Studi Banding Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia ke NU Care-LAZISNU

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Rabu, 11 Juli 2018 / ٢٧ شوال ١٤٣٩
Para pengurus Dana Paramita Agama Buddha Indonesia melakukan studi banding ke kantor NU Care-LAZISNU, lantai 2 gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Jakarta, NU Care

NU Care-LAZISNU menerima kunjungan dari Yayasan Dana Paramita Agama Buddha Indonesia (ABI), dalam agenda studi banding yang dilaksanakan di kantor NU Care-LAZISNU, lantai 2 gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris NU Care-LAZISNU Ahyad Alfida’i menyambut dan memaparkan profil singkat dan prinsip serta tanggungjawab yang diemban oleh NU Care-LAZISNU.

“Selamat datang. Di sini kita bukan studi banding, tapi tepatnya sharing, belajar dan berbagi pengalaman. Untuk NU Care-LAZISNU sendiri, secara resmi berdiri tahun 2004. Saat ini adala periode ketiga. Yang kita lakukan adalah mengingatkan masyarakat untuk berzakat, menunaikan kewajibannya,” ungkap Ahyad.

Sekretaris NU Care-LAZISNU, Ahyad Alfida'i, paparkan profil singkat dan sistem pengelolaan NU Care-LAZISNU.

Selain itu, Ahyad juga menjelaskan mengenai sistem pengelolaan, penyaluran dan pelaporan yang dilakukan oleh NU Care-LAZISNU.

“Kita berpijak atas kepercayaan masyarakat, karena dana ini adalah titipan masyarakat. Kita beda dengan lembaga bisnis. Selain kita bertanggungjawab kepada agama, kepada kiai-kiai kita khususnya di NU, juga bertanggung jawab kepada negara. Maka itu adanya publikasi pelaporan. Untuk pelaporan sendiri, semuanya menjadi tanggungjawab kami di Pusat (Jakarta). Uangnya dikelola oleh masing-masing cabang, tidak diserahkan ke Pusat,” papar Ahyad.

“Struktur sampai tingkat bawah? Itu gimana ngaturnya itu?” Tanya salah seorang peserta, Canto Santosa, yang juga Ketua Yayasan Dana Paramita ABI.

“Makanya kita berjenjang. Di tingkat provinsi ada PWNU, di kabupaten/kota ada PCNU, kecamatan ada MWCNU, dan di tingkat desa/kelurahan ada Ranting NU. Masing-masing itu kita bentuk LAZISNU-nya,” jawab Ahyad.

Canto Santosa (kanan), selaku Ketua dan Vera (kiri) sekretairs Yayasan Dana Paramita ABI.

“Jadi LAZISNU ini menempel di struktur NU?”

“Ya, kalau di pemerintahan kita ibarat kementerian; LAZISNU, sesuai AD-ART adalah perangkatnya Nahdlatul Ulama,” tanggap Farida Faricha, selaku Wakil Sekretaris NU Care-LAZISNU.

“Keuangan atau banking gimana?” lanjut Canto.

“Masing-masing daerah punya nomor rekening sendiri, menghimpun dan mengelola sendiri. Yang melaporkan nanti tetap Pusat, karena laporan yang mereka himpun dan salurkan masuk ke kami di Pusat. Yang diaudit juga Pusat.”

Divisi Pendistribusian, Slamet Tuharie menambahkan, dalam upaya konsolidasi dengan daerah terdapat agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang digelar tiap tahun.

“Kita ada Rakornas, yang merupakan ajang konsolidasi kita. Untuk pelaporan dan perumusan target pencapaian per daerah. Untuk pelaporan kita juga ada laporan per semester,” ujar Slamet.

Ki-Ka: Slamet Tuharie, Farida Faricha, Ahyad Alfida'i.

Di akhir sesi, para pengurus yang hadir berharap agar silaturahmi dan sinergi dapat terjalin.

“Terima kasih atas kehadirannya sore kali ini. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah dan niat baik kita. Semoga terus terjalin tali silaturahmi, apalagi jika kita punya kerja bareng,” pungkas Ahyad.

Untuk diketahui, Yayasan Dana Paramita ABI terbentuk sesuai SK Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI No. 31 Tahun 2018, yakni tanggal 11 Januari 2018. Dibentuk oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), yang terdiri dari beberapa organisasi antara lain Sangha Agung Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, Sekber Yabuddhi, Wanita Buddhis Indonesia, Sekber PMVBI, Wulan Bahagia, dan Siddhi.

Yayasan Dana Paramita ABI dibentuk dalam rangka memenuhi UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan Junto, dan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib, yang dapat dikurangkan dari Penghasilan Bruto. [Wahyu Noerhadi]

Penyerahan cinderamata dari NU Care-LAZISNU kepada Yayasan Dana Paramita ABI.

"Kalian tidak akan mendapat kebaikan, sampai kalian infakkan apa yang kalian cintai."

(QS. Ali Imran:92)

chat dengan kami via whatsapp