Melalui Dubes Saudi, NU Care Serahkan Bantuan Pembebasan Seorang TKI dari Hukuman Mati

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Selasa, 2 Juli 2019 / ٢٨ شوال ١٤٤٠
Sekretaris NU Care-LAZISNU Abdur Rouf serta jajaran manajemen menyerahkan secara simbolis dana bantuan untuk pembebasan seorang TKI bernama Eti kepada Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel, pada Senin (1/07/2019) saat Dubes berkunjung ke kantor NU Care-LAZISNU di lantai 2 Gedung PBNU, Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

Jakarta, NU care

NU Care-LAZISNU menyerahkan dana bantuan pembebasan seorang TKI dari vonis hukuman mati, kepada Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Penyerahan, secara simbolis, dilakukan pada Senin (1/07) saat Dubes berkunjung ke kantor NU Care-LAZISNU di lantai 2 Gedung PBNU, Jakarta Pusat. 

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris NU Care-LAZISNU Abdur Rouf dan jajaran manajemen.

"Kami serahkan bantuan untuk saudara Eti, seorang TKI yang divonis hukuman mati di Saudi. Alhamdulillah, kami bisa langsung menyerahkannya melalui Dubes, Pak Agus Maftuh," ujarnya.

Sementara jumlah bantuan adalah sebesar Rp12.454.900.000 (Duabelas miliar empat ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu rupiah).

Penyerahan bantuan pembebasan TKI Eti kepada Dubes Arab Saudi menjadi bagian komunikasi NU Care-LAZISNU dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Komunikasi dan kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Adapun dana tersebut merupakan bantuan warga NU dan masyarakat umum melalui NU Care-LAZISNU. Penggalagan dilakukan antara lain bekerjasama dengan platform crowdfunding Kitabisa.com sejak beberapa bulan ini.

Diketahui, Eti bin Thoyib seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat. Eti divonis hukuman mati di Arab Saudi karena sebuah kasus. Eti berpeluang bebas dari ancaman itu jika membayar diyat (kompensasi) sebesar Rp20 miliar kepada keluarga ahli waris korban.

Ketua NU Care-LAZISNU, H Achmad Sudrajat pada Halal bi Halal PBNU, Senin (24/06) lalu, mengungkapkan pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas bantuan masyarakat dan warga NU.

"Alhamdulillah, donasi dari Nahdliyin ini terkumpul lebih dari 12 miliar. Dan masih kurang sekitar delapan miliar, karena target untuk menebus diyat Saudari Eti totalnya 5 juta Real atau 20 miliar," tutur Ajat, biasa disapa.

Ajat berharap, bantuan tersebut dapat menjadi amal jariyah. Selain itu masyarakat umum masih dapat membantu Eti untuk terbebas dari vonis hukuman mati.

"Semoga kita, PBNU, dan masyarakat umum dapat membebaskan Eti dari hukuman mati. Amin," ujarnya.

Upaya membantu Eti merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan spirit kemanusiaan. Sebab, selain pertaruhan nama bangsa, solidaritas ini juga merupakan nilai kehidupan nyata seorang manusia.

"Kita tunjukkan solidaritas ini dengan menguatkan jejaring-jejaring kita lebih fokus pada kemanusiaan, tanpa melihat sekat-sekat apapun karena ini bicara kemanusiaan," pungkasnya. [Kendi Setiawan]

Menahan diri dari kejahatan adalah sedekah.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp