Kiat NU Peduli Bangkitkan Ekonomi Warga Terdampak Tsunami Selat Sunda

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Minggu, 6 Januari 2019 / ٢٨ ربيع الآخر ١٤٤٠
Foto: NU Peduli Tinjau Kondisi Usaha Warga.

Lampung Selatan, NU Care

Selain membantu para korban terdampak tsunami yang mengungsi ke dataran tinggi dengan membuatkan hunian sementara (Huntara) sebagai tempat transisi, NU Peduli Tsunami Lampung juga terus menyisir lokasi bencana untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian warga yang macet pasca-tsunami yang menghantam kawasan pantai di Kabupaten Lampung Selatan tersebut pada Sabtu (22/12) lalu.

Menurut Ketua PCNU Lampung Selatan KH Mahfudz Attijani, langkah NU Peduli ini dilakukan di antaranya dengan pendataan rumah dan tempat usaha yang rusak di Desa Maja Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, Ahad (6/01).

“Di Desa Maja ada sekitar 23 rumah yang mengalami rusak berat akibat terjangan tsunami termasuk juga ada sekitar 20 kombong (tempat usaha) untuk merebus ikan asin yang hancur,” kata Kiai Mahfudz sesaat setelah melakukan diskusi dengan warga terdampak tsunami di desa tersebut.

Selain akan membantu proses rehabilitasi bangunan, NU Peduli juga akan membantu merevitalisasi kembali tempat usaha perebusan ikan asin tersebut agar dapat pulih dan berfungsi kembali sehingga roda perekonomian warga di Desa Maja akan dapat berputar kembali.

“Bagaimana pun sektor perekonomian menjadi bagian yang sangat vital dalam usaha untuk kembali membangkitkan para korban terdampak tsunami dari keterpurukan setelah tsunami ini,” ungkapnya.

Lumpuhnya perekonomian pasca-bencana lanjut Kiai Mahfudz, menjadi salah satu hal yang paling ditakutkan. Lumpuhnya ekonomi akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lambat di daerah bencana. Sehingga menurutnya, harus ada usaha serius untuk membangkitkan sektor ekonomi melalui penyediaan sarana infrastruktur yang memadai.

Untuk mewujudkan ini, kondisi tempat tinggal dan tempat usaha harus segera diperbaiki dengan menyediakan hunian yang layak. Permodalan juga penting dibantukan mengingat para korban tidak memiliki cadangan finansial untuk memperbaiki kembali aset yang rusak atau pun hilang.

“Mereka perlu mendapatkan bantuan dari berbagai pihak semisal bisa dalam bentuk kredit usaha lunak atau dana hibah untuk membangkitkan kembali usaha mereka,” katanya. 

Oleh karenanya, NU Peduli mendorong pemerintah untuk segera melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan memetakan daerah yang harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur pasca-bencana. 

“Tidak ada yang ingin mendapat bencana karena memang akan meninggalkan banyak masalah. Segenap elemen bangsa harus belajar dari berbagai bencana yang sudah ada. Dan mari segenap elemen terkait dan juga masyarakat untuk bergandengan tangan membantu para korban baik dari sisi mental, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya sehingga di kemudian hari akan terbangun ketangguhan dalam menghadapi masa depan,” pungkasnya. [Muhammad Faizin]

"Berzakatlah kalian seperti halnya Sholat, Puasa, Haji. Karena itu kewajiban."

(KH. Ma'ruf Amin - Rais 'Aam PBNU)
chat dengan kami via whatsapp