NU Care Siap Galang Dana Bangun Rumah Sakit di Hebron

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Jumat, 3 Mei 2019 / ٢٧ شعبان ١٤٤٠
Wapres RI Jusuf Kalla bersama Sekjen MUI Anwar Abbas dan perwakilan lembaga filantropi di Indonesia, usai mendantangani MoU program penggalangan dana pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH), yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (2/05/2019) malam.

Jakarta, NU Care

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggandeng lima lembaga filantropi di Indonesia untuk merealisasikan program pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron, Palestina. Perwakilan lembaga filantropi di Indonesia yakni Baznas, Dompet Dhuafa, NU Care-LAZISNU, Lazismu, dan LAZ Al-Azhar hadir pada acara Peluncuran Program Penggalangan Dana dan Penandatanganan Kesepakatan untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH), yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (2/05) malam.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa program tersebut dapat terealisasi jika semuanya bekerjasama.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengapresiasi kegiatan kerjasama lembaga filantropi di Indonesia tersebut.

“Ini semua awal. Bisa (terealisasi, red.) jika kita semua bekerjasama. Mengenai pembangunannya, pemerintah sendiri pasti akan membantu. Insya Allah tercapai. Saya apresiasi,” ujarnya, sebelum secara resmi meluncurkan program tersebut, dengan pemukulan gong.

Ketua Panitia Pembangunan RSIH, Muhyidin Junaidi, mengungkapkan latar belakang program tersebut adalah karena kunjungan Walikota Hebron ke Indonesia.

“Awalnya Walikota Hebron berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan pimpinan MUI. Kami sepakat membantu dengan membangun rumah sakit di sana. RSIH dibangun khusus untuk mereka yang mengalami trauma. Karena memang belum ada rumah sakit semacam itu di sana,” ungkap Muhyidin.

Dirinya juga menjelaskan, pembangunan ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun dengan biaya 98 miliar rupiah.

Ketua Panitia Pembangunan RSIH, Muhyidin Junaidi, menyampaikan terima kasih kepada sejumlah lembaga filantropi di Indonesia untuk bersinergi dengan MUI.

“Kebutuhan (dana) sekitar 7 juta US Dollar atau 98 miliar Rupiah. Semoga bisa selesai dalam kurun waktu dua tahun. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada lembaga filantropi yang bersedia membantu MUI,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, menyatakan kesiapannya membantu penggalangan dana untuk membangun rumah sakit di Hebron.

“Tentu kami siap. Saudara-saudara di Palestina adalah saudara dekat kita. Kita, Nahdlatul Ulama, punya hubungan emosional yang erat dengan Palestina,” kata Ajat, biasa disapa.

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, saat melakukan penandatangan program pembangunan RSIH.

Ajat mengatakan, NU Care-LAZISNU siap bekerjasama dengan lembaga filantropi Muhammadiyah, Baznas, Dompet Dhuafa, Al-Azhar menggalang dana untuk pembangunan rumah sakit.

“Kita akan bergerak bersama-sama masyarakat Indonesia untuk pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron, Palestina. Mari bersama-sama mendonasikannya lewat NU Care-LAZISNU,” ajaknya. [Wahyu Noerhadi]

Menahan diri dari kejahatan adalah sedekah.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp