Bantu Ustaz Subki Bangun Pesantren

Bantu Ustaz Subki Bangun Pesantren

Saya tidak mau kalau cuma orang kaya yang mendapatkan pendidikan bagus. Saya memilih membantu masyarakat kelas menengah ke bawah, dengan membangun pesantren.

0%
telah terkumpul untuk target
Rp. 150.000.000
Program donasi telah berakhir.



Adalah Ustadz Taju Subki Lc (33 tahun), pria lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, jurusan Syariah Islamiyah.

“Saya ke Kairo tahun 2004. Pulang ke Indonesia tahun 2009. Teman alumnus Al-Azhar juga ada di sini (Bogor). Ada tiga orang. Mereka sudah mengajar di tempat-tempat yang mapan, elit. Sedangkan saya, tidak mau kalau cuma orang-orang kaya yang bisa mendapatkan pendidikan bagus. Saya memilih membantu masyarakat kelas menengah ke bawah,” tutur Ustadz Subki.

Ustadz Subki memiliki tekad, keinginan yang kuat untuk membantu masyarakat desa memperoleh pendidikan yang baik, khususnya di bidang keagamaan. Maka itu, Ustadz Subki mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren.

Di atas tanah wakaf dengan luas 230 meter persegi, Ustadz Subki mendirikan Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir. Beralamat di Kampung Kabasiran Rabak, Rt 04/01, Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Pengasuh Pesantren Riyadhut Tafsir, Ustadz Taju Subki, Lc.

Ustadz kelahiran Bogor ini menceritakan, pembangunan pesantren baru dimulai pada tahun 2017. Sebelumnya, dari tahun 2015, aktivitas mengaji para santri masih dari rumah ke rumah.

Adapun jumlah santri yaitu 30 santri, yang berasal dari wilayah sekitar Parungpanjang. Ada beberapa santri berasal dari Tangerang, karena daerah Parungpanjang berbatasan dengan Tangerang.

“Untuk sementara belum ada santri yang bermukim di pondok, karena memang pondok masih dalam tahap pembangunan. Usia santri umur 10 sampai 15 tahun. Tapi, ada juga yang sudah berkeluarga ikut mengaji,” jelasnya, saat Tim NU Care melakukan wawancara.

Ustadz Subki menjelaskan bahwa selain mengaji, para santri pun dilatih agar bisa melakukan usaha di bidang ekonomi.

Pengasuh dan santri di Pesantren Riyadhut Tafsir.

“Insya Allah nanti akan ada peternakan ikan dan ayam kampung, supaya santri tidak mengandalkan kiriman dari orangtua. Kemudian untuk guru ngaji, memang belum ada yang mendapat honor. Semuanya sukarela. Termasuk pembangunan sementara pesantren ini, adalah hasil swadaya masyarakat,” katanya.

Saat ini, lanjut Ustadz Subki, pembangunan baru mencapai 20%, dan sudah menghabiskan biaya sekitar Rp24.000.000,- dengan biaya murni gotong-royong warga setempat. Untuk merampungkan pembangunan tersebut, membutuhkan biaya sebesar Rp120.000.000,-

Proses pembangunan pesantren.

“Saya yakin, pesantren ini juga didambakan oleh masyarakat di Parungpanjang ini. Saya sangat memohon kepada saudara-saudara semua untuk membantu membangun Pondok ini. Insya Allah keberkahan menyertai kita semua,” harap Ustadz Subki.

Dalam upaya mencetak generasi yang tangguh, bersahaja, dan berkakhlakul karimah, mari bantu Ustadz Subki membangun membangun Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir di Parungpanjang.

Cara berdonasi:

1. Klik tombol "ikut berdonasi"

2. kitabisa.com/pesantrenparung

Dapatkan laporan via email

Bantu share juga halaman ini agar lebih banyak doa dan bantuan yang terkumpul.

chat dengan kami via whatsapp