Cara Menyembelih Hewan Qurban

NUcare.id | ditulis oleh : hadi | Selasa, 31 Juli 2018 / ١٨ ذو القعدة ١٤٣٩
Ilustrasi: NU Care-LAZISNU

Hewan qurban diperbolehkan disembelih mulai kira-kira lewatnya waktu yang cukup untuk melakukan dua rakaat dan dua khutbah yang cepat terhitung dari terbitnya matahari pada saat hari Idul Adha sampai terbenamnya matahari pada akhir Hari Tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan waktu penyembelihan yang utama adalah ketika matahari kira-kira tingginya sudah ada satu tombak dalam pandangan mata pada saat hari raya Idul Adha.

Proses penyembelihan hewan qurban didahului dengan, antara lain:

1. Membaca Bismillah
2. Membaca Shalawat Nabi
3. Menghadap ke arah kiblat (bagi hewan yang disembelih dan orang yang menyembelih)
4. Membaca takbir 3 kali bersama-sama
5. Berdoa agar qurbannya diterima oleh Allah SWT, orang yang menyembelih yang mengucapkan

Rukun penyembelihan itu ada 4, yaitu:

1. Dzabhu (pekerjaan menyembelih)
2. Dzabih (orang yang menyembelih)
3. Hewan yang disembelih
4. Alat menyembelih

Syarat dalam pekerjaan menyembelih adalah memotong hulqum (jalan nafas) dan mari' (jalan makanan). Hal ini apabila hewannya maqdur (mampu disembelih dan dikendalikan).

Kesunnahannya:

1. Memotong wadajain (dua otot yang ada disamping kanan dan kiri).
2. Menggunakan alat penyembelih yang tajam.
3. Membaca bismillah.
4. Membaca shalawat dan salam pada Nabi Muhammad SAAW. Karena menyembelih itu adalah tempat disyari'atkan untuk ingat pada Allah SWT, maka juga disyari'atkan ingat pada Nabi.

Syarat orang yang menyembelih:

a. Orang Islam/orang yang halal dinikahi orang Islam.
b. Bila hewannya ghoiru maqdur, maka disyaratkan orang yang menyembelih adalah orang yang bisa melihat. Dimakruhkan sembelihannya orang yang buta, anak yang belum tamyiz  dan orang yang mabuk.

Syarat hewan yang disembelih:

a. Hewannya termasuk hewan yang halal dimakan.
b. Masih memiliki hayatun mustaqirrah (kehidupan yang masih tetap), bukan gerakan di ambang kematian kematian.

Syarat alat penyembelih, yaitu berupa benda tajam yang bisa melukai, selain tulang belulang.

*Kiai M. Sholihuddin Shofwan, Katib Syuriyah MWCNU Bareng Jombang dan Ketua LTN NU Jombang

Kamu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.

(HR. Bukhari)

chat dengan kami via whatsapp