Koin Muktamar Bangun Kemandirian NU

Category Sosial & Keagamaan
KOTA JAKARTA PUSAT
NU CARE-LAZISNU

Terkumpul

1.107.499.968

Dana Dibutuhkan

5.000.000.000

Open Goal
22 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

"Gotong royong dalam menggalang dana nahdliyin melalui Gerakan Koin Muktamar untuk Muktamar ke-34 NU membuktikan kemandirian dan kekompakan kita bersama"

Muktamar, sebagai agenda besar dan forum permusyawaratan tertinggi di Nahdlatul Ulama (NU) akan segera digelar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan bahwa Muktamar Ke-34 NU akan diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung, dengan prokes yang ketat dan persetujuan Satgas Covid-19.

Muktamar kali ini menjadi sangat penting, karena NU berada di pengujung usia satu abad. Panitia Muktamar pun telah menetapkan tema Muktamar Ke-34 NU, yaitu Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia.

Persiapan Muktamar tentu sudah mulai dilakukan, termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari kemandirian Nahdliyin, melalui gerakan Koin Muktamar. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, pernah menyampaikan bahwa melalui Koin Muktamar, seluruh nahdliyin di seluruh penjuru dunia diharapkan mampu membangun kemandirian untuk agenda besar NU itu.

Koin Muktamar sendiri merupakan ikhtiar berkesinambungan guna mencapai kemandirian finansial NU, semenjak peluncuran program nasional Koin NU, yang terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program, hingga pelaporan.

Seperti yang disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen, beberapa waktu lalu bahwa, "Kemandirian menjadi penting. Gotong royong menggalang dana nahdliyin menjadi krusial sekaligus membuktikan kekompakan kita bersama."

Mari kita sukseskan gerakan Koin Muktamar. Mari gotong royong, berpartisipasi, berkontribusi dalam membangun kemandirian NU, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 27 November 2019 oleh:
NU CARE-LAZISNU
Akun Terverifikasi

Total
59 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Koin Muktamar Bangun Kemandirian NU

Koin Muktamar Bangun Kemandirian NU

Kebutuhan Dana 5.000.000.000

Dana Terkumpul 1.107.499.968

Donatur

22 Hari lagi

NU CARE-LAZISNU

Akun Terverifikasi

Deskripsi

"Gotong royong dalam menggalang dana nahdliyin melalui Gerakan Koin Muktamar untuk Muktamar ke-34 NU membuktikan kemandirian dan kekompakan kita bersama"

Muktamar, sebagai agenda besar dan forum permusyawaratan tertinggi di Nahdlatul Ulama (NU) akan segera digelar. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan bahwa Muktamar Ke-34 NU akan diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung, dengan prokes yang ketat dan persetujuan Satgas Covid-19.

Muktamar kali ini menjadi sangat penting, karena NU berada di pengujung usia satu abad. Panitia Muktamar pun telah menetapkan tema Muktamar Ke-34 NU, yaitu Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia.

Persiapan Muktamar tentu sudah mulai dilakukan, termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari kemandirian Nahdliyin, melalui gerakan Koin Muktamar. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, pernah menyampaikan bahwa melalui Koin Muktamar, seluruh nahdliyin di seluruh penjuru dunia diharapkan mampu membangun kemandirian untuk agenda besar NU itu.

Koin Muktamar sendiri merupakan ikhtiar berkesinambungan guna mencapai kemandirian finansial NU, semenjak peluncuran program nasional Koin NU, yang terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program, hingga pelaporan.

Seperti yang disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen, beberapa waktu lalu bahwa, "Kemandirian menjadi penting. Gotong royong menggalang dana nahdliyin menjadi krusial sekaligus membuktikan kekompakan kita bersama."

Mari kita sukseskan gerakan Koin Muktamar. Mari gotong royong, berpartisipasi, berkontribusi dalam membangun kemandirian NU, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email

Kabar Terbaru

PBNU Serahkan Dana Koin Muktamar Sebesar Rp 1 Miliar ke Panitia Lokal

04/11/2021

Image


Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-34 NU, KH Imam Aziz, menyerahkan hasil donasi warga NU yang terkumpul melalui Koin Muktamar NU sebesar Rp 1 miliar kepada Gus Hisyam, putra KH Muhsin Abdillah, pengasuh pesantren Darus Sa'adah, Dusun Mojoagung, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah.

Penyerahan simbolik dana Koin Muktamar dari PBNU ke panitia lokal ini disaksikan oleh KH Muhsin Abdillah dan Ketua PCNU Lampung Tengah, KH Imam Suhadi.

PBNU melakukan ikhtiar kemandirian yang akan diuji pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung ini. PBNU menempuh jalan gerakan Koin Muktamar, yaitu iuran warga NU untuk mendanai pelaksanaan Muktamar yang akan dihadiri oleh seluruh pengurus NU dari tingkat pusat sampai cabang.

Adapun gerakan Koin Muktamar sudah dikampanyekan sejak dua tahun terakhir di berbagai tingkatan atau dalam kegiatan-kegiatan NU.

Gerakan Koin Muktamar merupakan ikhtiar berkesinambungan dari program nasional Koin NU, yang semenjak peluncurannya terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program, maupun pelaporan.

