Kisah Penghimpunan Rp 15,2 M hingga Batas Akhir untuk Menebus Eti dari Hukuman Mati

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Jumat, 12 Juli 2019 / ٩ ذو القعدة ١٤٤٠
Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, saat mengunjungi kediaman keluarga Eti di Majalengka, pada Oktober 2018. Foto: Detik.com

Jakarta, NU Care

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi bersama NU Care-LAZISNU berhasil membebaskan TKI asal Majalengka, Eti binti Toyib Anwar yang terancam hukuman mati dengan tebusan (diyat) 4.000.000 riyal Saudi atau setara Rp 15,2 M. Dana tersebut dikumpulkan dalam batas waktu 7 (tujuh) bulan.

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengungkapkan dana sebanyak Rp 12,5 miliar atau 80% dari 15,2 miliar yang menjadi syarat tebusan berasal dari sumbangan NU Care-LAZISNU.

"Dana 12,5 M tersebut dihimpun oleh LAZISNU selama tujuh bulan dari para dermawan santri, dari kalangan pengusaha, birokrat, politisi, akademisi dan komunitas filantropi," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/07).

Walakin, meski sudah menerima 12,5 M dari NU Care-LAZISNU, Dubes RI di Riyadh masih kekurangan untuk membayar tebusan Rp 15,2 M kepada ahli waris majikan Eti, anak dari Faisal al-Ghamdi yaitu Khalid Al-Ghamdi. Karena masih kurang dari jumlah tebusan yang ditentukan, Agus kemudian melakukan permintaan penambahan waktu guna mengumpulkan sumbangan tersebut.

"Dubes RI melakukan pendekatan dengan pihak ahli waris yang diwakili anak korban, Khalid al-Ghamdi untuk sepakat di akhir Ramadhan. Dan ketika akhir Ramadhan dana belum juga mencukupi," tuturnya.

Agus pun meminta diberi waktu mengumpulkan sampai akhir Syawal atau awal Juli 2019 dan pihak ahli waris menyetujui.

"(Akhirnya) Angka 4 Juta Riyal (15,2 M) tersebut tercapai di hari jelang injury time yaitu 24 jam menjelang waktu deadline yaitu 30 Syawal 1440 H/ 3 Juli 2019," ungkapnya.

"Hasil penggalangan dana selama kurang lebih tujuh bulan tersebut telah dikirimkan pada tanggal 2 Juli 2019 ke rekening yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Mekkah untuk kepentingan sumbangan diyat kasus Eti binti Toyib Anwar," lanjutnya. 

Untuk diketahui, Eti dituduh oleh keluarga Faisal al-Ghamdi menjadi orang yang menyebabkan Faisal al-Ghamdi sakit dan meninggal dunia. Keluarga Faisal al-Ghamdi menuntut hukuman mati (qishas) diberikan kepada Eti. [Noval Dhwinuari Antony/Detik.com]

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”

(QS. Al Baqarah : 270)

chat dengan kami via whatsapp