Melalui NU Peduli, Dubes Tiongkok Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Tsunami di Pandeglang

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Jumat, 22 Februari 2019 / ١٦ جمادى الآخرة ١٤٤٠
Dubes Tiongkok Xiao Qian bersama Tim NU Peduli menyalurkan bantuan kepada warga Pandeglang, Banten.

Pandeglang, NU Care

Kembali, Tim NU Peduli mendistribusikan bantuan untuk warga terdampak bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi bulan Desember 2018 lalu. Kali ini, NU Peduli menyerahkan bantuan dari Kedubes Tiongkok kepada warga di Pandeglang.

Bantuan diserahkan langsung oleh Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian bersama Tim NU Peduli kepada warga Kampung Karang Meungpeuk, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (21/02) sore.

Xiao Qian mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Banten merupakan kali pertama. Kunjungannya tersebut memiliki dua tujuan, yaitu untuk bertemu dengan pimpinan atau tokoh masyarakat di Provinsi Banten.

“Kemudian tujuan berikutnya adalah ketemu dengan para korban di daerah bencana. Melihat bagaimana kehidupan mereka dan kondisi mereka,” ungkap Xiao Qian lewat penerjemah.

Dubes Tiongkok Xiao Qian juga mengunjungi Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Dimyathi

Xiao Qian juga menyatakan, ada tiga hal yang mengesankan dirinya. Pertama, katanya, memang tsunami ini telah mengakibatkan korban jiwa dan kerugian yang sangat besar. Kedua, para warga desa memang sangat baik hati, mereka sangat bersahabat.

“Rakyat dan Pemerintah Tiongkok sangat memerhatikan nasib dari warga terdampak bencana di sini. Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mengirimkan surat belansungkawa kepada Presiden Joko Widodo dan dari Palang Merah Tiongkok juga telah mengirimkan bantuan kepada daerah bencana,” ucapnya.

Kemudian, lanjutnya, hari ini Kedubes Tiongkok melalui Nahdlatul Ulama Peduli memberikan bantuan kepada masyarakat Pandeglang.

“Hari ini saya datang dengan membawa ratusan sembako. Harapan besar kami semoga ke depan kami kembali bisa memberi bantuan untuk rekonstruksi daerah bencana. Terima kasih,” pungkasnya.

Dubes Tiongkok Xiao Qian didampingi Ketua NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat menyerahkan bantuan kepada warga.

Ketua PP NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa NU Peduli telah dan akan terus memberikan sumbangsih, kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat Banten.

“NU, yang dipimpin oleh para kiai memiliki kepedulian kemanusiaan. Kemarin (tahun 2018) bencana gempa bumi di Lombok kita (NU Peduli) juga turun. Bencana tsunami dan likuifaksi di Palu Sulteng, NU Peduli hadir. Kemudian NU Peduli sampai hari ini hadir untuk masyarakat Banten dan juga Lampung,” jelas Ajat, biasa disapa.

Ajat juga mengimbau, dalam kondisi pascabencana masyarakat harus tetap bersyukur kepada Allah dan berdoa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Supaya kita tidak mendapatkan musibah lagi. Bersama para kiai mari kita istikamah beribadah, bersama-sama berdoa dengan Dzikiran, Tahlilan, Manakiban, Sholawatan. Karena itulah yang akan menjaga kampung kita. Itulah yang akan menyelamatkan kita,” pesannya.

NU Peduli, lanjut Ajat, akan terus bersama-sama meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Ke depan NU Peduli akan lebih fokus kepada program Huntara (hunian sementara).

“Terima kasih kepada Dubes Tiongkok yang sudah bekerjasama dengan Indonesia, dengan Nahdlatul Ulama. Karena memang sejarah Tiongkok dengan Nusantara ribuan tahun sudah ada, seperti bagaimana kita mengenal Laksamana Cheng Ho seorang muslim dari Dinasti Ming yang berkunjung berkali-kali ke Nusantara. Jadi, kita juga harus memahami sejarah, agar saling mengenal dan memahami di antara kita.” imbuhnya.

Sejumlah 370 warga dari tiga dusun hadir dan menerima bantuan sembako dari Dubes Tiongkok. Hadir pula Sekretaris LKNU Pusat Citra Fitri Agustina, Sekretaris PWNU Banten Amas, Ketua NU Care-LAZISNU Banten Sugeng, Kepala Desa Tanjung Jaya dan jajaran dari Tim NU Peduli.

Sebelum kunjungannya ke lokasi bencana, Dubes Tiongkok pula menyempatkan diri bersilaturahmi kepada Buya Muhtadi Dimyati, pengasuh Pondok Pesantren Cidahu Pandeglang, untuk menjajaki kerjasama dan mendengar pendapat terkait muslim Uighur. [Wahyu Noerhadi]

Sebaik-baiknya manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

(HR.Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp