Kadar Zakat Fitrah menurut Para Ulama Indonesia

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Kamis, 30 Mei 2019 / ٢٥ رمضان ١٤٤٠
Ilustrasi oleh: Ahmad Sofyan

Menurut syara’, zakat fitrah adalah:

صدقةٌ مُقدَّرة عن كلِّ مسلمٍ قبل صلاةِ عِيدِ الفِطر في مصارِفَ معيَّنة

“Pemberian yang ditentukan kadarnya dan berlaku atas setiap individu muslim dan ditunaikan sebelum sholat idul fitri dan ditasharufkan menurut cara-cara yang telah ditentukan.” (Al-Nawawi dalam al-Majmu’: 6/103, al-Bahuty dalam Kasyāfu al-Qina’: 2/245)

Kemudian, bagaimana takaran atau kadar zakat fitrah? Barang yang bisa dipergunakan untuk membayar zakat fitrah adalah makanan pokok penduduk suatu negeri. Imam Abu Hanifah membolehkan mengeluarkan seukuran nilai (harga) bahan makanan pokok orang Arab, yang terdiri atas: hinthah, gandum, anggur dan kurma. Syeikhina Kholil membolehkan memakai nilai standar harga beras.

Ulama Indonesia juga banyak berbeda pendapat tentang satu sha’  zakat fitrah, seperti Kyai Maksum-Kwaron Jombang yang menyatakan bahwa satu sha' sama dengan 3,145 liter, atau 14,65 cm2 atau sekitar 2751 gram. Sedangkan pada umumnya di Indonesia, berat satu sha' dibakukan menjadi 2,5 kg. Pembakuan 2,5 kg ini barangkali untuk mencari angka tengah-tengah antara pendapat yang menyatakan 1 sha’  adalah 2,75 kg, dengan 1 sha’  sama dengan di bawah 2,5 kg. 

Dalam Kitab al-Fiqh al-Manhajy, Juz I, hal 548, dijelaskan bahwa 1 sha’  adalah setara dengan 2,4 kilo gram (kebanyakan berpegang pada pendapat ini). Ada juga yang berpendapat 2176 gram (2,176 kg). Di dalam kitab al Syarqawi, juz I hal. 371, Al-Nawawi menyatakan 1 sha’ adalah sama dengan 683 5/7 dirham. Jika di konversi dalam satuan gram, hasilnya tidak jauh dari 2176 gram.

Alhasil, apa yang terjadi di masyarakat, memang tidak lepas dari masalah khilafiyyah yang sebenarnya sudah terakomodir oleh ulama madzhab. Kalau kita orang awam, tidak harus mengetahui semuanya, tapi cukup mengikuti salah satunya. Menurut Imam Ghazali, wajib bagi orang awam untuk taqlid kepada salah satu madzhab. (Abu Hamid al-Ghazali , al-Mustashfa, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2000, hal. 371)

Kesimpulannya, zakat fitrah boleh selagi dalam kisaran 2,2 kg sampai dengan 3,1 kg menurut madzhab Syafi’i. Ukuran umum zakat fitrah sebesar 2,5 kg adalah dipilih sebagai jalan tengah. Boleh mengeluarkan zakat berupa uang, dengan catatan:

1. Mengikut pada standar ukuran madzhab Hanafi.
2. Qaul dlaif madzhab Syafii membolehkan zakat fitrah memakai uang dengan standar beras.
3. Pendapat yang mukhtar dan hati-hati adalah membayar zakat dengan menggunakan bahan makanan pokok atau memakai uang dengan standar madzhab Hanafi.

Disarikan dari Modul Madrasah Amil NU Care-LAZISNU

Menahan diri dari kejahatan adalah sedekah.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp