Ketua NU Care-LAZISNU: Terima Kasih Para Santri Telah Turut Serta Bebaskan Eti dari Hukuman Mati di Arab Saudi

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Jumat, 19 Juli 2019 / ١٦ ذو القعدة ١٤٤٠
Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat.

Jakarta, NU Care 

PBNU melalui NU Care-LAZISNU melakukan penggalangan dana selama tujuh bulan terakhir, untuk membebaskan seorang TKI asal Majalengka, Eti binti Toyib Anwar, yang mendapatkan vonis hukuman mati di Arab Saudi. Dana yang dibutuhkan untuk membebaskan Eti sebanyak Rp15,2 miliar. 

Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat, mengungkapkan bahwa penggalangan dana dilakukan ke berbagai pihak seperti anggota DPR, MPR, pengusaha kiai, para santri, dansemua pihak yang peduli atas program kemanusiaan yang diusung NU Care-LAZISNU melalui program NU Peduli TKI.

“Karena NU Care-LAZISNU berada di komunitas NU, maka fokusnya kepada komunitas NU baik yang jadi pejabat, anggota DPR, MPR, pengasuh pesantren, termasuk para santri,” katanya seperti diwartakan NU Online, Kamis (18/07).

Dari berbagai upaya penggalangan dana tersebut, lulusan Jurusan Syariah Islamiyah Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar Mesir ini menceritakan solidaritas dan rasa kemanusiaan para santri sangat besar. Para santri yang masih mengandalkan kiriman (uang) dari orang tuanya masing-masing rela menyisihkan donasi untuk membebaskan Eti.  

“Potensi pesantren jika digerakkan untuk kepentingan apapun bisa secara tiba-tiba itu menguat. Contoh, seperti Pesantren Ashidiqiyah (berada di Jakarta, diasuh KH Nur Iskandar SQ) ketika disampaikan peran-peran santri dalam masyarakat, ternyata mereka dalam satu kesempatan mengumpulkan 30 juta, dalam satu hari, dalam satu momen selama 3 jam,” jelas Ajat, biasa disapa.  

Ajat menambahkan, hal serupa terjadi di Pesantren Al-Tsaqofah (berada di Jakarta, diasuh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj) juga menyumbangkan uang lumayan besar untuk Eti. 

“Nah, kalau dipukul rata, setiap pesantren, katakanlah ada 5 juta. Kalau dikali 10 ribu pesantren saja, berapa jumlahnya? Nah, itu potensi. Padahal kita belum menggerakan seluruh pesantren. Itu dalam satu hari. Bagaimana kalau dalam setiap bulan kita gerakkan kesadaran pesantren untuk urusan kemanusiaan, mungkin dalam hitungan miliaran bisa kita dapat, kalau setiap pesantren di bawah naungan NU, RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah, asosiasi pesantren di bawah naungan NU, red.) bergerak?” jelasnya lagi.

Ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para santri dan semua pihak yang turut serta dala penggalangan dana program NU Peduli TKI. Meskipun hanya mampu mengumpulkan 12 miliar rupiah, lanjutnya, hal itu menunjukkan kekompakkan yang harus terus dipupuk. [Abdullah Alawi]

“Allah akan melipat gandakan pahala orang yang bersedekah.”

(QS. Al Baqarah : 245)

chat dengan kami via whatsapp