu korban, NU pun membentuk satuan gugus tugas Tragedi Kanjuruhan dengan mendirikan Posko Terpadu, yang berlokasi di Kantor PCNU Kabupaten Malang.

Posko Terpadu dibentuk dengan melibatkan semua unsur, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, serta lembaga dan banom di bawah NU seperti LAZISNU, Lembaga Kesehatan NU, Banom Ansor-Banser, Fatayat, Muslimat, dan lembaga-Banom NU lainnya.

Meski telah mendirikan Posko Terpadu, namun Gus Yahya mengingatkan kepada para petugas Posko untuk bertindak proaktif mencari dan mendatangi keluarga korban.

“Jangan menunggu masyarakat yang meminta bantuan, tapi (petugas Posko) harus proaktif, jemput bola. Yang yatim juga harus diurus sampai mandiri. Jangan hanya bayari SPP, tapi harus dipikirkan sampai dia bisa hidup mandiri,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Leteh, Rembang ini.

Menurut Gus Yahya, bantuan kemanusiaan dan kepedulian NU merupakan wujud tanggung jawab NU kepada masyarakat, dalam hal ini kepada korban dan keluarga korban dari tragedi Kanjuruhan.

“Bagi NU, ini (bantuan) wajib dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab NU. Kalau tidak dilaksanakan, kita berdosa,” ucapnya.

Menyambut apa yang disampaikan Gus Yahya, ke depan LAZISNU PBNU pun akan memberikan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga korban sampai mandiri.

“LAZISNU berperan aktif dalam Posko Terpadu yang dibentuk oleh PBNU, dan program ke depan LAZISNU tidak hanya memberikan santunan tetapi juga memberikan beasiswa bagi anak-anak keluarga korban sampai mandiri,” ujar Qohari yang ditunjuk sebagai Wakil Penanggung Jawab Posko Terpadu Tragedi Kanjuruhan.

Pewarta: Wahyu Noerhadi

Donatur