Selamat Jalan Kiai Sulton, Bapak NU Care-LAZISNU

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Kamis, 8 Agustus 2019 / ٦ ذو الحجة ١٤٤٠
KH. M. Sulton Fatoni Wafat di Usia ke-46

Jakarta, NU Care

Innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun. Pagi dini hari, kabar duka datang dari salah satu tokoh NU, Bapak dari NU Care-LAZISNU. Beliau adalah KH Muhammad Sulton Fathoni yang merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Zakat, Infak, dan Sedekah. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Permata, Depok, pada Kamis (8/80) dini hari pukul 00.30 WIB.

Dilansir dari NU Online, Senin (5/08) lalu, almarhum masih menyempatkan diri mendatangi kantor PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat untuk mendampingi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjamu Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama jajaran pejabat PBNU lainnya. Sebelumnya, almarhum juga menyempatkan diri ke ruangannya di kantor NU Care-LAZISNU, Gedung PBNU, lanta 2. Jajaran pengurus dan manajemen NU Care-LAZISNU bersalaman dengan almarhum, dan itu merupakan salaman terakhir dengan almarhum. Seolah almarhum ingin 'berpamitan' terlebih dahulu sebelum menghadap-Nya.

Di akhir masa hidupnya, ada satu keinginan yang tidak tersampaikan, yaitu menyambangi kampus UNUSIA di Parung, Bogor untuk terakhir kalinya. Almarhum adalah rektor di kampus tersebut. Almarhum tidak sempat ke kampus dikarenakan kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan untuk perjalanan jauh.

Selain sebagai kiai, aktivis NU, almarhum juga adalah penulis produktif. Tulisannya sering tayang di berbagai media nasional. Beberapa buku yang pernah ia terbitkan, antara Buku Pintar Islam Nusantara; Kaum Muda NU dalam Lintas Sejarah, dan; NU, Identitas Islam Indonesia yang ditulisnya bersama Hilmi Muhammadiyah dan Ulil Abshar.

Di samping itu, pria lulusan S-2 Universitas Indonesia ini juga secara aktif mewacanakan pandangan Islam Nusantara dan mementahkan pandangan Hizbut Tahrir yang meruak, misal di media sosial. Almarhum kerap mengomentari berbagai pernyataan yang dilontarkan Felix Siauw melalui twit-twitnya. Bahkan, ia menulis satu buku khusus berjudul Dear Felix Siauw.

Sebelum menjabat Ketua PBNU periode 2015-2020, alumnus Pondok Pesantren Sidogiri ini tercatat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU pada periode sebelumnya. Ia juga pernah mengemban amanat sebagai Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr NU. Semasa muda beliau aktif sebagai pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. [Syakir NF]

 

 

Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.

(HR. Thabrani)

chat dengan kami via whatsapp