Rayakan Ultah Ke-75, Kiai Ma’ruf Amin Kembali Dorong Pemberdayaan Ekonomi

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Selasa, 13 Maret 2018 / ٢٥ جمادى الآخرة ١٤٣٩
Foto: Wahyu Noerhadi

Jakarta, NU Care

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyampaikan umat harus berdaya secara ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dilakukan melalui pelbagai macam terobosan yang kreatif dan inovatif.

“Kita harus terus berupaya agar supaya umat berdaya secara ekonomi. Ini adalah tugas kita bersama,” jelas Kiai Ma’ruf pada tasyakur ulang tahunnya yang ke-75 di Muamalat Tower, Jakarta, Senin (12/03) malam.

Sebelumnya di hadapan yang hadir, Kiai Ma’ruf mengatakan sebagai ikhtiar untuk tetap menjaga tegaknya NKRI, salah satu upaya penting yang harus dilakukan secara terus menerus adalah bagiamana menguatkan silturahmi yang meliputi tiga ukhuwah, yakni islamiyah, wathoniyah, dan juga insaniyah.

“Ketiga sinergi ukhuwah tersebut adalah pondasi bagi tegak berlangsungnya NKRI di masa yang akan datang,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan biografinya berjudul Penggerak Umat Pengayom Bangsa itu ditulis Direktur Indostrategic Economic Intelligence, Anif Punto Utomo.

Buku tersebut berisi rekam jejak utuh perjalanan kehidupan Ma'ruf Amin sejak masa anak-anak hingga saat ini menjadi pimpinan tertinggi di organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU.

Kiai Ma’ruf dilukiskan sebagai sosok yang memiliki perhatian yang tinggi pada isu-isu kebangsaan dan ekonomi syariah. Pelbagai sikap dan keputusan brilian dan solutif kerap kali datang dari pemikiran Kiai Ma’ruf.

Dihadiri Para Tokoh

Tasyakur ulang tahun dan peluncuran buku Kiai Ma’ruf Amin dihadiri sejumlah tokoh. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengonfirmasi bahwa sosok Kiai Ma’ruf adalah pribadi yang selalu mencurahkan perhatiannya kepada isu-isu kebangsaan.

“Kami belajar banyak pada Kiai Ma’ruf. Sosok yang selalu konsen dan istiqomah dalam memikirkan masalah kebangsaan,” ujarnya.

Adapun Ketua Umum DPP PKB HA Muhaimin Iskandar menyampaikan kesan yang mendalam akan sosok Kiai Ma’ruf. Dalam pandangan tokoh yang akrab disapa Cak Imin tersebut, Kiai Ma’ruf bukan saja sosok penggerak dan pengayom, namun lebih dari itu pelopor bagi kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia.

“Saya sangat bersyukur bisa berguru langsung dengan Kiai Ma’ruf soal isu-isu kebangsaan, politik, dan juga keummatan,” kata Cak Imin.

Senada dengan Cak Imin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa Kiai Ma’ruf adalah sosok anutan dan teladan bagi bangsa Indonesia.

“Beliau ulama dengan keilmuan yang mumpuni dan sekaligus pemikiran yang bijaksana,” tukas Haedar.

Beberapa tokoh lainnnya uang turut hadir adalah Menteri Sosial Idrus Marham, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal Eko Putro Sandjojo, serta mantan Mendikbud M Nuh hadir. [Kendi Setiawan]

“Tidak ada satu mahluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rizkinya.”

(QS. Hud : 6)

chat dengan kami via whatsapp