Bantu Kebutuhan Pasien Covid-19 di Kudus agar Lekas Pulih!

Category Kesehatan
KABUPATEN KUDUS
NU Care-LAZISNU Jateng

Terkumpul

Rp. 8.868.101,00

Dana Dibutuhkan

Rp. 200.000.000,00

Open Goal
13 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Kudus menempati urutan pertama kasus Covid-19 di Jawa Tengah dengan lonjakan kasus aktif mencapai 10.028 kasus per tanggal 10 Juni 2021. Kemudian meningkat menjadi 10.353 kasus per tanggal 11 Juni 2021, dengan prosentase 21,48% dari total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus telah melampaui kasus Covid-19 nasional yang berada pada angka 5,47%. (Sumber: Kompas.com)

Berdasarkan data dari Kudus Tanggap Covid tanggal 11 Juni 2021, Kecamatan yang memiliki intensitas kasus tertinggi yaitu Kota Kudus dengan 1.766 kasus dan Kecamatan Jati 1.764 kasus. Data tersebut juga berbanding lurus dengan angka kematian tertinggi di Kota Kudus (159 orang), sedangkan angka kesembuhan tertinggi di Kecamatan Jati (1.305 jiwa).   

Data ini pun dikonfirmasi oleh NU Care LAZISNU Kabupaten Kudus yang melakukan investigasi langsung ke lapangan dan menemukan data pasien isoman (isolasi mandiri) sebelum tanggal 7 Juni 2021 dengan jumlah 992 kasus positif dan setelah tanggal 7 juni 2021 mencapai 1.487 kasus dari 65 desa di sembilan kecamatan. Data tersebut memiliki relevansi dengan lonjakan data terbaru, yang telah mencapai 1.743 orang yang dirawat dengan cara isolasi mandiri.      

Jadi tidak salah jika kemudian 90% lebih ketergunaan ruangan perawatan di Kudus telah terpakai (penuh). Bahkan tak sedikit pasien Covid-19 asal Kudus yang harus dilarikan ke shelter dan daerah lain di Jawa Tengah. Dari banyaknya pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus, NU Care-LAZISNU telah mewawancarai salah satu dari keluarga pasien asal Kudus yang tengah dirawat di RS Telogorejo, Semarang.

"Sejujurnya kami menganggap biasa aja, sebagaimana sakit biasanya yang ketika demam diberi parasetamol ya lalu sembuh. Tapi sudah tidak lagi wajar ketika segala macam gejala mulai bapak saya alami, dari demam, batuk, pusing, diare, lemah, dan sebagainya. Kami sudah melakukan PCR untuk Bapak, bahkan sebelum kami tahu hasilnya. Kami sudah menduga jika gejalanya persis Covid-19. Mau kami larikan ke RS di Kudus ternyata penuh semua, akhirnya kami harus melarikan Bapak untuk berobat di Semarang. Alhamdulilah kondisi sekarang membaik. Saya berharap semoga kasus di Jawa Tengah, khususnya Kudus segera melandai dan normal kembali. Hal ini tentu dengan mengingat dan menerapkan prokes 5M yang patut ‘ditegaskan’ lagi di Kudus," tutur Hasna Mudiarti, salah seoarang warga Desa Tenggales, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Menyikapi peningkatan kasus yang signifikan dari awal Juni 2021 di Kudus, NU Care-LAZISNU Jawa Tengah telah bergiat bersama Satgas NU Peduli Kudus melalui Gerakan NU Peduli Cegah Covid-19. Gerakan tersebut pada tahap awal telah menyalurkan dana darurat dengan memberikan paket sembako dan vitamin. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat dalam menjalani isolasi mandiri maupun pekerja harian di Kudus.       

“Pandemi Covid-19 masih melanda bumi Nusantara. Lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Kudus pada bulan Mei dan Juni serta kewajiban menjaga jiwa untuk keselamatan harus diupayakan semaksimal mungkin. NU mengambil langkah dengan membentuk Satgas NU Peduli Cegah Covid-19 Kabupaten Kudus untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan kasus Covid-19. Rencana program ketahanan pangan, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan, pembentukan shelter pesantren, dan kegiatan-kegiatan lain menyangkut penanganan Covid-19 membutuhkan biaya dan uluran tangan dari semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berdonasi untuk para relawan dan pejuang Covid-19 menuju Kudus sehat kembali,” ungkap Ketua NU Care-LAZISNU Kudus, Ihdi Fahmi Tamami.

Berdasarkan data, peningkatan kasus positif Covid-19 menjadikan Kabupaten Kudus sebagai Zona Merah. Tentu banyak saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19 mengalami kesusahan. Dan tentu Satgas NU Peduli Cegah Covid-19 Kudus serta kita semua bisa bergotong-royong saling membantu.

Oleh karena itu, melalui Gerakan NU Peduli, mari kita berbagi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di negeri ini. Dalam Gerakan ini, bantuan yang hendak segera disalurkan antara lain berupa:

  • Pembagian Sembako
  • Makanan Sehat, Madu, dan Multivitamin
  • Hand Sanitizer dan Masker
  • Kebutuhan Medis di Shelter Penanganan Covid-19

Mari bersama #SalingPeduli cegah penyebaran Covid-19 di Kudus dan juga semua daerah di Nusantara. Semoga ikhtiar, doa, dan kepedulian kita semua dapat memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Amiin… 

Kepedulian saudara-saudara semua dapat disalurkan melalui laman ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email
Penggalangan dana dimulai 14 June 2021 oleh:
NU Care-LAZISNU Jateng
Akun Terverifikasi

Total
2 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Kebutuhan Pasien Covid-19 di Kudus agar Lekas Pulih!

Bantu Kebutuhan Pasien Covid-19 di Kudus agar Lekas Pulih!

Terkumpul Rp. 8.868.101,00
Dana Dibutuhkan Rp. 200.000.000,00
NU Care-LAZISNU Jateng Akun Terverifikasi

Kudus menempati urutan pertama kasus Covid-19 di Jawa Tengah dengan lonjakan kasus aktif mencapai 10.028 kasus per tanggal 10 Juni 2021. Kemudian meningkat menjadi 10.353 kasus per tanggal 11 Juni 2021, dengan prosentase 21,48% dari total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus telah melampaui kasus Covid-19 nasional yang berada pada angka 5,47%. (Sumber: Kompas.com)

Berdasarkan data dari Kudus Tanggap Covid tanggal 11 Juni 2021, Kecamatan yang memiliki intensitas kasus tertinggi yaitu Kota Kudus dengan 1.766 kasus dan Kecamatan Jati 1.764 kasus. Data tersebut juga berbanding lurus dengan angka kematian tertinggi di Kota Kudus (159 orang), sedangkan angka kesembuhan tertinggi di Kecamatan Jati (1.305 jiwa).   

Data ini pun dikonfirmasi oleh NU Care LAZISNU Kabupaten Kudus yang melakukan investigasi langsung ke lapangan dan menemukan data pasien isoman (isolasi mandiri) sebelum tanggal 7 Juni 2021 dengan jumlah 992 kasus positif dan setelah tanggal 7 juni 2021 mencapai 1.487 kasus dari 65 desa di sembilan kecamatan. Data tersebut memiliki relevansi dengan lonjakan data terbaru, yang telah mencapai 1.743 orang yang dirawat dengan cara isolasi mandiri.      

Jadi tidak salah jika kemudian 90% lebih ketergunaan ruangan perawatan di Kudus telah terpakai (penuh). Bahkan tak sedikit pasien Covid-19 asal Kudus yang harus dilarikan ke shelter dan daerah lain di Jawa Tengah. Dari banyaknya pasien Covid-19 asal Kabupaten Kudus, NU Care-LAZISNU telah mewawancarai salah satu dari keluarga pasien asal Kudus yang tengah dirawat di RS Telogorejo, Semarang.

"Sejujurnya kami menganggap biasa aja, sebagaimana sakit biasanya yang ketika demam diberi parasetamol ya lalu sembuh. Tapi sudah tidak lagi wajar ketika segala macam gejala mulai bapak saya alami, dari demam, batuk, pusing, diare, lemah, dan sebagainya. Kami sudah melakukan PCR untuk Bapak, bahkan sebelum kami tahu hasilnya. Kami sudah menduga jika gejalanya persis Covid-19. Mau kami larikan ke RS di Kudus ternyata penuh semua, akhirnya kami harus melarikan Bapak untuk berobat di Semarang. Alhamdulilah kondisi sekarang membaik. Saya berharap semoga kasus di Jawa Tengah, khususnya Kudus segera melandai dan normal kembali. Hal ini tentu dengan mengingat dan menerapkan prokes 5M yang patut ‘ditegaskan’ lagi di Kudus," tutur Hasna Mudiarti, salah seoarang warga Desa Tenggales, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Menyikapi peningkatan kasus yang signifikan dari awal Juni 2021 di Kudus, NU Care-LAZISNU Jawa Tengah telah bergiat bersama Satgas NU Peduli Kudus melalui Gerakan NU Peduli Cegah Covid-19. Gerakan tersebut pada tahap awal telah menyalurkan dana darurat dengan memberikan paket sembako dan vitamin. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat dalam menjalani isolasi mandiri maupun pekerja harian di Kudus.       

“Pandemi Covid-19 masih melanda bumi Nusantara. Lonjakan kasus positif Covid-19 yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Kudus pada bulan Mei dan Juni serta kewajiban menjaga jiwa untuk keselamatan harus diupayakan semaksimal mungkin. NU mengambil langkah dengan membentuk Satgas NU Peduli Cegah Covid-19 Kabupaten Kudus untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan kasus Covid-19. Rencana program ketahanan pangan, pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan, pembentukan shelter pesantren, dan kegiatan-kegiatan lain menyangkut penanganan Covid-19 membutuhkan biaya dan uluran tangan dari semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berdonasi untuk para relawan dan pejuang Covid-19 menuju Kudus sehat kembali,” ungkap Ketua NU Care-LAZISNU Kudus, Ihdi Fahmi Tamami.

Berdasarkan data, peningkatan kasus positif Covid-19 menjadikan Kabupaten Kudus sebagai Zona Merah. Tentu banyak saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19 mengalami kesusahan. Dan tentu Satgas NU Peduli Cegah Covid-19 Kudus serta kita semua bisa bergotong-royong saling membantu.

Oleh karena itu, melalui Gerakan NU Peduli, mari kita berbagi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di negeri ini. Dalam Gerakan ini, bantuan yang hendak segera disalurkan antara lain berupa:

  • Pembagian Sembako
  • Makanan Sehat, Madu, dan Multivitamin
  • Hand Sanitizer dan Masker
  • Kebutuhan Medis di Shelter Penanganan Covid-19

Mari bersama #SalingPeduli cegah penyebaran Covid-19 di Kudus dan juga semua daerah di Nusantara. Semoga ikhtiar, doa, dan kepedulian kita semua dapat memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Amiin… 

Kepedulian saudara-saudara semua dapat disalurkan melalui laman ini, dengan cara:

  1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Isi data diri
  4. Pilih metode pembayaran
  5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
  6. Dapatkan laporan via email