Kita Bersama Palu dan Donggala

Musibah kembali melanda bumi Nusantara. Setelah Lombok, kini Palu, Donggala, dan Sigi di Sulawesi Tengah; ribuan jiwa meninggal, luka-luka, dan banyak bangunan runtuh. Mari bantu saudara kita di sana. Mereka butuh bantuan kita.

0%
telah terkumpul untuk target
Rp. 100.000.000
Program donasi telah berakhir.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan sebanyak 844 orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang terjadi Jumat, 28 September 2018. Angka tersebut berdasarkan pendataan yang dilakukan BNPB pada 1 September 2018.

Sementara data terakhir, Senin (8/10/2018), tercatat 1.948 korban jiwa yang sebagian besar berasal dari Palu, Donggala, Parigi, Moutong, dan Pasangkayu (Sulbar); korban hilang 835 orang; korban tertimbun 152 orang; korban luka 10.679; jumlah pengungsi 74.444 orang di 147 titik; rumah rusak 65.733 unit dan sekolah rusak 2.736 unit.

Sebagai bentuk kepedulian, Nahdlatul Ulama (NU) mengirimkan Tim NU Peduli ke lokasi bencana pada Sabtu (29/09) untuk melakukan penanganan darurat. NU mengirimkan Tim NU Peduli tahap pertama 5 orang dengan spesifikasi kemampuan assessment dan SAR, yang didatangkan dari Jakarta dan Jawa Tengah. Selanjutnya, esok Rabu (3/10) NU Peduli kembali akan mengirimkan tenaga dan keperluan medis seperti obat-obatan, dari Jakarta dan Jawa Timur.

Pemberangkatan Tim NU Peduli ke lokasi bencana, Donggala dan Palu di Sulteng.

Setelah melaksanakan perjalanan darat selama 20 jam, akhirnya Tim NU Peduli sampai di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Tim NU Peduli lanjut melakukan koordinasi dengan BNPB, Korem Tadulako Kota Palu, dan PWNU Sulawesi Tengah.

Koordinasi Tim NU Peduli dengan BNPB.

Dari hasil koordinasi Tim NU Peduli dengan BNPB di lokasi bencana, diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah, karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi, tertimbun reruntuhan bangunan dan yang berada di daerah yang belum dapat diakses. 

Tim NU Peduli juga melaporkan, telah melaksanakan assessment, mendirikan Pos NU Peduli, dan memberikan bantuan pendirian tenda serta genset untuk warga pengungsi di Tawanduka, Kota Palu.

Pendirian tenda untuk warga, bersama Tim NU Peduli Sulteng, Senin (1/10) malam.

Adapun lokasi (titik) Posko Induk NU Peduli berada di Komplek Perumahan Tawanduka Mas Blok EE No. 3, Jl. Tawanduka Raya Kecamatan Tatana, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Infografis Posko NU Peduli Sulteng

Husein (70), salah seorang pengungsi di Kelurahan Tawanduka sangat senang karena akhirnya warga bisa tidur ditenda yang didirikan NU Peduli. Husein dan pengungsi lainnya sudah 3 malam tidur beralaskan rumput dan beratapkan langit.

Terkait musibah yang kembali melanda bumi Indonesia, setelah kemarin Lombok dan kini Palu dan Donggala di Sulteng, Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Kiai Said mengajak seluruh masyarakat untuk membantu warga terdampak bencana.

"Mari bergandengan tangan untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah. Satukan langkah dan ulurkan tangan bagi saudara kita di sana," ajak Kiai Said, Jumat (28/09) malam.

Adapun kebutuhan bagi korban bencana, Tim NU Peduli melaporkan beberapa kebutuhan mendesak, antara lain:

- makanan siap saji dan air minum
- pelayanan kesehatan (tim medis, alat & obat-obatan)
- family kit (selimut & alas tidur)
- air bersih
- BBM
- terpal & tenda
- tempat pengungsian
- tim SAR
- tim assessment
- alat penerangan
- kantong mayat & kain kafan

Infografis Kebutuhan Mendesak Warga Terdampak Bencana di Sulteng

Mari kita berdoa dan bergerak bersama, bahu-membahu membantu saudara kita di Palu, Donggala, Parigi, dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Doa dan bantuan saudara semua akan sangat-sangat bermanfaat bagi saudara kita di Sulteng sana. Mereka butuh bantuan kita.

#KitaBersamaPaludanDonggala
#PrayForPalu
#PrayForDonggala

Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.

(HR. Thabrani)

chat dengan kami via whatsapp