NU Peduli, Sinergi Lembaga dan Banom NU untuk Kemanusiaan

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Senin, 25 Maret 2019 / ١٨ رجب ١٤٤٠
NU Peduli di daerah terdampak bencana Kota Palu, Sulteng. Foto: NU Care-LAZISNU

Jakarta, NU Care

Melalui NU Peduli, semua lembaga dan badan otonom NU bersatu dan bersinergi. Dengan itu tak ada lagi sekat-sekat dan ego. Semua bahu-membahu dalam satu komando untuk kemanfaatan banyak pihak.

Hal itu disampaikan Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, di sela-sela Istighotsah Kubro di halaman Gedung PBNU, Kramat Raya 164, Jakarat Pusat, Sabtu (23/03).

Satu komando yang dimaksud, lanjut pria yang akrab disapa Kang Ajat ini, dalam penggalangan dana bantuan dilakukan oleh NU Care-LAZISNU sebagai lembaga NU yang memiliki kewenangan dalam penghimpunan dana. Adapun penyalurannya dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh lembaga dan Banom NU yang lain.

Salah satu wujud nyata pelaksanaan ide tersebut adalah melalui penanganan kebencanaan di mana semua lembaga dan banom yang memiliki kapasitas, turun ke wilayah bencana.

"Di Sentani, Jayapura, sejak hari pertama Ansor-Banser sudah masuk dan berada di posisi terdepan. Banser dengan pasukan inti untuk bencana yaitu Bagana. Hari itu banjir hari itu berenang," kata Ajat.

Bagana Jayapura bantu proses evakuasi pascabencana.

Selanjutnya tim kesehatan dari LKNU dan PDNU diturunkan untuk melakukan penanganan kesehatan bagi warga terdampak bencana banjir. Pola-pola ini akan terus dilakukan. NU Care-LAZISNU, kata dia, bertugas mendukung dalam pembiayaan.

Tim NU Peduli dari Perhimpunan Dokter NU (PDNU) berikan layanan kesehatan untuk warga Sentani.

Sukses Pemberdayaan dengan Koin NU

Pada kesempatan tersebut Ajat juga menyinggung keberhasilan gerakan Kotak Infak (Koin) NU yang dikomandoi NU Care-LAZISNU. Saat ini baru sembilan provinsi yang menjalankan Koin NU. Dari sembilan provinsi tersebut terbukti mampu memberdayakan ekonomi Nahdliyin. Ajat menyebutkan beberapa daerah yang sukses dengan Koin NU selama tahun 2018.

"(Terkumpul) 500 juta setiap bulan di Sragen. Jawa Timur 360 miliar rupiah, Jawa Tengah 79 miliar rupiah. LAZISNU pusat 129 miliar rupiah," paparnya.

Kirab Koin NU di Gresik.

Dengan kesuksesan Koin NU, Ajat menyebutkan pemanfaatannya kembali melalui lembaga dan Banom NU. Seperti beasiswa bekerjasama dengan LP Ma'arif NU dan LPTNU; kebencanaan melalui LPBI NU; kesehatan melalui LKNU, dan seterusnya.

"Manajemen satu pintu, kita bersinergi dengan berbagai kegiatan. Sebentar lagi di bulan Ramadhan, kita mengirimkan kafilah dai ke luar negeri bekerjasama dengan LDNU. Silakan pemuda-pemuda dai muda-muda mendaftar ke LDNU, LAZISNU nanti yang membiayai ke luar negeri," ungkapnya mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Istighotsah Kubro di halaman Gedung PBNU, Kramat Raya 164, Jakarat Pusat, Sabtu (23/03/2019).

Terkumpul 16 Juta untuk Kemanusiaan

Ajat lalu menceritakan saat ini banyak bencana yang terjadi di luar negeri dan dalam negeri. Ia pun mengajak hadirin untuk memberikan sumbangan kemanusiaan.

"Mari bersatu padu untuk membantu (program) kemanusiaan. Nanti ada petugas yang membawa sorban berkeliling di acara ini. Kita sumbangkan bantuan kita," kata Ajat.

Beberapa petugas dari Banser pun segera berkeliling mendekati jamaah. Dengan sukarela terlihat para jamaah memberikan bantuan berupa uang. Lantunan selawat mengiringi sesi ini. Setelah dihitung sumbangan hari itu sekitar Rp16.800.000.

"Sumbangan terkumpul dari jamaah enam belas juta delapan ratus. Ini yang dari Sekjen PBNU, Pak Helmy Faishal Zaini sepuluh juta," ujarnya. [Kendi Setiawan]

“Allah akan melipat gandakan pahala orang yang bersedekah.”

(QS. Surat Al-Baqarah:245)

chat dengan kami via whatsapp