NU Kembali Berangkatkan Tim Medis ke Bangladesh

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Selasa, 12 Desember 2017 / ٢٣ ربيع الأول ١٤٣٩
Relawan Tim "NU Peduli Rohingya" Ahmad Wahib bersama para pengungsi etnis Rohingya, di Cox'z Bazar Bangladesh

Jakarta, NU Care

Sudah enam bulan pengungsi Rohingya tinggal di Bangladesh. Saat ini, Bangladesh sedang mengalami musim dingin. Persoalan kesehatan para pengungsi mulai terjadi, sementara akses untuk ke rumah sakit tidak ada.

Demikian diungkapkan Koordinator Tim Medis gelombang pertama Nahdlatul Ulama Muhammad Makki Zamzami saat ditemui NU Online di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (11/12).

Menurut Makki, semakin hari, jumlah pengungsi semakin banyak. Terakhir, kata Makki, jumlah pengungsi hampir mencapai 900.000 orang. Membludaknya pengungsi dan munculnya masalah sanitasi air yang ada di tempat pengungsian membuat pengungsi mulai banyak yang terserang berbagai penyakit.

"Jadi kondisi kesehatan di sana karena memang sangat terbatas terkait dengan sanitasi air yang sangat bermasalah di sana," katanya.

Tempat pengungsian warga Rohingya

Berbagai penyakit yang ia maksud seperti cacingan, penyakit kulit, ISPA, dan lain-lain. Menurut Makki, penyakit ISPA menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling menjadi masalah. 

"Nomor satu ISPA, penyakit cacingan di nomor empat. Saya pikir itu cukup perlu tindakanlah," katanya.

dr. Angie Erdhita tim medis NU, sedang memeriksa kesehatan anak-anak Rohingya
Pelepasan gelombang tim "NU Peduli Rohingya" di Gedung PBNU Lantai 3, Senin (11/12/2017)

Melihat berbagai penyakit mulai bermunculan, NU melalui kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), NU Care-LAZISNU, dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dalam waktu dekat akan kembali mengirim tim medis ke Bangladesh. Sementara untuk obat-obatan yang diperlukan, kata Makki, akan dibeli di Bangladesh. (Husni Sahal)

Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung di bawah bayang-bayang sedekahnya.

 (HR. At-Thabrani)

chat dengan kami via whatsapp