Hukum dan Waktu Menunaikan Zakat Fitrah

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Senin, 20 Mei 2019 / ١٥ رمضان ١٤٤٠
Ilustrasi oleh: Jaliel

Menurut syara’, zakat fitrah adalah:

صدقةٌ مُقدَّرة عن كلِّ مسلمٍ قبل صلاةِ عِيدِ الفِطر في مصارِفَ معيَّنة

“Pemberian yang ditentukan kadarnya dan berlaku atas setiap individu muslim dan ditunaikan sebelum sholat idul fitri dan ditasharufkan menurut cara-cara yang telah ditentukan.” (Al-Nawawi dalam al-Majmu’: 6/103, al-Bahuty dalam Kasyāfu al-Qina’: 2/245)

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan zakat fitrah adalah:

  1. Shadaqah wajib yang telah ditentukan kadarnya.
  2. Kewajiban mengeluarkan adalah mencakup setiap individu muslim yang menemui tenggelamnya matahari di akhir bulan ramadhan.
  3. Batas waktu pembayaran zakat fitrah adalah sebelum sholat idul fitri.
  4. Zakat hanya bisa ditasharufkan menurut cara tertentu yang telah diatur oleh syara’, yaitu wajib diberikan kepada delapan ashnaf penerima zakat atau mustahik.

Zakat fitrah wajib dikeluarkan sebab tiga perkara, yakni beragama Islam, menemui akhir matahari terbenam dari bulan Ramadhan, dan karena memiliki kelebihan bahan pokok makanan untuk diri dan keluarga yang wajib dinafkahi pada Hari Raya Idul Fitri.

Adapun waktu pelaksanaan zakat fitrah dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Waktu yang dibolehkan, yaitu dari awal Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan.
  2. Waktu wajib, yaitu terbenam matahari penghabisan Ramadhan.
  3. Waktu yang lebih baik (sunah), yaitu dibayar sesuadah shalat subuh sebelum pergi sholat Hari Raya Idul Fitri.
  4. Waktu makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah sholat Hari Raya tetapi sebelum terbenam matahari.
  5. Waktu haram, lebih terlambat lagi yaitu dibayar sesudah terbenam matahari pada Hari Raya.

Sumber tulisan: Modul Madrasah Amil NU Care-LAZISNU

“Tidak ada satu mahluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rizkinya.”

(QS. Hud : 6)

chat dengan kami via whatsapp