Mari Bantu Ringankan Beban Hidup Ilham!

Category Ekonomi
KABUPATEN SAMPANG
NU Care-LAZISNU Sampang

Terkumpul

6.185.501

Dana Dibutuhkan

50.000.000

Open Goal
27 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Namanya Ilham (17 thn), seorang anak yatim yang memiliki keterbatasan fisik. Pada tahun 2019, nasib naas menimpa dirinya ketika sepulang dari rumah temannya. Di perjalanan, dia terserempet kereta api dan mengalami luka yang sangat parah sehingga mengakibatkan tangan dan kaki kanannya harus diamputasi.

Kini Ilham menjalani hari-harinya tanpa tangan dan kaki yang utuh. Dalam melakukan aktivitasnya, dia hanya bisa ngesot dan menggunakan kursi roda. Kepada Tim NU Care-LAZISNU Sampang, dia mengaku pasrah pada keadaan.

Rasa malu sih ada, ketika berkumpul dengan teman-teman. Tapi mau gimana lagi, wong keadaannya sudah begini,ungkapnya sambil sesekali menyeka air mata.

Tidak hanya itu, pada tahun 2018 lalu, Ilham dan adiknya yang bernama Putra ditinggalkan oleh ayah tercinta untuk selamanya. Sehingga mereka berdua terpaksa ikut ibunya merantau. Namun, pasca Ilham mengalami kecelakaan yang merenggut tangan dan kakinya, sang ibu pun pergi entah ke mana dan sampai hari ini tak pernah ada kabar.

Di Dusun Tenga, Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, Ilham tinggal bersama Putra yang baru berumur 12 tahun, serta kakeknya yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan.

“Boleh dibilang, hidupnya sangat bergantung pada bantuan tetangga. Terkadang mereka harus makan nasi saja karena tidak punya uang untuk membeli lauk,” ucap Zainuddin, Ketua NU Care-LAZISNU Sampang.

Untuk biaya sekolah adiknya dan merawat kakeknya yang sakit, Ilham memelihara ayam kampung yang jumlah dan harga jualnya tidak seberapa. Biasanya dia menjual ayam itu setiap 3 bulan sekali. Ketika ayamnya sudah mulai besar, dia menjualnya dengan harga sekitar Rp 40-60 ribu per ekor.

Untuk makan setiap hari biasanya kami menunggu kiriman dari tetangga, Pak. Sebelum saya makan, saya harus menyuapi kakek saya yang sakit, sisanya saya dan adik yang makan, kata Ilham.

Bayangkan, di usia yang masih muda, remaja 17 tahun, harus menanggung beban hidup dengan segala keterbatasan; merawat kakeknya yang sakit, membiayai sekolah adiknya, dengan ekonomi yang susah!

Melalui halaman galang dana ini, kami dari NU Care-LAZISNU Sampang, bermaksud untuk mengajak saudara semua, #SahabatPeduli untuk turut membantu Ilham dan keluarga, dengan bentuk bantuan:

  1. Sembako
  2. Uang Santunan
  3. Biaya Pendidikan untuk adik dari Ilham

Silakan, kepedulian saudara semua dapat disalurkan melalui halaman ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 17 September 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Sampang
Akun Terverifikasi

Total
12 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Mari Bantu Ringankan Beban Hidup Ilham!

Mari Bantu Ringankan Beban Hidup Ilham!

Terkumpul 6.185.501
Dana Dibutuhkan 50.000.000
NU Care-LAZISNU Sampang Akun Terverifikasi

Namanya Ilham (17 thn), seorang anak yatim yang memiliki keterbatasan fisik. Pada tahun 2019, nasib naas menimpa dirinya ketika sepulang dari rumah temannya. Di perjalanan, dia terserempet kereta api dan mengalami luka yang sangat parah sehingga mengakibatkan tangan dan kaki kanannya harus diamputasi.

Kini Ilham menjalani hari-harinya tanpa tangan dan kaki yang utuh. Dalam melakukan aktivitasnya, dia hanya bisa ngesot dan menggunakan kursi roda. Kepada Tim NU Care-LAZISNU Sampang, dia mengaku pasrah pada keadaan.

Rasa malu sih ada, ketika berkumpul dengan teman-teman. Tapi mau gimana lagi, wong keadaannya sudah begini,ungkapnya sambil sesekali menyeka air mata.

Tidak hanya itu, pada tahun 2018 lalu, Ilham dan adiknya yang bernama Putra ditinggalkan oleh ayah tercinta untuk selamanya. Sehingga mereka berdua terpaksa ikut ibunya merantau. Namun, pasca Ilham mengalami kecelakaan yang merenggut tangan dan kakinya, sang ibu pun pergi entah ke mana dan sampai hari ini tak pernah ada kabar.

Di Dusun Tenga, Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, Ilham tinggal bersama Putra yang baru berumur 12 tahun, serta kakeknya yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan.

“Boleh dibilang, hidupnya sangat bergantung pada bantuan tetangga. Terkadang mereka harus makan nasi saja karena tidak punya uang untuk membeli lauk,” ucap Zainuddin, Ketua NU Care-LAZISNU Sampang.

Untuk biaya sekolah adiknya dan merawat kakeknya yang sakit, Ilham memelihara ayam kampung yang jumlah dan harga jualnya tidak seberapa. Biasanya dia menjual ayam itu setiap 3 bulan sekali. Ketika ayamnya sudah mulai besar, dia menjualnya dengan harga sekitar Rp 40-60 ribu per ekor.

Untuk makan setiap hari biasanya kami menunggu kiriman dari tetangga, Pak. Sebelum saya makan, saya harus menyuapi kakek saya yang sakit, sisanya saya dan adik yang makan, kata Ilham.

Bayangkan, di usia yang masih muda, remaja 17 tahun, harus menanggung beban hidup dengan segala keterbatasan; merawat kakeknya yang sakit, membiayai sekolah adiknya, dengan ekonomi yang susah!

Melalui halaman galang dana ini, kami dari NU Care-LAZISNU Sampang, bermaksud untuk mengajak saudara semua, #SahabatPeduli untuk turut membantu Ilham dan keluarga, dengan bentuk bantuan:

  1. Sembako
  2. Uang Santunan
  3. Biaya Pendidikan untuk adik dari Ilham

Silakan, kepedulian saudara semua dapat disalurkan melalui halaman ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email