Doa Mbah Moen Wafat di Mekkah pada Hari Selasa Diijabah Allah

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Selasa, 6 Agustus 2019 / ٤ ذو الحجة ١٤٤٠
Mustasyar PBNU, Almaghfurlah KH Maimoen Zubair wafat di Mekkah pada hari Selasa, 6 Agustus 2019.

Jakarta, NU Care

Mustasyar (penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) pernah menginginkan jika meninggal dunia, ia sedang berada di Tanah Suci Mekkah saat melaksanakan ibadah haji pada hari Selasa. 

Keinginan Mbah Moen tersebut diungkapkan KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) melalui akun Facebooknya. Gus Anam merupakan salah seorang menantu Mbah Moen dan yang mendampinginya di Tanah Suci Makkah saat ini. 

“Mbah Yai Maimun pernah dawuh, minta didoakan meninggal pada hari Selasa karena biasanya orang ahli ilmu itu meninggalnya hari Selasa. Dan minta didoakan meninggal di Mekkah pas haji,” kata Gus Anam melalui Facebooknya yang diakses NU Online Selasa (6/08) pukul 11.25. 

“Masya Allah, diijabah oleh Allah semuanya,” lanjut kiai yang tinggal di Banyumas ini. 

Ternyata memang betul, Allah Swt mengabulkan keinginan Mbah Moen tersebut. Ia meninggal dunia pada Selasa pukul 04.17 waktu Arab Saudi saat menjalankan ibadah haji di Mekkah. 

Mbah Moen, kiai berusia 91 tahun ini berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada Ahad 28 Juli. Meskipun usia sudah lanjut, hampir tiap musim haji, pengasuh pondok pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah ini melaksanakan rukun Islam kelimat tersebut. 

Ucapan duka dan kehilangan mendalam untuk Mbah Moen mengalir deras melalui media sosial seperti Twitter dan Facebook. Mulai tokoh agama, politikus, santri, dan masyarakat luas. 

PBNU, melalui Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini segera menginstruksikan Nahdliyin untuk mendirikan Shalat Ghaib untuk Mbah Moen. 

"Kepada umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, mari bersama-sama melaksanakan shalat ghaib dan membacakan surat Al-Fatihah untuk KH Maimoen Zubair. Semoga senantiasa ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT," ungkap Sekjen Helmy.

Menurut Helmy, wafatnya Mbah Moen, bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan.

Mbah Moen, merupakan salah seorang kiai ahlul halli wal aqdi (ahwa) yang dibentuk PBNU pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, untuk menentukan Rais Aam PBNU. [Abdullah Alawi]

“Orang-orang yang menginfakkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak juga mereka bersedih hati.”

(QS. Al Baqarah :274)

chat dengan kami via whatsapp