Kisah Saudagar Miskin dan Sufi yang Kaya

NUcare.id | ditulis oleh : Admin | Rabu, 24 April 2019 / ١٨ شعبان ١٤٤٠
Ilustrasi oleh: Fuad Hasim

oleh Nurul Huda

Dikisahkan pada suatu hari, seorang sufi tampak sedang khusyuk berdoa di dalam masjid. Di sampingnya, ada seorang saudagar kaya yang mengamati. Saudagar itu sangat serius memerhatikan sufi tersebut. Setelah selesai berdoa, saudagar itu kemudian mendekatinya. Sejenak kemudian, si saudagar menawarkan sekantong uang emas.

"Aku tahu engkau ingin menggunakan uang ini di jalan Tuhan. Maka ambillah," kata saudagar itu.

"Sebentar saudara," sang sufi kemudian melanjutkan perkataannya dan balik bertanya, "Aku tidak yakin apakah aku berhak mengambil uangmu itu. Apakah engkau orang kaya? Apakah masih banyak persediaan uangmu di rumah."

"Oh, ya, aku masih banyak uang di rumah. Ada seribu keping emas di rumahku," jawab saudagar itu dengan nada sedikit meninggi.

Kemudian sang sufi bertanya lagi, "Apakah engkau ingin seribu emas lagi?"

"O, jelas. Aku ingin seribu keping emas lagi. Maka tiap hari aku berdoa agar aku menghasilkan lebih banyak uang," kata si saudagar.

Setelah itu, sang sufi berkata, "Maaf, aku tidak dapat mengambil uang ini. Seorang yang kaya tidak berhak mengambil uang dari seorang pengemis.”

Mendengar itu, si saudagar langsung naik pitam.

“Bagaimana kau ini! Enak saja kau menyebutku seorang pengemis,” katanya dengan mata melotot.

Maka sang sufi kemudian menjawab dengan nada tenang, "Aku adalah orang kaya karena aku sangat puas dengan apa yang diberikan Tuhan kepadaku. Sementara kau adalah pengemis karena selalu merasa tidak puas dan selalu meminta lebih dari Tuhanmu."

“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah akan menggantikannya, dan Dia-lah pemberi rizki yang sebaik-baiknya.”

(QS. Saba’ : 39)

chat dengan kami via whatsapp