Bantu Penuhi Kebutuhan Pokok Mbah Hadiyah!

Category Ekonomi
KABUPATEN SAMPANG
NU Care-LAZISNU Sampang

Terkumpul

6.424.000

Dana Dibutuhkan

100.000.000

Open Goal
26 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Mbah Hadiyah (97 tahun), hidup sebatang kara. Di usianya yang menjelang 1 abad itu, Mbah Hadiyah harus melewati masa uzurnya dengan penderitaan dan kesepian di sebuah rumah di Kampung Jrejeh, Dusun Onongan, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur.

Bukan, bukan karena dirinya sengaja ditelantarkan oleh 3 anaknya, tetapi karena kedua anaknya telah meninggal dunia dan satu anaknya lagi merantau ke Ibukota, dan memiliki keterbatasan untuk mengunjunginya karena pandemi.

Secara fisik, kondisi matanya kini sudah tidak dapat melihat lagi, yang mungkin karena faktor usia. Hal itu membuatnya selalu setia ditemani tongkat kayu kecilnya dalam segala aktivitas.

“Ya, kesulitannya itu kadang kalau mau sholat atau ke dapur agak sulit, jadi sering jatuh,” ucap wanita ini saat dikunjungi Tim NU Care-LAZISNU Sampang, 1 September 2021.

Mbah Hadiyah sedang melakukan aktivitas memasak di dapurnya (Foto: NU Care-LAZISNU Sampang)

Tak hanya kesulitan dalam menjalani aktivitasnya, wanita yang badannya sudah terbungkuk ini juga mengaku bahwa dirinya hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah desa untuk kebutuhan pangannya sehari-hari. Namun, bantuan itu hanya cukup untuk satu minggu, selebihnya ia hanya bisa berharap dari bantuan tetangga.

Mbah Hadiyah makan dengan lauk cabe dan garam (Foto: NU Care-LAZISNU Sampang)

“Ya lauknya cuma ini, cabe sama garam, Pak. Ini juga udah alhamdulillah sekali, daripada saya tidak makan sama sekali,” pungkasnya sambil meneteskan airmata di wajah keriputnya.

Dalam kesendiriannya, nenek ini mengaku sering merasa takut jika turun hujan, takut terpeleset saat hendak ke dapur. Tak jarang, ia pun lebih memilih kelaparan seharian daripada harus memasak di dapur yang letaknya jauh dari kamarnya.

Untuk itu, NU Care-LAZISNU mengajak #SahabatPeduli untuk bersama membantu Mbah Hadiyah, dengan menyaluran bantuan kebutuhan pokok dan uang santunan melalui donasi di laman ini. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 16 September 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Sampang
Akun Terverifikasi

Total
12 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Penuhi Kebutuhan Pokok Mbah Hadiyah!

Bantu Penuhi Kebutuhan Pokok Mbah Hadiyah!

Terkumpul 6.424.000
Dana Dibutuhkan 100.000.000
NU Care-LAZISNU Sampang Akun Terverifikasi

Mbah Hadiyah (97 tahun), hidup sebatang kara. Di usianya yang menjelang 1 abad itu, Mbah Hadiyah harus melewati masa uzurnya dengan penderitaan dan kesepian di sebuah rumah di Kampung Jrejeh, Dusun Onongan, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur.

Bukan, bukan karena dirinya sengaja ditelantarkan oleh 3 anaknya, tetapi karena kedua anaknya telah meninggal dunia dan satu anaknya lagi merantau ke Ibukota, dan memiliki keterbatasan untuk mengunjunginya karena pandemi.

Secara fisik, kondisi matanya kini sudah tidak dapat melihat lagi, yang mungkin karena faktor usia. Hal itu membuatnya selalu setia ditemani tongkat kayu kecilnya dalam segala aktivitas.

“Ya, kesulitannya itu kadang kalau mau sholat atau ke dapur agak sulit, jadi sering jatuh,” ucap wanita ini saat dikunjungi Tim NU Care-LAZISNU Sampang, 1 September 2021.

Mbah Hadiyah sedang melakukan aktivitas memasak di dapurnya (Foto: NU Care-LAZISNU Sampang)

Tak hanya kesulitan dalam menjalani aktivitasnya, wanita yang badannya sudah terbungkuk ini juga mengaku bahwa dirinya hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah desa untuk kebutuhan pangannya sehari-hari. Namun, bantuan itu hanya cukup untuk satu minggu, selebihnya ia hanya bisa berharap dari bantuan tetangga.

Mbah Hadiyah makan dengan lauk cabe dan garam (Foto: NU Care-LAZISNU Sampang)

“Ya lauknya cuma ini, cabe sama garam, Pak. Ini juga udah alhamdulillah sekali, daripada saya tidak makan sama sekali,” pungkasnya sambil meneteskan airmata di wajah keriputnya.

Dalam kesendiriannya, nenek ini mengaku sering merasa takut jika turun hujan, takut terpeleset saat hendak ke dapur. Tak jarang, ia pun lebih memilih kelaparan seharian daripada harus memasak di dapur yang letaknya jauh dari kamarnya.

Untuk itu, NU Care-LAZISNU mengajak #SahabatPeduli untuk bersama membantu Mbah Hadiyah, dengan menyaluran bantuan kebutuhan pokok dan uang santunan melalui donasi di laman ini. Caranya:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email