NU Care Ngaji bareng Santri Lapas Jakarta Timur

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 10 Juni 2018 / ٢٦ رمضان ١٤٣٩
Kegiatan Ngaji di Lapas Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur pada Sabtu (9/06) adalah program Ramadhan NU Care-LAZISNU kali kedua, setelah di Lapas Tangerang.

Jakarta, NU Care

Kedua kalinya, NU Care-LAZISNU kembali menggelar pengajian di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) sebagai satu di antara sekian program Ramadhan NU Care-LAZISNU 2018. Ngaji di Lapas kali ini dilaksanakan di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Sabtu (9/06). Sementara Ngaji di Lapas pertama dilangsungkan kemarin Jumat (8/06) di Lapas Anak dan Perempuan Tangerang.

Ngaji di Lapas Jakarta Timur diawali dengan kegiatan sholat ashar berjamaah dan sholawatan. Usai sholawatan, acara inti dibuka oleh pembawa acara yang merupakan warga binaan di Lapas tersebut. Begitu pun dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, juga diisi oleh warga binaan Lapas.

Perwakilan dari Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU, Abdullah Mas’ud, menyampaikan rasa harunya melihat warga binaan Lapas turut aktif terlibat dalam kegiatan itu.

“Kami dari NU Care-LAZISNU merasa senang dan terharu melihat semuanya di sini aktif terlibat dalam kegiatan Ngaji di Lapas. Terima kasih telah diberi kesempatan untuk bisa silaturahmi ke sini,” ungkapnya.

Bendahara Umum NU Care-LAZISNU, Abdullah Mas'ud, menyampaikan sambutannya pada kegiatan Ngaji di Lapas.

Mas’ud, atau yang akrab disapa Cak Ud, juga menyatakan bahwa kegiatan Ngaji di Lapas itu terselenggara atas kerjasama dengan Wardah.

“Kegiatan ini sinergi dengan Wardah. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bermanfaat dan dicatat sebagai amal baik oleh Allah SWT. Semoga kita mendapat keberkahan di bulan penuh maghfiroh ini,” ucap Cak Ud, Bendara Umum PP NU Care-LAZISNU.

Tema Ramadhan NU Care-LAZISNU, sambung Cak Ud, adalah Berbagi dan Menginspirasi. Dirinya menuturkan, ada beberapa program yang sedang dan sudah terlaksana seperti Takjil on the Road, Pemberdayaan Difabel, Santunan Yatim Dhuafa, Sayembara Kisah Inspiratif, Pelayanan Kesehatan, Charity Ramadhan, Bedah dan bersih-bersih Rumah Ibadah.

“Program Ngaji di Lapas ini juga dilaksanakan di Lapas Tangerang, kemarin. Melibatkan 500 warga binaan, seperti di sini, dan menghadirkan Mustasyar PBNU Kiai Haji Muhtadi Dimyati,” pungkasnya.

Perwakilan dari pihak Lapas, Solihin, dalam sambutannya menyatakan bahwasa di Lapas Perempuan Jakarta Timur rutin dilaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Solihin menyebut, warga binaan itu adalah santri dan Lapas itu adalah pesantren bagi mereka.

“Seperti Yasinan dan Tahlilan di malam Jumat, rutin dilaksanakan di sini sejak tahun 2012. Alhamdulillah, tarawih pun berjalan. Bahkan dari mereka ada yang mengajar ngaji. Ada juga yang jadi qori’ah. Di sini ini pesantren dan mereka (warga binaan, Red) ini santri. Bukan narapidana. Tidak ada paksaan kepada mereka. Kegalauan mereka diserahkan kepada Allah SWT,” terang Solihin, Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas di Lapas tersebut.

Mewakili pihak Lapas, Ustadz Solihin, menyambut baik silaturahmi dan kegiatan berbagi NU Care-LAZISNU di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Selain kegiatan keagamaan, imbuh Solihin, ada juga kegiatan keterampilan seperti mejahit, tata boga, musik, dan menari.

“Kita tekankan pada pembinaan,” ujarnya.

Abdullah Mas'ud serahkan cinderamata kepada Noor selaku Kepala Seksie Lapas.

Selesai sambutan-sambutan, kemudian pihak NU Care-LAZISNU menyerahkan cinderamata berupa lukisan atau potret para pendiri Nahdlatul Ulama, kepada pihak Lapas yang diterima oleh Kepala Seksie Lapas, Ibu Noor. Lalu, simbolisasi penyerahan bingkisan mukena dan Al-Qur’an kepada santri Lapas. Selanjutnya, tadarus Al-Qur’an juz 30 oleh para santri, sedangkan ceramah menjelang buka puasa bersama disampaikan oleh Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PBNU, Kiai Thobroni Hafid. [Wahyu Noerhadi]

Para warga binaan (santri) di Lapas bersama-sama bertadarus.

Minal 'aidin walfaidzin...

Maafkan lahir dan batin...

chat dengan kami via whatsapp