Sebagai upaya menertibkan pemasukan atau donasi dari masyarakat, PBNU telah mengamanatkan NU Care-LAZISNU untuk menghimpun dana Koin Muktamar. Untuk itu, kepada masyarakat yang hendak turut serta menyukseskan Muktamar ke-34 NU di Lampung, selain melalui rekening, donasi juga dapat disalurkan melalui laman nucare.id/program/koinmuktamar

Pada kesempatan tersebut, Kiai Imam Aziz juga melakukan kunjungan ke Pesantren Darus Sa’adah, Lampung Tengah, untuk menyampaikan putusan PBNU dan perkembangan Panitia terkait Muktamar NU yang ke-34. Pesantren Darus Sa’adah sendiri adalah lokasi pembukaan Muktamar NU 2021.

KH Imam Aziz yang juga Ketua PBNU melakukan kunjungan ke sejumlah titik lokasi Muktamar NU di Lampung, pada Jumat (29/10/2021). Panitia ingin memastikan kesiapan sarana yang diperlukan untuk kepentingan Muktamar NU yang akan diselenggarakan pada Desember mendatang.

“Kita ingin melihat persiapan akhir lokasi Muktamar NU di Lampung,” kata Kiai Imam Aziz.

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Muhammad Faizin

Sumber: NU Online

Tahap Pertama, NU Care Serahkan Rp 2,2 Miliar Dana Koin Muktamar ke PBNU

03/11/2021

Image


Jakarta, NU Care

Persiapan Muktamar ke-34 NU sudah mulai dilakukan. Termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari kemandirian Nahdliyin, melalui gerakan Koin Muktamar. Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU, yang bertugas menghimpun dan mengelola dana Koin Muktamar, telah menyerahkan dana tahap pertama senilai Rp 2.287.615.020 kepada PBNU, pada Selasa (2/11/2021).

Alhamdulillah, hari ini kami dari PP NU Care-LAZISNU menyerahkan secara simbolis tahap pertama dana Koin Muktamar. Ini (dana) dihimpun pada periode akhir 2019 sampai 2020,” kata Ketua PP NU Care-LAZISNU, Muhammad Wahib, di lantai 2 Gedung PBNU Jakarta Pusat, saat penyerahan dana Koin Muktamar kepada PBNU, yang diterima oleh Bendahara Umum PBNU, H Bina Suhendra.

Wahib menyampaikan, dana tersebut adalah akumulasi sementara dari penghimpunan secara tunai, lewat rekening bank, dan via digital di halaman campaign nucare.id/program/koinmuktamar.

Dirinya juga menjelaskan bahwa gerakan atau program Koin Muktamar sempat terhenti karena musibah pandemi Covid-19.

“Di pertengahan jalan, ternyata kita terkendela musibah Covid-19, sehingga praktis program Koin Muktamar terhenti. Nah, ini pengumpulan dana yang sudah ada di kami. Saat ini, Koin Muktamar masih berjalan di beberapa daerah dan secara digital di Pusat. Akan kami susulkan (serahkan dana) di tahap selanjutnya,” ucap Wahib.

Terkait model gerakan Koin Muktamar, Wahib menyebut tetap menggunakan model-model ala NU dan mengadopsi model baru secara digital.

Almuhafadhoh ‘alal qodimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Kita tetap menggunakan model-model ala NU, yaitu koin (kotak infak) NU di berbagai cabang. Juga wal akhdzu bil jadidil ashlah, penghimpunan Koin Muktamar secara digital,” katanya.

Menurut Wahib, penghimpunan Koin Muktamar dapat dilakukan melalui NU Care-LAZISNU di masing-masing cabang atau daerah, atau melalui Jaringan Pengelola Zakat, Infak dan Sedekah (JPZIS) NU.

“Itu (dana Koin Muktamar) nanti akan dikelola terlebih dahulu oleh sahabat-sahabat di cabang, dan nanti dikirimkan ke kami di Pusat. Yang kedua melalui digital, kita semua bisa membantu menyemarakkan dan membangun kemandirian Muktamar yaitu dengan menggunakan payment (pembayaran) secara digital, melalui tautan nucare.id/program/koinmuktamar,” paparnya.

Senada, Bendahara Umum PBNU, H Bina Suhendra pun menyatakan bahwa Koin Muktamar adalah satu tahap pertama membangun kembali kemandirian Nahdliyin.

“Termasuk penghimpunan yang dilakukan secara digital. Maka dengan teknologi ini, kita harus maju. Supaya orang-orang bisa dimudahkan dalam menyumbang, termasuk iuran Koin Muktamar,” ungkapnya.

Bendum PBNU menegaskan, Nahdliyin tidak boleh meragukan kekuatan dan kebesaran NU sebagai jama’ah dan jam’iyyah.

“Kita tidak boleh underestimate (meremehkan) kekuatan dan kebesaran NU. Gus Mus juga pernah bilang kepada saya, kita harus kembali ke jam’iyyah. Kembali ke kemandirian. Pertama saya masuk di Bendahara Umum PBNU, visi saya satu, NU mandiri. Itu dibahas juga saat Pleno di Yogyakarta,” tegasnya.

Perihal penggunanaan dana Koin Muktamar, ia melanjutkan, rencananya akan disalurkan melalui bendahara atau Panitia Muktamar.

“Akan disalurkan melalui bendahara panitia, dan akan disetujui oleh Panitia Muktamar. Ini (akan) ketat sekali. Kita jaga betul (penggunaan dana), mulai dari nominal lima ribu rupiah, 20 ribu, 100 ribu. Karena ini amanah, dan kita diaudit,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, PBNU telah menyerahkan dana ke Panitia Lokal senilai Rp 1 miliar, untuk persiapan infrastruktur tempat pelaksanaan Muktamar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

Pewarta: Wahyu Noerhadi

Donatur