Tim NU Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 23 Desember 2018 / ١٤ ربيع الآخر ١٤٤٠
Tim NU Peduli terjun ke lokasi bencana tsunami di Banten dan Lampung Selatan, Minggu (23/12/2018).

Jakarta, NU Care

Bencana tsunami Selat Sunda cukup memporak-porandakan daerah Pandeglang dan Serang di Banten dan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Nahdlatul Ulama melalui Tim NU Peduli sejak awal bergerak cepat merespon dan memberikan bantuan kepada para korban.

Tim NU Peduli yang digawangi NU Care-LAZISNU dan LPBINU menerjunkan sejumlah bantuan yang saat ini dibutuhkan korban. Bantuan-bantuan tersebut langsung didistribusikan oleh tim lapangan setelah melakukan langkah asesmen dan pendirian pos peduli bencana.

“Kami dibantu oleh ratusan anggota Banser di lapangan. Mereka turun melakukan penyisiran dan langkah evakuasi. Kami memberikan bantuan berupa paket makanan, paket hygene kit, pakaian layak, selimut, tenda, dan lain-lain,” ujar Sekretaris NU Care-LAZISNU Abdurrouf Amin, Ahad (23/12).

Evakuasi dilakukan oleh tim dari Banser di lokasi bencana.

Menurutnya, distribusi bantuan ini bertahap sesuai hasil asesmen lapangan. Selanjutnya bantuan dikirim ke pos-pos yang didirikan Tim NU Peduli. Kemudian bantuan diberikan langsung kepada para korban tsunami.

Paket bantuan untuk warga terdampak bencana di Banten dan Lampung Selatan.

Rouf juga menyampaikan, NU Peduli melalui NU Care-LAZISNU membuka penggalangan donasi untuk membantu warga terdampak bencana tsunami.

"Donasi kami buka melalui rekening khusus bencana, BCA dan BRI. Kami juga melakukan penggalangan dana online via Kitabisa.com/pedulibantenlampung. Mari bersama bantu saudara kita," ajaknya.

Poster NU Peduli Tsunami di Banten dan Lampung.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho terus memberikan data terkait pembaruan jumlah korban akibat terjangan tsunami di Selat Sunda.

Sutopo mengungkapkan, data terkini korban tsunami per 22/12/2018 pukul 16.00 WIB yang terjadi di Banten dan Lampung tercatat 222  orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang. Selain itu, Sutopo menyatakan, tsunami ini mengakibatkan 556 rumah rusak, 9 hotel rusak berat, 60 warung rusak, 350 perahu atau kapal rusak.

“Data ini keumngkinan akan terus bertambah, mengingat daerah yang terdampak tsunami belum terdata secara final,” terang Sutopo, Ahad (23/12) lewat keterangan persnya.

Dia menjelaskan, tidak ada peringatan dini tsunami susulan dari BMKG. Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan Kecamatan Labuhan Kabupaten Pandeglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG, BPBD. 

“Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri. Masyarakat mengungsi mendengar sirine,” ungkapnya. [Fathoni

“Dan belanjakan (harta bendamu) di jalan Allah dan jangan kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. Albaqarah: 195)

chat dengan kami via whatsapp