Zakat Peternakan

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Selasa, 9 April 2019 / ٣ شعبان ١٤٤٠
Zakat Peternakan oleh NU Care-LAZISNU

Hukum mengeluarkan zakat adalah wajib berdasarkan al-Qurān, As-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Allah SWT berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah sholat, serta tunaikanlah zakat, serta sujudlah kamu bersama-sama dengan orang yang menjalankan.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Di dalam Tafsir Ibnu Al-Thabary, ayat ini mendapatkan dukungan riwayat tafsir dari Qatadah radliyallahu ‘anhu:

كما حُدِّثت عن عمار بن الحسن، قال: حدّثنا ابن أبي جعفر، عن أبيه، عن قتادة، في قوله قال: فريضتان واجبتان، فأدُّوهما إلى الله

Ammar bin al-Hasan berkata: Abu Ja’far berkata: dari bapaknya, dari Qatadah dalam menjelaskan maksud ayat dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Qatadah berkata: Keduanya adalah amal wajib. Maka tunaikan keduanya untuk hak Allah!” (Lihat Muhammad Ibnu Jarir At-Thabary, Jami’ul Bayan fi Ta`wilil Qur`an, [Kairo: Dār al-Ma’ārif, tt], juz I,573)

Kemudian bagaimana syarat dan ketentuan zakat untuk pemilik binatang ternak? 

Kepemilikan binatang ternak wajib dizakati, yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

  • Peternakan telah berlangsung selama satu tahun.
  • Binatang ternak digembalakan di tempat-tempat umum dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan alat produksi (pembajak sawah).
  • Mencapai nisab. Nisab untuk unta adalah 5 (lima) ekor, sapi 30 ekor, kambing atau domba 40 ekor.
  • Ketentuan volume zakatnya sudah ditentukan sesuai karakteristik tertentu dan diambil dari binatang ternak itu sendiri.

Nisab Zakat Peternakan

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan nisab adalah ukuran minimal kepemilikan suatu harta. Setiap macam barang zakawi memiliki kadar dan ukuran tersendiri yang telah ditentukan oleh syara’.

Berikut ini disajikan sejumlah jenis dan nisab zakat peternakan sebagaimana telah diadopsi oleh Instruksi Menteri Agama RI No. 5 Tahun 1991.

Tabel ketentuan wajib zakat peternakan oleh NU Care-LAZISNU.

Contoh Perhitungan Zakat Peternakan

Seorang peternak ayam broiler memelihara 2000 ekor ayam per minggu. Pada akhir tahun (tutup buku) terdapat laporan keuangan sebagai berikut:

  1. Stock ayam broiler 8600 ekor (dalam berbagai umur) ditaksir harga sebesar Rp 58.000.000,-
  2. Uang kas/bank setelah dikurangi pajak Rp 10.000.000,-
  3. Stok pakan & obat-obatan Rp 5.000.000,-
  4. Piutang (dapat tertagih) Rp 5.000.000,-
    ————————————————–
    Jumlah Rp 78.000.000,-
  5. Utang jatuh tempo Rp (5.000.000)
    ————————————————–
    Saldo Rp 73.000.000,-
    Kadar zakat yang harus dibayarkan:
    2,5% x 73.000.000 = Rp 1.825.000

Catatan:
Kandang dan alat-alat peternakan tidak diperhitungkan sebagai harta yang wajib dizakati, karena tidak diperjualbelikan. Nisabnya adalah 85 gram emas murni; jika @ Rp 600.000, 85 gram x Rp 600.000,- = Rp 51.000.000,-

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”

(QS. Al Baqarah : 270)

chat dengan kami via whatsapp