Kiai Said Jelaskan Orang yang Berkurban Dekat kepada Allah

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Jumat, 9 Agustus 2019 / ٧ ذو الحجة ١٤٤٠
Ketum PBNU, Kiai Said Aqil Siroj, menyampaikan sambutannya dalam prosesi Penyerahan Hewan Qurban dari MNC Peduli kepada PBNU melalui NU Care-LAZISNU, di halaman gedung PBNU, Jakarta Pusat, bakda Jumat (9/08/2019).

Jakarta, NU Care

Kata kurban (qurban) berasal dari bahasa Arab, yang asal maknanya mendekatkan diri. Jika Qorib artinya dekat dan Taqorrub mendekatkan, maka qurban artinya menjadi dekat; orang yang berqurban itu berarti  orang yang dekat kepada Tuhan, Allah Swt. Demikian dijelaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj, pada sambutannya dalam prosesi Penyerahan Hewan Qurban dari MNC Peduli kepada PBNU melalui NU Care-LAZISNU, di halaman gedung PBNU, Jakarta Pusat, bakda Jumat (9/08).

“Orang yang berkurban itu berarti  orang yang dekat kepada Tuhan, karena dia mampu memotong atau mengurangi kecintaannya terhadap harta; mengurangi rasa cintanya, rasa tamaknya, rasa rakusnya (pada harta) bisa ditekan, dikurangi, dan (harta) dibagi-bagikan kepada yang berhak, fakir miskin,” jelas Kiai Said.

Maka itulah, lanjut Kiai Said, ajaran Islam sebenarnya walaupun sifatnya ritual pasti mengandung arti habluminannas, mengandung arti sosial.

“Seperti zakat fitrah pada hari lebaran. Artinya satu hari lebaran itu orang Islam harus makan, tidak ada yang kelaparan. Idul Adha, lebih besar lagi, selama empat hari; satu hari lebaran dan tiga hari tasyrik, semua orang Islam harus makan daging. Harus ada pemerataan,” ucap pengasuh Ponpes Luhur Al-Tsaqafah Jakarta ini.

Kiri ke kanan: Achmad Sudrajat, Kiai Said Aqil Siroj, Syafril Nasution, dan Robikin Emhas.

Kiai Said juga mengapresiasi penyerahan kurban oleh MNC Peduli, yang merupakan sebagai upaya pemerataan dan kepedulian terhadap fakir miskin, terutama yang ada di sekitar kantor PBNU.

“Atas nama PBNU kami mengucapkan terima kasih kepada MNC Group yang sudah sekian kali, tiap tahun, mengirimkan kurbannya berupa sapi limosin untuk PBNU, yang insya allah nanti siap para pekerja di PBNU untuk memotongnya dan membagi-bagikannya kepada masyarakat yang berhak menerima daging kurban,” imbuh alumnus Universitas Ummul Qura Makkah ini.

Corporate Secretary Director MNC Group yang juga menjabat sebagai Ketua I MNC Peduli, Syafril Nasution, berharap kerja sama terus dilakukan di tahun-tahun selanjutnya.

“Kegiatan yang rutin kita lakukan tiap tahun adalah menyerahkan hewan kurban kepada NU, untuk didistribusikan kepada yang berhak. Mudah-mudahan kerja sama ini terus berjalan,” kata Syafril.

Serah-Terima Hewan Qurban Idul Adha 1440 H oleh MNC Peduli kepada PBNU.

Sebelumnya, Syafril juga menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya kiai-kiai NU, almarhum almaghfurlah Syaikhona Maimoen Zubair dan HM Sulton Fathoni.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di Sisi Allah Swt,” ucapnya.

Hadir pada kesempatan itu Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas, Ketua PBNU Bidang Ekonomi Umarsyah, Wasekjen Andi Najmi, dan Ketua NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat. [Wahyu Noerhadi]

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu nafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Maka sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang kamu nafkahkan.”

(QS. Ali Imran: 92)

chat dengan kami via whatsapp