Mari Bantu Mastur Lanjutkan Sekolah

Campaign Program Pendidikan

Mastur, seorang yatim di pelosok Madura sangat butuh bantuan kita semua, agar ia bisa melanjutkan sekolah dan nyantri. Mari bersama bantu Mastur, agar ia bisa menggapai citanya

0%
telah terkumpul untuk target
Rp. 100.000.000
Program donasi telah berakhir.


 “Mastur yakin bisa hafal Al-Quran supaya bisa nyenengin Ibu, dan mendoakan Bapak di alam sana,” ungkap Mastur di hadapan ibunya, sore itu saat tim NU Care berkunjung.

Tim NU Care di Madura, Fauzi, mempersilakan Mastur bercerita tentang dirinya. Berikut kisahnya.

Namaku Mastur. Umurku 14 tahun. Aku terlahir di sini, di Dusun Trebung Temor, Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.

Sejak kecil aku mengalami cacat fisik. Tangan dan kakiku berbeda dengan anak normal lainnya. Maka itu juga, kadang aku tidak bisa bermain bebas seperti teman-teman seusiaku.

Bapakku meninggal saat usiaku masih bayi. Ibu lah yang menjadi tulang punggung keluarga.

Mastur, bersama sang ibu, di rumahnya.

Ibuku bernama Suti’ah dan bekerja sebagai buruh tani. Setiap pagi ibuku pergi ke sawah dan kembali pulang di waktu sore.

Di rumah sederhana yang terbuat dari kayu, aku dan keempat saudaraku hidup sebagai anak yatim. Ibuku adalah satu-satunya orangtua yang mendidik kami dan memberikan semangat untuk terus belajar, tetap bersekolah.

Pernah, suatu hari aku ingin berhenti sekolah karena biaya sekolah memang tak murah bagi kami. Aku kasihan sama Ibu. Tapi beliau justru memberiku nasihat agar jangan berpikir seperti itu, dan aku harus terus melanjutkan sekolah supaya menjadi orang sukses.

“Mastur, Ibu dulu tidak tamat SD. Ibu tak pandai hitung-hitungan dan membaca. Ibu ingin Mastur bisa sekolah tinggi supaya tak seperti ibu,” ucap ibunya.

Bu Suti'ah memberi nasihat dan semangat kepada Mastur, putranya.

Begitulah nasihat Ibu dan selalu jadi semangat buatku.

Saat ini, selain sekolah aku juga mengenyam pendidikan agama di pondok pesantren. Di pondok pesantren aku mengikuti program menghafal Al-Quran.

Walaupun aku memiliki keterbatasan fisik, aku tak mau kalah dengan teman-temanku. Setiap ayat yang aku hafal selalu kupersembahkan untuk kasih sayang ibuku yang sudah merawatku sejak masih bayi seorang diri.

Potret Mastur ketika berangkat sekolah.

Demikianlah kisah singkat Mastur. Ia adalah satu dari banyak anak yatim di pelosok desa yang memiliki keinginan besar untuk bisa sekolah. Kondisi ekonomi keluarga kerap menjadi hambatan anak-anak harus mengurungkan niatnya mencapai apa yang dicitakannya.

NU CARE-LAZISNU mengajak para pembaca yang dermawan untuk bergabung bersama kami, bersama membantu adik-adik kita, anak yatim di pelosok desa agar bisa sekolah.

Kepedulian saudara semua bisa disalurkan melalui nomor rekening Infaq kami di:

0680 1926 77 (BCA)
a/n. Yayasan Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU

dengan kode unik 02 (rupiah) di akhir jumlah donasi.

Atau, bisa juga via Kitabisa.com di https://kitabisa.com/yatimpelosokdesa

Kepedulian kita akan sangat bermakna bagi masa depan Mastur. Dan, semoga kepedulian kita menjadi amal kebaikan kita di dunia dan akhirat. Amin.

Salam,

NU Care

Sabda Nabi SAW, (jika) hamba Allah berkata, “Yang mana hartaku, yang mana hartaku, sesungguhnya baginya tiga macam harta; apa yang dia makan lalu lenyap, apa yang dia pakai lalu lusuh, dan apa yang dia infakkan akan tetap tersimpan. Selain itu, akan lenyap dan meninggalkan manusia.”

(HR.Muslim)

chat dengan kami via whatsapp