Bantu Kebutuhan Ekonomi Guru Ngaji di Pelosok Madura!

Category Sosial & Keagamaan
KABUPATEN SAMPANG
NU Care-LAZISNU Sampang

Terkumpul

6.893.641

Dana Dibutuhkan

150.000.000

Open Goal
0 Hari Lagi
Share

Detail

Update

Donatur

Peranan guru ngaji sangat penting dalam memperkenalkan huruf demi huruf Hija’iyyah. Dari surau berdinding anyaman bambu mereka tetap mengajarkan Al-qur’an dan berbagai ilmu agama. Aktivitas ini mereka lakukan secara istiqomah selama bertahun-tahun tanpa mengharap imbalan apapun. Bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an?

Ki Darwa dan puluhan santrinya dalam rutinitasnya mengaji kitab suci Al Quran

Seperti Ki Darwa, Guru Ngaji yang juga seorang buruh tani dengan penghasilan sehari-hari tak lebih dari Rp. 50.000. Kulitnya yang gelap dan tubuh kering kerontang mencerminkan bahwa kyai kampung ini adalah sosok pekerja keras. 25 tahun ia gunakan hidupnya untuk mengabdi pada agama walaupun dalam kehidupannya ia sangat jauh dari kata layak.

“Saya cuma tamatan SD dan pondok pesantren saja mas, tapi Alhamdulillah, orang-orang disini mempercayakan anak-anaknya untuk belajar Alqur’an sama saya. Kalau ditanyai, mencukupi atau engga, ya sebenernya engga, Cuma ya saya cukup-cukupi mas, bismillah.” Ucap Ki Darwa, saat Tim NU Care-LAZISNU Sampang menyambanginya.

Di usia senjanya, ia tetap istiqomah mengajarkan Al Qur’an dan tetap menafkahi 4 oang anaknya yang harus tetap makan dan menempuh pendidikan. Mirisnya, pengabdian dan perjuangan mereka seakan tidak ada nilainya. Jangankan menerima honor, tak jarang kebaikannya dipandang sebelah mata. Padahal mereka adalah insan biasa yang juga butuh makan dan berbagai keperluan untuk mencukupi hidupnya dan keluarganya.

Puluhan santri Ki Darwa  membaca doa bersama selepas mengaji

Di luar sana, masih banyak Ki Darwa- Ki Darwa yang lainnya, ada sekitar 3.511 guru ngaji di Kabupaten Sampang, Madura yang tersebar di pelosok-pelosok kampung terutama di Kepulauan Mandangin yang hidup penuh kekurangan. Mereka merelakan waktu mencari nafkahnya terkurangi karena harus mengajar ngaji anak-anak di kampung.

Mari kita bantu kebutuhan ekonomi Ki Darwa dan beberapa guru ngaji lainnya yang berada di pelosok negeri dengan cara:

1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
2. Masukkan nominal donasi
3. Isi data diri
4. Pilih metode pembayaran
5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
6. Dapatkan laporan via email


 

Penggalangan dana dimulai 25 September 2020 oleh:
NU Care-LAZISNU Sampang
Akun Terverifikasi

Total
11 Campaign
Tambahkan Program ini di halaman web Anda
Script berhasil dicopy

Yuk! Daftar untuk Mulai Ber - Donasi Membantu Sesama!

Bantu Kebutuhan Ekonomi Guru Ngaji di Pelosok Madura!

Bantu Kebutuhan Ekonomi Guru Ngaji di Pelosok Madura!

Terkumpul 6.893.641
Dana Dibutuhkan 150.000.000
NU Care-LAZISNU Sampang Akun Terverifikasi

Peranan guru ngaji sangat penting dalam memperkenalkan huruf demi huruf Hija’iyyah. Dari surau berdinding anyaman bambu mereka tetap mengajarkan Al-qur’an dan berbagai ilmu agama. Aktivitas ini mereka lakukan secara istiqomah selama bertahun-tahun tanpa mengharap imbalan apapun. Bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an?

Ki Darwa dan puluhan santrinya dalam rutinitasnya mengaji kitab suci Al Quran

Seperti Ki Darwa, Guru Ngaji yang juga seorang buruh tani dengan penghasilan sehari-hari tak lebih dari Rp. 50.000. Kulitnya yang gelap dan tubuh kering kerontang mencerminkan bahwa kyai kampung ini adalah sosok pekerja keras. 25 tahun ia gunakan hidupnya untuk mengabdi pada agama walaupun dalam kehidupannya ia sangat jauh dari kata layak.

“Saya cuma tamatan SD dan pondok pesantren saja mas, tapi Alhamdulillah, orang-orang disini mempercayakan anak-anaknya untuk belajar Alqur’an sama saya. Kalau ditanyai, mencukupi atau engga, ya sebenernya engga, Cuma ya saya cukup-cukupi mas, bismillah.” Ucap Ki Darwa, saat Tim NU Care-LAZISNU Sampang menyambanginya.

Di usia senjanya, ia tetap istiqomah mengajarkan Al Qur’an dan tetap menafkahi 4 oang anaknya yang harus tetap makan dan menempuh pendidikan. Mirisnya, pengabdian dan perjuangan mereka seakan tidak ada nilainya. Jangankan menerima honor, tak jarang kebaikannya dipandang sebelah mata. Padahal mereka adalah insan biasa yang juga butuh makan dan berbagai keperluan untuk mencukupi hidupnya dan keluarganya.

Puluhan santri Ki Darwa  membaca doa bersama selepas mengaji

Di luar sana, masih banyak Ki Darwa- Ki Darwa yang lainnya, ada sekitar 3.511 guru ngaji di Kabupaten Sampang, Madura yang tersebar di pelosok-pelosok kampung terutama di Kepulauan Mandangin yang hidup penuh kekurangan. Mereka merelakan waktu mencari nafkahnya terkurangi karena harus mengajar ngaji anak-anak di kampung.

Mari kita bantu kebutuhan ekonomi Ki Darwa dan beberapa guru ngaji lainnya yang berada di pelosok negeri dengan cara:

1. Klik tombol “Donasi Sekarang”
2. Masukkan nominal donasi
3. Isi data diri
4. Pilih metode pembayaran
5. Klik “Lanjutkan Pembayaran” dan ikuti langkah selanjutnya
6. Dapatkan laporan via email